Menikmati Dunia dan Mempersiapkan Akhirat

Namanya Leksmono Santoso, kami biasa memanggilnya Mon. Di lingkungan bisnisnya dikenal sebagai Leks Santoso. Dia lahir di Malang, putra pamanku yang ke dua dari empat bersaudara. Isterinya bule dari Amerika, namanya Linda Hahn. Mon semula bekerja sebagai Tour Leader.

Pada tahun 1990 Mon mendirikan perusahaan tour sendiri, yang  diberi nama Remote Destinations Indonesia (Redestin Tours). Perusahaannya bergerak di bidang tour yang bersifat adventur di daerah-daerah destinasi terpencil di bagian timur  Indonesia. Selain itu juga destinasi di dunia. Di Asia Tenggara : Myanmar, Vietnam, Kamboja, Afrika Timur dan Tengah, Eropa Timur dan Tengah, China, Mongolia, Russia, Bhutan, Antartica, Arctic, India, Nepal, Amerika Latin, Asia Timur, termasuk Iran dan Kyrgysztan, Israel, Cuba, Yunani, Georgia, Mesir dan Jordania.

Selain sebagai pemilik, Mon juga seringkali menjadi Tour Leader dan memimpin perjalanan tour itu sendiri. Hampir seluruh pelosok Indonesia dan dunia sudah pernah dia jelajahi. Dia bahkan sudah sampai ke Antartica di Kutub Selatan dan memotret beruang es di Kutub Utara. Luar biasaa …

Continue reading “Menikmati Dunia dan Mempersiapkan Akhirat”

Mempersiapkan Anak-Anak Muda

Sangat menarik ketika membaca, memperhatikan dan menyimak bagaimana Jokowi memilih Staf Khusus Presiden yang dari generasi millenial. Sebagai orang tua dan pernah mengelola organisasi yang cukup kompleks, saya sungguh salut keputusan Presiden merekrut 7 orang anak-anak muda.

Dan saya yakin sepenuhnya mereka itu akan memberi semangat, inovasi, kecepatan berfikir kepada Tim Kepresidenan. Mari kita simak siapa mereka:

  1. Adamas Belva Syah Devara (29) master Harvard University dan Stanford University, pendiri sekaligus CEO Ruang Guru.
  2. Putri Indahsari Tanjung lulusan Academy of Art di San Fransisco. CEO Creativepreneur Event Creator dan CBO Kreavi.
  3. Andi Taufan Garuda Putra (32), lulusan Harvard Kennedy School, entrepreneur CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha.
  4. Ayu Kartika Dewi (36), memiliki misi merekatkan persatuan di tengah kebinekaan. Pendiri Sabang-Merauke. MBA Duke University Amerika.
  5. Gracia Billy Mambrasar (31), putra Papua lulusan S2 Australian National University (ANU), dalam proses Doktoral di Harvard. CEO Kitong Bisa.
  6. Angkie Yudistia (32), anak muda penyandang disabilitas aktif bergerak di sosiopreneur Thisable Enterprise. Juru bicara bidang sosial.
  7. Aminuddin Ma’ruf (33), santri muda pernah menjadi Ketua Umum (PMII) (2014-2016), bertugas ke pesantren-2 menebar gagasan dan inovasi baru.

Saya jadi teringat ketika pertama kali ditugaskan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dua minggu awal bertugas, saya mengumpulkan 10 anak-anak muda staf biasa yang menurut feeling saya memiliki talenta, kecerdasan dan kemauan kuat untuk bekerja dan berbuat sesuatu yang melebihi ekspektasi.

Setelah itu kami bertemu secara periodik, dan saya “memaksa” mereka untuk menunjukkan kemampuannya. Banyak tugas dan assignment yang sulit yang sengaja saya coba berikan kepada mereka. Dan ternyata mereka bekerja bagus, memiliki kebersamaan, saling peduli kuat dan tidak mudah menyerah.

Delapan tahun setelah itu, sebagian mereka sudah menduduki jabatan penting di beberapa bandara. Salah satu diantaraya bahkan mengikuti jejak dan menjabat sebagai Co. GM Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dan seorang yang lainnya menjabat Deputi Direktur di Kantor Pusat, menjalankan tugas seperti  yang saya kerjakan pada dekade yang lampau. Luar biasaaa …

Sebuah anak panah sakti selalu membutuhkan busur yang kuat untuk melesatkan mereka ke sasaran dengan baik dan tepat sasaran!  Menjadi anak panah yang kuat dan dapat dan diandalkan adalah satu hal yang penting dilakukan. Hal yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah mencari busur yang mampu mengantarkan anda ke sasaran dengan tepat …

Selamat ya mbak dan mas … Keep going, be brave and success …

KMO, Sabtu 23 Nov 2019
HL

Pertemuan PSAPI ke 11

Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) melaksanakan pertemuan rutin bulanan yang ke 11, tanggal 7 November 2019 di Executive Club Persada Halim. Termakasih keada Marsekal Pertama Fajar Adriyanto Kadispen AU yang telah mem-fasilitasi pertemuan tersebut. Pertemuan berlangsung antara jam 13.00 sampai dengan 15.00. Pembahasan dan diskusi berjalan dengan lancar, padat dan bernas.

Ketua PSAPI Bpk. Chappy Hakim membuka pertemuan dengan mengatakan ada 3 hal strategis yang sudah dibahas PSAPI : FIR Singapura, Kasus Boeing B-737 MAX dan Asuransi Korban Kecelakaan pesawat. Masing-masing topik diharapkan ada tulisan dan pembahasannya, sehingga menjadi masukan bagi yang membutuhkannya,

Untuk kategori pertama kita akan minta Prof. I Bagus R. Supancana, Prof. Makarim Wibisono, DR. Supriabu dan Ridha Widya Nugraha untuk menyumbangkan tulisan dan pemikirannya.

Continue reading “Pertemuan PSAPI ke 11”

INACA Annual General Meeting 2019

Diundang Sekjen INACA Pak Tengku Burhanuddin, saya hadir di Rapat  Umum Anggota INACA di Hotel Borobudur, tanggal 31 Okt 2019. Jadi semacam reuni bertemu teman-2 lama. Heboh ngobrol sana-sini.

Dapat Goody Bag isinya lengkap. Dan yang penting ada Buku “Menjelang Setengah Abad Industri Penerbangan Indonesia INACA Berkiprah” penulisnya Arifin Hutabarat. Di sampul luar belakang ada catatan dari  Chappy Hakim, Alvin Lie dan Agus Pambagio.

Jam 08.30 acara dimulai dengan sambutan dari Ketua INACA, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. setelah beliau, kemudian Menteri Perhubungan memberikan sambutan. Intinya beliau mengatakan INACA yang “high profile”, mesti juga “high performance”.

Kinerja transportasi udara dinilai dari On Time Performance (OTP). Dan itu adalah hasil kolaborasi dari berbagai fihak : Airline, Airport, Airnav dan fihak terkait lainnya.

Continue reading “INACA Annual General Meeting 2019”