SOCRATES

The Rapture of People out of the world

Di dunia hampir semua orang mengenal Socrates (469-399 SM). Filosof Yunani yang pemikirannya mempengaruhi masyarakatnya, mengubah cara berfikir anak-anak muda dan mengubah paradigma tentang Dewa-dewa. Pikiran-pikirannya melampaui jamannya. Socrates lahir di Athena. Dia adalah generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani selain Plato dan Aristoteles. Socrates adalah guru Plato. Lalu Plato mengajar Aristoteles. Dan Aristoteles adalah guru dari Alexander Agung sang penakluk, yang menguasai wilayah membentang dari Afrika, Eropa dan Asia. Dari Mesir sampai ke India.

Semasa hidupnya Socrates tidak meninggalkan karya tulisan, sehingga sumber utama mengenai pemikiran Socrates berasal dari tulisan muridnya, Plato.

Ayah Socrates seorang pemahat patung dari batu bernama Sophroniskos. Ibunya bernama Phainarete adalah seorang bidan. Dari sinilah Socrates menamakan metodenya : Filsafat dengan metode kebidanan. Bidan pada prinsipnya hanya membantu kelahiran. Socrates hanya membantu proses lahirnya sesuatu yang sudah ada pada diri manusia.

Socrates sebenarnya tidak menuliskan buah pikirannya sendiri. Semua buah pikirannya diperoleh dari catatan Plato (430-357 SM), dan siswa-siswa lainnya. Yang paling terkenal adalah penggambaran Socrates dalam dialog-dialog yang ditulis oleh Plato. Dalam karya-karyanya, Plato selalu menggunakan nama gurunya sebagai tokoh utama, sehingga sulit memisahkan gagasan Socrates yang asli, dengan gagasan Plato yang disampaikan melalui personifikasi Sorates.

Socrates beristri Xantippe dan mempunyai tiga orang anak. Socrates dikenal sebagai seorang yang tidak tampan, berpakaian sederhana, tanpa alas kaki dan berkeliling mendatangi masyarakat Athena berdiskusi soal filsafat.

Socrates melakukan ini pada awalnya didasari satu motif religius, untuk membenarkan suara gaib yang didengar seorang kawannya dari Oracle Delphi. Kawannya itu mengatakan tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates.

Socrates merasa dirinya tidak bijak. Oleh karena itu dia berkeliling untuk membuktikan kekeliruan suara gaib tersebut. Dia mendatangi satu demi satu orang-orang yang dianggap bijak oleh masyarakat pada saat itu. Kemudian dia mengajak berdiskusi tentang berbagai masalah kebijaksanaan.

Metode berfilsafatnya inilah yang dia sebut sebagai metode kebidanan. Seperti seorang bidan yang membantu kelahiran seorang bayi. Caranya berfilsafat membantu proses lahirnya pengetahuan, melalui diskusi panjang dan mendalam.

Inilah dasar pandangan Socrates. Setiap individu mempunyai potensi untuk mengetahui kebaikan, kebenaran atau kesalahan. Socrates merasa bahwa dia hanya membantu, agar potensi itu dapat dimunculkan dan diketahui masyarakat.

 

METODE SOCRATES

Socrates mengajarkan filsafat pada orang-orang, dengan metode Percakapan. Metode ini mengajak orang untuk saling bercakap-cakap, dapat terdiri dari dua orang atau lebih, mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan atau masalah yang ada. Tujuan percakapan ini agar siswa atau orang-orang selain mampu menemukan jawabannya sendiri, juga dapat saling membantu agar tercipta keharmonisan antara manusia.

Metode Socrates ini disebut sebagai metode dialog. Dialog berasal dari kata “Dia-Logos”. “Dia” artinya melintasi atau menyeberangi. “Logos” adalah kata atau nalar. Metode ini akan menghasilkan etika dan edukasi, Socrates ingin mengajak orang agar memperhatikan dan memuaskan jiwanya. Lewat dialog juga bisa menelanjangi jiwa dan refleksi agar orang menjadi sadar akan kehidupan.

Socrates selalu mengejar definisi absolut tentang satu masalah kepada orang-orang yang dianggapnya bijak tersebut, meskipun kerap kali orang yang diberi pertanyaan gagal melahirkan definisi tersebut. Metode Socrates melampaui masanya. Sampai sekarang masih digunakan dalam praktek-praktek  manajemen dan para ilmuwan dalam memformulasikan sesuatu.

Dan pada akhirnya Socrates membenarkan suara gaib tersebut. Bahwa dirinya adalah yang paling bijak. Mengapa? Karena dia tahu, bahwa dia sebenarnya tidak tahu! Sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya adalah tidak bijak. Sebenarnya mereka tidak tahu, kalau mereka sebenarnya tidak tahu.

Cara berfilsafatnya inilah yang memunculkan rasa sakit hati terhadap Socrates. Sebab setelah melalui diskusi dan dialog terbuka, maka akan tampak bahwa mereka yang dianggap bijak oleh masyarakat, ternyata tidak benar-benar mengetahui apa yang sesungguhnya mereka ketahui.

Pada masa itu berkembang kondisi Sofis. Para ilmuwan menjual kepandaiannya dengan imbalan uang. Metode Socrates sering membuktikan bahwa sebenarnya mereka tidak tahu. Dan ini menimbulkan sakit hati.

WAFAT

Rasa sakit hati inilah yang memicu rasa tidak suka yang berkembang luas. Mereka membentuk konspirasi mendiskreditkan Socrates dengan beberapa tuduhan : mempengaruhi generasi muda, tidak mempercayai dewa-dewa, meresahkan masyarakat. Tuduhan itu sebenarnya bisa dengan gampang dipatahkan melalui pembelaannya, sebagaimana tertulis dalam Apologi karya Plato.

Keberaniannya dalam menghadapi maut digambarkan dengan indah dalam Phaedo karya Plato. Kematian Socrates dalam ketidak-adilan peradilan menjadi salah satu peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Barat di samping peradilan Nabi Isa Al-Masih.

Socrates sebenarnya dapat lari dari penjara, sebagaimana ditulis dalam Krito, dengan bantuan para sahabatnya. Namun, dia menolak atas dasar kepatuhannya pada kesepakatan hukum di kota Athena. Justru kepatuhannya terhadap hukum, menjadikan namanya dikenang hingga sampai saat ini.

Socrates wafat pada usia tujuh puluh tahun. Dia dihukum mati oleh penguasa. Hukuman itu diputuskan setelah diadakan voting di pengadilan, dengan voting 280 mendukung hukuman mati dan 220 menolaknya. Hukumannya berupa minum racun.

Pada jaman sebelum masehi, sungguh berat yang dialami para Pencerah itu. Berhadapan dengan masyarakat yang kontra dan penguasa yang sangat represif. Ummat menentang Nabi. Dan Nabi pun tidak luput dari hukuman mati. Nabi Zakaria, Yahya dan Nabi Isa termasuk yang dihukum mati oleh penguasa pada jamannya.

Akhirnya masih banyak yang harus direnungkan dari seorang Socrates. Kejujuran, daya analitis, rendah hati dan keberaniannya menghadapi maut demi keyakinan. Dulu Socrates dianggap mempengaruhi anak-anak muda. Mudah-mudahan masih memberi inspirasi, bagi generasi muda sekarang.

HL : 3 Juni 2020
Di Rumah Saja

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *