Corona dan Shalat Jumat

Corona Virus Covid-19 sungguh luar biasa. Virus generasi ke tujuh dari jenis Corona ini, tidak kasat mata. Hanya bisa dilihat dibawah mikroskop, tetapi memberi efek yang luar biasa kepada dunia. Perilakunya yang menyebar dengan cepat, melintasi batas-batas negara dengan cepat telah memaksa WHO untuk menetapkannya sebagai pandemi.

Dan dunia pun heboh, begitu cepatnya Covid-19 menyebar ke seluruh dunia. Lebih dari 157 negara sudah disinggahinya. Selain itu menimbulkan kepanikan dan kebingungan juga sekaligus korban. Data per tanggal 19 Maret 2020 yang  terinfeksi sebanyak 126.223 orang, sembuh 85.782 orang dan yang meninggal 8.990 orang.

Di Jakarta sendiri, Covid-19 telah menimbukan kehebohan dan membuat pemerintah meliburkan sekolah dan universitas. Sekaligus mengimbau agar masyarakat tidak keluar rumah, melakukan social distancing. Bahkan pemerintah dan BUMN menerapkan sistem Work From Home. Sebagian karyawan bekerja dari rumah. Data Covid-19 untuk wilayah DKI-Jakarta per tanggal 19 Maret 2020 adalah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 976 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 480 orang.

Sedangkan data untuk nasional di seluruh Indonesia, tercatat pasien yang dirawat karena terpapar Covid-19 sebanyak 269 orang, 15 orang dinyatakan sembuh dan 25 orang meninggal dunia. Melihat penyebarannya jumlah ini diperkirakan akan bertambah lagi.

Corona Covid-19 benar-benar menghebohkan. Bukan itu saja, Covid-19 juga telah memaksa pemerintah membuat langkah-langkah preventif. Kelihatannya Presiden Jokowi tidak mau memilih alternatif lockdown. Sebagai gantinya, pemerintah berusaha membatasi kemungkinan orang-orang untuk saling bertemu, sebab ini berpotensi menyebarkan virus Covid-19 semakin cepat.

Oleh sebab itu keluarlah himbauan untuk bekerja dari rumah atau work from home dan social distancing. Dalam 2 minggu ke depan, karyawan BUMN sebagian diminta untuk bekerja di rumah, dalam rangka menghindari kerumunan banyak orang. Dan jika harus berada di keramaian orang, dianjurkan untuk menjaga jarak minimal satu meter dari orang sekelilingnya.

Gubernur DKI bersama semua pemuka agama bersepakat untuk sementara waktu, dalam 2 minggu ke depan meniadakan ritual keagamaan yang bersifat massal. Dan berdasarkan hal itu MUI kemudian mengeluarkan fatwa menetapkan Shalat Jumat tidak diadakan dalam 2 pekan ke depan.

Beberapa masjid mentaati fatwa ini. Termasuk juga Masjid Istiqlal pada tanggal 20 Maret 2020, untuk pertama kalinya (?!) tidak mengadakan shalat Jumat.

Tidak dapat dipungkiri lagi fatwa MUI ini menimbulkan kontroversi. Masyarat Islam dan kaum muslimin terpecah menjadi dua. Sebagian dengan taat menjalankan fatwa MUI, tidak melakukan shalat Jumat. Sementara yang lainnya tetap melaksanakan Shalat Jumat. Dan masjid di belakang rumah saya Masjid Asy-Syura Serdang – Kemayoran, masih tetap melaksanakan Shalat Jumat.

Gubernur DKI Jakarta bahkan sudah menetapkan kondisi tanggap darurat mulai tanggal 20 Maret 2020 sampai dua minggu ke depan. Penduduk DKI Jakarta dihimbau untuk tidak keluar Jakarta, dalam masa tanggap darurat itu.

Akhirnya, Covid-19 ternyata menimbulkan banyak hal. Yang sekarang diakukan berupa : Lockdown, Work From Home dan Social Distance, pada suatu saat bakal menjadi trend yang bakal mengubah bisnis dan perilaku masyarakat. Pada masa mendatang Covid-19 akan memicu dan memacu perubahan pada perilaku bisnis seperti : online shopping, online education, dan public health investments.

Tahap berikutnya akan mengubah bagaimana perusahaan menjaga supply chain-nya. Dan memaksa perusahaaan untuk tidak menggantungkan pasokannya, kepada perusahaan-perusahaan besar lagi. Pada saatnya nanti jika krisis ini dapat diatasi, perusahaan mesti memikirkan perubahan-perubahan yang sudah terjadi yang diakibatkan oleh Covid-19 ini. Dan apa yang sudah mereka pelajari dari hal tersebut.

Pada saatnya kelak, pelajaran dari hal itu dapat diterapkan pada rencana-rencana mereka. Mudah-mudahan wabah pandemi ini segera berakhir.

Semarang Selayang Pandang

Semarang kaline banjir. Ojo sumelang ra sah dipikir. Itu salah satu bait dari lagu Jawa ang cukup populer tentang Kota Semarang. Walaupun banjir, jangan khawatir, nggak perlu dipikir. Barangkali semangat itulah yang membuat Semarang terus bergairah, semarak, semringah dan positif. Halaahh … mosok iyo? Bener iki mas. Mari kita jalan-jalan ke Semarang, yuuk.

Yang jelas, setelah sekian tahun saya baru sempat exploring Semarang lagi. Dan jika anda termasuk tipe yang suka ingin tahu dan suka akan masa lalu, datanglah ke Semarang. Jejak sejarah menyisakan begitu banyak bekas dan peninggalan yang seakan menjelaskan bahwa sejak dari dulu negeri ini sudah dikenal di dunia.

Continue reading “Semarang Selayang Pandang”

Corona Virus Covid-19

Corona Virus Covid-19 adalah jenis virus Corona yang ke-7 yang menginfeksi manusia. Covid-19 benar-benar telah melanda seluruh dunia. Menimbulkan efek berantai yang sungguh mampu memperlambat semua kegiatan, bisnis dan perekonomian. Sejak ditemukan pertama kali tanggal 31 Desember 2019 di Kota Tua Wuhan di Tiongkok, virus ini telah menghebohkan dan mengguncang dunia.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sampai dengan Maret 2020 sudah lebih dari 126 ribu penderita, dan 68 ribu orang diantaranya dinyatakan sembuh. Meskipun belum ada vaksin atau pengobatan khusus, menurut WHO 80% pasien sembuh tanpa ada perawatan khusus.

Continue reading “Corona Virus Covid-19”

Bandara Jenderal Ahmad Yani

Akhirnya setelah sekian lama diresmikan, saya sempat juga melihat Bandara Jenderal Ahmad Yani. Jangan lupa sekarang namanya Jenderal Ahmad Yani, ada tambahan kata “Jenderal”. Sebab ada Ahmad Yani yang lain, kan? Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan Gedung Menara Pengawas ATC Airnav itu, pada Kamis 7 Juni 2018.

Memasuki areal bandara, di tenggah hujan gerimis. Dari jauh patung Jenderal Ahmad Yani, berdiri gagah di tepi jalan masuk ke bandara. Tongkat komandonya mengacung ke samping badannya. Salah satu jenderal hebat dan fenomenal yang tercatat sejarah.

Continue reading “Bandara Jenderal Ahmad Yani”

Wuhan Corona Virus

Wuhan salah satu kota tertua di daratan China. Ter letak 1.150 km di selatan Beijing dan 840 km sebelah barat Shanghai. Wuhan berpenduduk lebih dari 11 juta jiwa. Kota tua ini tiba-tiba menjadi terkenal ke seantero dunia. Pada tanggal 31 Desember 2019, suatu virus ditemukan di sebuah pasar daging yang juga menjual binatang untuk dikonsumsi atau dibuat menjadi obat. Virus itu disebabkan karena mutasi virus kelelawar dan ular kepada manusia, melalui persentuhan atau memakan dagingnya. Virus ini dinamakan Corona sebab di bawah mikroskop, bentuknya mirip dengan mahkota.

Dunia pun geger. Masa inkubasi Virus Corona ini adalah selama 14 hari. Artinya ada jeda waktu yang cukup lama, untuk mengetahui orang yang terkena virus, setelah gejalanya tampak bahwa dia sudah terkena virus Corona itu. Dalam waktu 14 hari sejak orang terkena, dia bisa saja berada di mana saja di bagian dunia ini dengan membawa virus yang belum aktif.

Continue reading “Wuhan Corona Virus”

YIA Bersiap Untuk Beroperasi Penuh

Kamis 20 Februari 2020, adalah hari jadi PT. Angkasa Pura I. Bersamaan dengan itu dilakukan pengalihan operasi bandara dari lantai satu ke lantai atas Bandara Internasional Yogyakarta – Yogya International Airport (YIA).

Saya beruntung pas diajak Pak Tigor GM Gapura ke YIA, untuk bertemu dengan Direktur Operasi PT. Angkasa Pura I, Bpk. Wendo Asrul Rose. Setelah bertemu beliau saya diajak mengikuti beliau menginspeksi kesiapan YIA, untuk melaksanakan full operation pada tanggal 29 Maret 2020 mendatang.

Rencananya pada tgl 29 Maret 2020 nanti semua penerbangan akan beralih ke YIA, kecuali penerbangan dengan pesawat berbaling-baling, yang akan tetap beroperasi di Adisutjipto.

Continue reading “YIA Bersiap Untuk Beroperasi Penuh”