Sugeng Tindak Mas Didi Kempot

Didi Kempot Maestro Campur Sari. Lagu-lagunya mampu membawa anak-anak millenial ikut hanyut dan histeris, terbawa irama dan beat-nya yang membuat bergoyang.

Lagu-lagunya berbahasa Jawa, kebanyakan bertema cinta dan putus cinta. Lagu yang sederhana. Terasa mengalir, polos dan apa adanya. Seperti wewakili perasan anak-anak muda, yang tengah mengalaminya. Oleh sebab itu, anak-anak muda menjulukinya : The God Father of Broken Heart.

Lagu-lagu dengan syair Jawa, Meskipun bercerita tetang kepedihan, tetapi entah mengapa iramanya riang. Barangkali semacam isyarat dari Didi Kempot, agar meskipun patah hati, tetapi tidak boleh kehilangan semangat! Dalam Bahasa Jawa : “Sing uwis yo uwis,  Lara ati oleh, ning tetep kerja lho ya. Sebab urip ora bisa diragati nganggo tangismu!” Artinya?  “Yang sudah ya sudahlah. Sakit hati boleh, tetapi tetap bekerja ya? Sebab hidup tidak bisa dibiayai dengan tangisanmu!”
Kereeen banget  …

Dan sepertinya beat dan iramanya ccok dengan anak-anak muda. Lagu-lagunya itu bagaikan sihir. Sewu Kutho, Pamer Bojo, Banyu Langit  dan lainnya mampu menggerakkan anak-anak muda  berjoget. Cendol dawet, cendol dawet, jirolupatmonempituwolu  … Mereka ikut menyanyikannya dalam bahasa Jawa. Walaupun saya yakin, nggak semua ngerti apa artinya. 

Saya penasaran dengan fenomena sosok Didi Kempot ini. Jadi dalam beberapa minggu yang lalu mencari semua cerita tentang Sang Maestro, yang mampu membuat anak-anak muda heboh itu.

Didi Kempot “ditemukan” Mas Pompi salah satu mantan musisi Nomo Koeswoyo. Pertama kali di tes, di studionya di kawasan Depok Lama dengan menyanyikan lagu-lagu karangan sendiri. Ternyata lulus.

Akhirnya Didi pun diajak rekaman dengan lagu andalan We Cen Yu. Itu bukan lagu Mandarin, tapi singkatan Kowe Pancen Ayu (Kamu Memang Cantik). Benar-benar kreatif  … Dan We Cen Yu, akhirnya mampu secara perlahan mengubah kehidupan Didik Kempot.

Di Youtube, acara Kick Andi begitu heboh. Semua ikut menyanyi dan bergoyang. Bahkan ada seorang anak muda dari Papua yang menyanyi penuh emosi dan penghayatan. Nggak tahu ngerti arti syairnya, apa enggak?

Begitu juga di Acaranya Rosi di Kompas TV. Rosi yang berusaha belajar bahasa Jawa, tampak ikut terbawa situasi dan masuk dalam suasana Jawa. Pada acara itu, malah sempat mendapat pesan dari Presiden Jokowi.

Juga Tante Ann penyiar TV Garuda dari Suriname, yang mencari dan mewawancarai Didik Kempot di Solo. Didi Kempot tercatat lebih 14X ke Suriname, dan mengadakan Konser di sana 11X. Namanya begitu tenar di Suriname dan Belanda.

Ketika diminta saran untuk masyarakat Suriname, Didi Kempot bilang rejeki ibarat gelas. Jika sudah penuh dan ada yang tidak tertampung dalam gelas, sebaiknya diberikan agar bermanfaat bagi orang lain. Luar biasaa …

Konsernya Amal dari rumah di Kompas TV, mampu mengumpulkan dana milyaran rupiah yang akan disumbangkan untuk bantuan Covid-19. Rosi, pemimpin redaksi Kompas TV dengan terisak-isak menjelaskan : “Mas Didi tidak pernah ngomong soal berapa bagian untuk dirinya. Beliau minta agar hasil donasi sobat ambyar sebanyak Rp. 7,6 miliar diurus Kompas dan diatur pembagiannya kepada saudara-saudara yang membutuhkan, karena kasus Covid 19. Mas Didi pergi setelah semuanya bersih,” tutur Rosi yang tak berhenti terisak sambil menjawab pertanyaan media.

Dan hari Selasa 5 Mei 2020 pagi jam 07.30 di Solo, mas Didi Kempot meninggalkan kita. Hampir semua orang tidak percaya …

Di televisi CNN Indonesia ada wawancara dengan Yuni Shara. Penyiar meminta Yuni Shara menyanyikan lagu Kapusan Janji. Lagu ketika duet dengan Didi Kempot. Yuni Shara, hanya mampu menyanyikan dua bait dari lagu itu. Sudah keburu tersedu …

Kapusan Janji
Didi Kempot & Yuni Shara

Neng opo ono tresno yen kudu pisah
Neng opo kowe seneng yen gawe susah
Lungamu gawe gelo nyikso atiku loro
Aku wong isih urip
Mbok anggep wes tanpo nyowo.

Neng opo kowe janji yen mung ngapusi
Ben ngopo kowe ning ati yen mung ngelarani
Tresnamu uwis ilang garing kegowo angin
Yen ngerti koyo ngene kenal kowe ora pengin.

Larane ati iki nganti kapan ora ngerti
Seprene ra ono wong sing nambani
Larane ati iki nganti kapan ora ngerti
Marine yen kowe bakal ngugemi janjimu

Neng opo ono tresno yen kudu pisah
Neng opo kowe seneng yen gawe susah
Tresnamu uwis ilang garing kegowo angin
Yen ngerti koyo ngene, kenal kowe ora pengen.

Setelah kepergian Manthous dan Didik Kempot, rasanya kita bakal menunggu lama, sebelum ada bakat-bakat baru yang mucul dalam blantika musik Jawa.  Pesan Didi Kempot : Patah Hati boleh, Patah Semangat jangan!!!

Selamat jalan Mas Didi Kempot. Terimakasih telah menghibur jiwa-jiwa yang patah hati. Paling tidak mewakili mereka, berceritera tentang rasanya patah hati.

Sugeng Tindak Mas Didi Kempot   …

HL : KMO – Selasa Legi, 5 Mei 2020
Nang Omah Wae

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *