8 Faktor Penghalang Kegembiraan

Situasi Gembira adalah awal dari sesuatu hal yang positif. Kegembiraaan sangat diperlukan bagi kesehatan dan menjadi salah satu syarat manusia berumur panjang. Untuk mencapai sesuatu, memperoleh keberhasilan dan mencapai target di bidang apa pun juga; dibutuhkan situasi gembira. Kondisi yang dipenuhi dengan kegembiraan menimbulkan semangat, passion dan meningkatkan adrenalin, juga membuat orang menjadi mudah bersyukur.

Pada kenyataannya banyak orang kehilangan rasa gembira, disebabkan oleh beberapa macam hal. Sayangnya dengan tanpa disadari penyebabnya justru datang dari dirinya sendiri. Lho kok begitu? Marilah kita mencoba membahas faktor-faktor tersebut satu per satu.

Pertama ketakutan dan stress. Ketakutan sangat bervariasi bentuknya. Takut tidak berhasil, takut salah, takut tidak lulus, takut kalau sakit dan segala bentuk ketakutan lainnya. Akibatnya ketakutan menumpuk selapis demi selapis. Akumulasi ketakutan ini akan berujung kepada stress. Tergantung daya resistensi ketika menahan stress ini. Jika stress ini tidak dapat diurai dan dialihkan akan membuat orang gelisah, galau, emosional, sensitif, dsbnya.

Ke dua frustrasi dan kemarahan. Kegagalan yang berturut-turut membuat frustrasi. Jika tidak mampu mengendalikan diri, yang timbul kemudian adalah kemarahan. Marah pada situasi, marah terhadap kondisi dan marah kepada diri sendiri. Padahal semakin marah bukan selesai masalahnya, malah semakin frustrasi. Ini sungguh situasi emosi yang sangat ngeri.

Ke tiga adalah kesedihan dan duka cita. Sedih dan berduka wajar saja, tetapi jangan sampai berkepanjangan. Kesedihan yang panjang membuat seseorang seperti berada dalam gelap. Tidak setitik pun cahaya yang memberi petunjuk dan harapan. Yang tinggal adalah perasaan tidak berdaya dan merasa paling menderita.

Ke empat adalah putus asa. Tidak ada harapan lagi. Pasrah dalam konotasi negatif. Tidak ada lagi usaha dan tidak mampu lagi berbuat sesuatu yang lebih baik. Membuat penderitanya kecil hati dan merasa tidak berguna.

Ke lima adalah kesepian. Rasa sepi belum tentu berada di tempat yang sepi, di tengah keramaian bisa juga merasa kesepian. Situasi dimana tidak ada teman, tidak ada kegiatan, tidak ada komunikasi dan dalam situasi yang monoton akan membuat orang kesepian. Dalam jangka waktu lama, situasi ini akan memberi efek negatif.

Ke enam adalah penderitaan dan kesulitan. Setiap orang ada batasnya dalam menerima dua hal ini. Penderitaan dan kesulitan hidup yang panjang, membuat dia terus menggerutu dan melihat semuanya negatif. Malah bisa jadi akhirnya  menyalahkan Allah, mengapa kok dia selalu menderita dan sulit kehidupannya?  Astaghfirullaahal azhiim …

Ke tujuh adalah irihati. Sebenarnya irihati bisa juga bersifat positif, jika oleh karenanya membuat orang berusaha berbuat lebih baik agar mencapai apa yang membuatnya irihati. Hanya saja jika hanya irihati belaka, itu akan memakan enerji positifnya. Hatinya menjadi tidak tenteram, gelisah dan selalu berusaha untuk mengalahkan seseorang yang membuatnya irihati.

Ke delapan adalah penyakit dan takut mati.  Manusia selalu menghindari sakit. Segala upaya dilakukan agar tidak mengalami sakit. Apalagi apalagi sampai dirawat di rumah sakit. Itu adalah sakit secara fisik dan juga sakit secara finansial. Apabila memasuki tahap yang sedemikan rupa, sehingga membuat takut mati. Ini lebih berat lagi.

Begitulah bagaimana ke 8 faktor itu telah menghalangi kegembiraan. Jika terus-menerus dibiarkan dan tidak ada usaha untuk menetralisir atau menghilangkannya, bukan saja akan menghalangi kegembiraan bahkan akan merampas kegembiraan itu. Dan manusia yang tidak pernah mengalami kegembiraan, biasanya juga menjadi tidak mampu untuk bersyukur. Astaghfirullah

Padalah Allah Swt sudah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Insyirah ayat 5-6 :
“Sungguh, bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Bersama kesulitan benar-benar selalu ada kemudahan.”

Akhirnya, semoga kita semua mampu menghilangkan faktor-faktor penghalang kegembiraan itu dan akan mampu menikmati kegembiraan itu dengan penuh suka-cita. Marilah berusaha menetralisir ke 8 faktor tersebut dengan selalu berusaha untuk bersikap dan berfikir positif.

Semoga …

KMO : Sabtu Wage, 21 Sept 2019
KPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *