Mempersiapkan Anak-Anak Muda

Sangat menarik ketika membaca, memperhatikan dan menyimak bagaimana Jokowi memilih Staf Khusus Presiden yang dari generasi millenial. Sebagai orang tua dan pernah mengelola organisasi yang cukup kompleks, saya sungguh salut keputusan Presiden merekrut 7 orang anak-anak muda.

Dan saya yakin sepenuhnya mereka itu akan memberi semangat, inovasi, kecepatan berfikir kepada Tim Kepresidenan. Mari kita simak siapa mereka:

  1. Adamas Belva Syah Devara (29) master Harvard University dan Stanford University, pendiri sekaligus CEO Ruang Guru.
  2. Putri Indahsari Tanjung lulusan Academy of Art di San Fransisco. CEO Creativepreneur Event Creator dan CBO Kreavi.
  3. Andi Taufan Garuda Putra (32), lulusan Harvard Kennedy School, entrepreneur CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha.
  4. Ayu Kartika Dewi (36), memiliki misi merekatkan persatuan di tengah kebinekaan. Pendiri Sabang-Merauke. MBA Duke University Amerika.
  5. Gracia Billy Mambrasar (31), putra Papua lulusan S2 Australian National University (ANU), dalam proses Doktoral di Harvard. CEO Kitong Bisa.
  6. Angkie Yudistia (32), anak muda penyandang disabilitas aktif bergerak di sosiopreneur Thisable Enterprise. Juru bicara bidang sosial.
  7. Aminuddin Ma’ruf (33), santri muda pernah menjadi Ketua Umum (PMII) (2014-2016), bertugas ke pesantren-2 menebar gagasan dan inovasi baru.

Saya jadi teringat ketika pertama kali ditugaskan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dua minggu awal bertugas, saya mengumpulkan 10 anak-anak muda staf biasa yang menurut feeling saya memiliki talenta, kecerdasan dan kemauan kuat untuk bekerja dan berbuat sesuatu yang melebihi ekspektasi.

Setelah itu kami bertemu secara periodik, dan saya “memaksa” mereka untuk menunjukkan kemampuannya. Banyak tugas dan assignment yang sulit yang sengaja saya coba berikan kepada mereka. Dan ternyata mereka bekerja bagus, memiliki kebersamaan, saling peduli kuat dan tidak mudah menyerah.

Delapan tahun setelah itu, sebagian mereka sudah menduduki jabatan penting di beberapa bandara. Salah satu diantaraya bahkan mengikuti jejak dan menjabat sebagai Co. GM Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dan seorang yang lainnya menjabat Deputi Direktur di Kantor Pusat, menjalankan tugas seperti  yang saya kerjakan pada dekade yang lampau. Luar biasaaa …

Sebuah anak panah sakti selalu membutuhkan busur yang kuat untuk melesatkan mereka ke sasaran dengan baik dan tepat sasaran!  Menjadi anak panah yang kuat dan dapat dan diandalkan adalah satu hal yang penting dilakukan. Hal yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah mencari busur yang mampu mengantarkan anda ke sasaran dengan tepat …

Selamat ya mbak dan mas … Keep going, be brave and success …

KMO, Sabtu 23 Nov 2019
HL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *