ATC & Jabatan Strategis

Diskusi di WAG ATS Indonesia pagi ini memunculkan wacana yang sudah lama ada, tetapi tidak pernah muncul dengan jelas ke permukaan. Hanya terbatas dalam diskusi dan rerasanan saja, diantara para senior ATC. Mengapa ATC belum memperoleh  kesempatan menjadi CEO?

Dalam lingkungan perusahaan LPPPNI atau Airnav sebenarnya atau seharusnya ATC-lah yang memegang peran sentral, dan menempati beberapa posisi strategis. Tetapi justru yang muncul ke permukaan adalah mereka yang bukan ber-latar belakang ATC. Kok bisa begitu? Padahal para senior ATC dikenal sangat menguasai dan mumpuni dan mahir pada bidang tugasnya. Seyogyanya mereka lah yang menjadi memimpin dan mengelola perusahaan yang berbasis navigasi udara ini. Mengapa bukan mereka?

Sebagai mantan ATC, saya ingin berbagi masukan dan pandangan dalam hal ini. Mengingat saya pernah berada di dalam lingkungan ATC, saya fikir saya dapat memberi pandangan yang lebih nyata dan kongkrit. Begini :

Yang pertama, dalam hal teknis para senior ATC itu memang diakui mahir dan sangat kompeten dan menguasai teknik per-ATC-an. Tidak ada personil lain seperti mereka, yang mampu dan se-mahir mereka. Fully competency-proof! Hanya saja dalam mengendalikan satu institusi dan organisasi, dibutuhkan kemampuan tambahan lain selain dari hal-hal yang bersifat teknis belaka.

Kedua, kemampuan manajemen dan komunikasi yang baik. Disinilah biasanya para senior ATC itu mengalami kendala. Sifat pekerjaan ATC yang cenderung sendiri, mandiri, dan memiliki wewenang penuh dalam mengendalikan lalu lintas udara, telah mempengaruhi perilaku para ATC. Oleh karena itu wajarlah jika mereka kemudian cenderung selfish, single fighter, otoriter, lebih percaya fikiran sendiri dan kurang dapat menerima pendapat orang lain.

Ketiga kemampuan manajerial dan leadership. Pada peringkat supervisor dan manager menengah, kemampuan ini belum begitu tampak dibutuhkan dan juga belum menjadi pertimbangan yang signifikan. Tetapi begitu berada pada level Direksi apalagi CEO, hal itu kemudian menjadi pertimbangan yang sangat penting. Kemampuan dalam beradaptasi, menerima dan mengelola perbedaan, berkomunikasi dengan pimpinan yang berbeda pandangan.

Apalagi jika diminta menjalankan perintah yang tidak sesuai dengan pola pikir dan pandangannya, membuat ATC menunjukkan sifat aslinya. Dia cenderung bersikukuh dengan pola fikirnya sendiri. Pada titik inilah para senior ATC yang sangat kompeten itu, tidak mampu melalui saringan akseptabilitas. Dan akhirnya berguguran.

Para boss yang di atas sudah tentu membaca hasil competency test dan psikotest para senior ATC. Mereka membaca hasil test sekaligus juga mengamati dan menilai management skill para senior ATC ini. Dan jika para senior ATC tidak mau mengubah behavior-nya, dan bersikukuh dengan perilaku ATC seperti ketika mereka masih memegang mike, maka akan sulit bagi mereka mendapat approval dari para penentu kebijakan.

Mereka yang diatas akan lebih memilih mereka yang mau dan mampu bekerja sama dan menjalankan strategi yang telah diputuskan. Jadi wajarlah jika para boss yang diatas, tidak mau memberikan wewenang kepada siapa saja yang tidak sejalan dengan strategi mereka.

Akhirnya, tidak diragukan lagi para ATC memiliki competency dan kemampuan teknis yang hebat, tetapi mereka rata-rata kalah dalam hal acceptability. Seperti kata Charles Darwin Survival of the fittest. Bukan yang hebat dan kuat, tetapi mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, merekalah yang akan bertahan.

Inilah saatnya bagi para generasi penerus untuk melakukan introspeksi, apa memang benar demikian? Kemudian berusaha dengan aktif. Membenahi dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam layar radar, kebutuhan pucuk pimpinan di masa mendatang. Rasanya bukan waktunya lagi menganggap diri sendiri mampu dan mumpuni, padahal para penentu kebijakan yang di atas sana justru menilai sebaliknya.

Mudah-mudahan ini menjadi semacam introspeksi, inspirasi, dan evaluasi sekaligus juga bahan pemikiran.
Maaf jika salah.

Heru Legowo
JATC Co. VIII – Curug 1975
Senin, 5 Agustuss 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *