Menikmati Lebih Sedikit

Puasa Ramadhan memasuki tahap akhir, tinggal seminggu lagi. Menahan kebutuhan lahiriah, ternyata adalah proses meningkatkan kualitas batin. Ritual menahan diri dari kebutuhan badan kasar ini, menjadi sarana membasuh dan menjernihkan batin. Sebenarnyalah yang berharga adalah apa yang dapat direnungkan dan mampu mencerahkan batin.

Semua yang dilakukan pada masa berpuasa, seyogyanya bermuara kepada meningkatnya ketajaman batin. Jika tidak sampai ke situ, rasanya masih berada pada peringkat fisik, lahiriah semata. Dan itu yang dimaksud bahwa orang berpuasa hanya dapat lapar dan dahaga saja. Menahan diri dan mengurangi kebutuhan jasmani, sudah sejak dahulu diwejangkan oleh para filsuf, aulia, sufi dan nabi. Bahkan sudah  disarankan Socrates (469-399 SM).

Kebutuhan fisik jika semakin banyak, justru semakin membuat sulit untuk dinikmati. Segelas teh manis akan sangat nikmat pada gelas pertama. Jika sangat haus gelas kedua masih dapat dinikmati. Jika diteruskan minum, gelas ke tiga, ke empat dan seterusnya justru akan membuat kembung dan tidak enak. Kondisi ini disebut Law of Diminishing Return (LDR). Dan semua yang bersifat duniawi, tidak akan lepas dari hukum LDR ini.

Jika memiliki harta, waktunya untuk membagikan sebagian kepada yang berhak. Jika tidak, tumpukan harta itu bakal membuat sengsara. Ada cerita seorang milyarder kaya raya, yang meninggal karena terpapar Covid-19. Anak perempuannya menangis tersedu sambil berkata : “Ayah saya punya uang yang tak terhingga, apa pun bisa dibelinya dengan mudah. Tetapi hanya untuk menghirup yang gratis saja, dia tidak bisa!” Uangnya tidak berguna.

Semua agama mengajarkan untuk menjauhi dan tidak terikat oleh dunia. Sebab dunia hanyalah perjalanan antara sebelum menuju ke alam barzah. Sesuatu yag hanya antara, bukanlah tujuan akhir. Jadi prioritasnya adalah tujuan akhir, bukan yang antara.

Mari kita cermati perilaku para pendeta, aulia, kaum sufi dan nabi. Mereka menjauh dari dunia. Makan, minum dan tidur seadanya. Waktunya lebih banyak dimanfaatkan untuk Allah dan mendakwahkan hukum-hukum-NYA.

Sidharta Gautama meninggalkan kondisi kerajaan yang memberinya segala macam kemudahan dan kenikmatan dunia. Dia lalu mengembara. Menahan diri dari semua kebutuhan lahiriah. Hidup sederhana dengan jubah seadanya. Selama 6 tahun, 72 purnama atau 2.184 hari Sidharta mengembara, mencari pencerahan jiwa. Akhirnya di bawah Pohon Bodhi, Sidharta mendapat pencerahan dan menemukan cahaya. Kemudian menjadi Sang Budha.

Rasulullah Muhammad SAW, juga melakukan hal yang relatif sama. Menyingkir dari dunia. Melakukan uzlah di Gua Hira’ selama 40 hari. Menahan diri dari semua kebutuhan dunia. Hanya sedikit makan, minum dan tidur. Sampai pada suatu saat datanglah malaikat Jibril, memberikan firman Allah SWT yang pertama : “Bacalah!”.

Kisah diatas memberi pelajaran, tidak gampang mendapatkan pencerahan. Ada proses yang tidak mudah. Melalui ritual yang berat dan tidak biasa. Fisiknya berada pada kondisi yang minimal. Fikirannya tertuju penuh kepada Sang Maha Segala. Dan terus menjaga perilakunya dengan menghindari semua yang tidak diridhai-NYA. Dia terus mendekat kepada Sang Khalik. Oleh karena mendekati Cahaya, maka batinnya ikut bersinar terang. Dia pun  tercerahkan.

Puasa seyogyanya membawa mereka yang berpuasa, kepada situasi yang digambarkan diatas. Marilah berusaha menikmati sesuatu dengan jumlah yang relatif lebih sedikit. Mengurangi makan, minum dan tidur. Menjaga kata-kata yang menyakitkan hati dan memberi dampak buruk kepada orang lain. Menjaga tingkah laku. Membersihkan hati dari segala macam kotoran yang membalutnya. Mensyukuri nikmat Allah Swt. Dan berusaha untuk menghadirkan Allah pada apa saja yang kita kerjakan.

Semogalah kita dapat menjalankan dengan tindakan nyata. Bagaimana menikmati hidup dengan porsi yang lebih sedikit. Melakukannya dengan ikhlas dengan menghadirkan Allah pada setiap gerak yang kita lakukan.

Wallahu’alam bishshawab  …

KPA – KMO, Senin Wage, 18 Mei 2020
Dari Rumah Saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *