DELETE

Setiap hari ratusan message masuk melalui WAG. Sebenarnya aku merasa terlalu banyak WAG yang aku ikuti. Hanya saja mau exit, nanti dianggap tidak mau solider, tidak mau berteman. Apaboleh buat akibatnya jadi banyak sekali WAG.

Dan isinya hampir sama. Pindahan (forward) dari WAG yang satu, masuk ke WAG yang lain. Mungkin karena sudah termasuk “senior” (maksudnya:tua), isinya sebagian besar tausiah, rekomendasi obat-obatan, pengalaman pemakaian obat dan sebangsa itulah.

Rasanya terlalu banyak berita yang masuk ke WAG. Capek juga membaca dan melihatnya. Aku tidak membaca semua message, gambar, foto & video yang masuk lewat WAG.

Apalagi message yang isinya mencaci-maki, pasti paling dulu tak hapus. Aku nggak mau ikut-ikutan emosi tentang sesuatu yang belum tentu benar. Aku seleksi, hanya memilih yang penting dan berguna saja. Yang tidak penting langsung tak delete!

Ibarat makanan. Orang mesti sadar memilih mana yang berguna, bermanfaat dan mana yang merusak. Yang bakal membuat sakit, mengganggu dan merusak, segera disingkirkan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Yang termasuk kategori itu mesti langsung tak hapus. Delete!

Yang kira-kira bahasanya ngawur, langsung tak scroll ke bawah. Dan ketahuan di kalimat terakhir, maunya message panjang dan nggak jelas itu hehehe …

Lho kok gitu? Karena aku nggak mau otakku jadi tong sampah message, foto, gambar dan video yang nggak jelas. Sayang kalau memori dipakai menyimpan segala hal yang tidak bermutu dan hanya sampah belaka. Yang remeh-temeh nggak pernah tak buka. Tak delete langsung. Nggak ada gunanya. Bikin ruwet otak saja!

Sebaliknya message yang informatif, yang mengandung pelajaran yang memberi inspirasi, malah tak copy dan aku simpan dalam file tersendiri. Termasuk tausiah yang menginspirasi dan membangun kesadaran baru; pasti aku simpan khusus.

Sudah waktunya memilah dan memilih yang bermanfaat. Jangan biarkan orang “menyewa” ruangan di otakmu, kecuali itu memberi manfaat bagimu!

Begitu deh, menurut aku lho bro. Sorry kalau nggak setuju …

KMO, 8 Juni 2020
KPA Nang Omah Wae

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *