Siapakah Ulil Albab tu?

Allah Swt menciptakan alam semesta raya demi kemaslahatan ummat dan semua mahluk yang juga diciptakan-NYA. Dan alam semesta ini ternyata terus berkembang dari waktu ke waktu. Seperti balon yang ditiup, semakin lama semakin membesar. Jarak antar Galaxy, antar Nebula, antar bintang-bintang, semakin lama semakin menjauh. Dan jarak yang terbentang diantara benda-benda angkasa itu bisa ribuan bahkan jutaan tahun perjalanan cahaya. Luar biasa. Allahu Akbar …

Memperhatikan fenomena tersebut baru sadarlah kita, bahwa betapa sebenarnya kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Betapa kecilnya kita jika dibandingkan dengan alam semesta yang masih terus akan berkembang itu! Di alam semesta, mestinya ada ratusan, ribuan dan bahkan jutaan planet yang menyerupai bumi. Dan sangat besar kemungkinannya iklimnya serupa, sehingga ada mahluk lain ciptaan Allah, yang menyerupai manusia di sana.

Manusia saja yang belum tahu, karena teknologi dan kemampuan fikirannya belum sampai kesana. Sebagai ilustrasi saja, di Papua sana ada satu suku yang membuat rumah sangat tinggi, puluhan meter diatas pohon. Ketika ditemukan pertama, mereka kaget, takut dan heran. Selama ini mereka merasa di luar kelompok mereka, tidak ada manusia lain selain suku mereka! Barangkali begitu juga manusia yang belum menemukan mahluk serupa, di dalam tata surya. Wallahu’alam.

Bagi mereka yang sempat merenung dan menyempatkan berfikir sedikit, mesti mengerti fenomena itu. Allah Maha Segala dan menciptakan semua kehebatan yang sangat luar biasa itu, hanya dengan “Kun Fayakun”.

Bagi Allah Swt sangatlah mudah menciptakan, memelihara dan memusnahkan alam semesta ciptaan-NYA. Terserah apa yang menjadi kehendak-NYA. Demi untuk menjaga alam agar bermanfaat bagi manusia dan semua mahluk ciptaan-NYA, Allah Swt membuat hukum-hukum di langit dan bumi. Dan hanya manusia yang berakal dan berilmu sajalah yang mampu membaca hukum-hukum yang tidak tertulis itu.

Sayangnya manusia memang mahluk yang paling banyak membantah, mengabaikan perintah Allah dan suka melakukan hal-hal yang justru akan mencelakakan mereka sendiri, walaupun sudah ada larangan-NYA.

Allah Yang Maha Mengetahui kemudian mengirimkan dan menentukan utusan-utusannya di bumi, untuk menjaga alam dari kemusnahan akibat ulah manusia. Sekaligus juga agar alam memberikan kenikmatan yang lebih banyak bagi mahluk-NYA. Kemudian utusan-utusan-NYA itu yaitu para Rasul dan Nabi atas kehendak-NYA, semua bekerja keras dan mencurahan segala upaya untuk menjaga manusia agar hidup dengan benar dan mendapatkan rakhmat Allah Swt.

Kemudian bagaimana agar manusia mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari alam semesta? Allah Yang Maha Pengasih kemudian memilih dan menentukan manusia pilihan. Mereka yang dipilih ini bertanggung-jawab dan berusaha keras, bagaimana agar hukum-hukum Allah di alam semesta ini menjadi mewujud secara nyata dan dapat dinikmati dengan lebih optimal.

Sebagai manusia pilihan, pasti mereka bukan orang sembarangan. Pasti memiliki kelebihan dan keistimewaan yang tidak sembarangan. Banyak kriterianya untuk sampai dipilih Allah Swt. Dan dia yang ditunjuk itu, berkewajiban menjadi penemu, penggerak dan membuat sesuatu, sebagai perwujudan kasih sayang Allah Swt. Mereka itulah yang disebut Ulul Albab.

BEBERAPA KRITERIA
Ulul Albab adalah seorang insan spiritual yang dekat dengan Allah sekaligus cerdas dan memiliki kemampuan berfikir yang tajam. Kedua hal tersebut berada pada tingkat yang istimewa dan tidak biasa.

Abuddinata dalam karyanya : “Tafsir Ayat-ayat Pendidikan”mengatakan bahwa Ulul Albab adalah seseorang yang mampu melakukan dua hal sekaligus, yaitu Tadzakkur yakni mengingat (Allah), dan Tafakkur memikirkan (ciptaan Allah). Ulul Albab memiliki ketajaman intuisi dan intlektual dalam berhadapan dengan dunianya, karena mereka telah memiliki potensi yang sangat langka yaitu hikmah dari Allah SWT.

Ulul Albab mampu membaca hukum-hukum Illahi di langit dan bumi dan mampu menerapkannya dalam kehidupan secara nyata sehingga bermanfaat bagi manusia. Sekedar contoh saja, bagaimana dia mampu mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Dengan perantaraan photo-cell, dia membuat lampu yang menerangi ruangan dalam Honai suku asli di pedalaman Papua, sehingga menjadi terang benderang. Dia juga mampu menggerakkan mobil dengan tenaga listrik, yang dipanen dari sinar matahari.

Di era modern ini sungguh amat banyak sekali contoh inovasi dan kreasi manusia, yang membuat manusia menjadi hidup lebih sehat, lebih akurat, mudah dan lebih murah. Itu adalah hasil imajinasi dan kreasi para Ulul Albab.

Seorang Ulul Albab mempunyai dorongan kuat untuk belajar banyak dan berfikir mendalam. Mencari pengertian yang paling hakiki atau inti yang hanya dilakukan apabila seseorang itu berfikir secara radikal ke akar-akarnya. Dari aktifitas itulah orang sampai pada tingkat kebijaksanaan atau wisdom.

Adapun beberapa ciri-ciri Ulil Albab antara lain adalah :

  • Bersungguh-sungguh dalam menggali ilmu pengetahuan. (QS. 3:190)
  • Selalu berpegang pada kebaikan dan keadilan (QS. 5:100)
  • Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, pandai menimbang ucapan, teori, proposisi atau dalil yang dikemukakan oleh orang lain. (QS.39:18)
  • Menyampaikan ilmunya untuk memperbaiki masyarakatnya, memperingatkan kalau terjadi ketimpangan, dan protes kalau ada terjadi ketidak-adilan. (QS.14:52)
  • Mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu. (QS.59:18)
  • Bangun malam sujud dan rukuk di hadapan Allah SWT (QS.39:9)
  • Tidak takut kepada siapapun, kecuali Allah semata. (QS.17:36)
  • Memahami substansi permasalahan secara mendalam. (Qs 2:179)
  • Mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa terdahulu. (QS.12:111)
  • Memiliki kejernihan pikiran dan kelembutan hati untuk bertaqwa kepada Allah SWT (QS.65:10)
  • Mampu meletakkan sesuatu sesuai tempatnya. (QS.2:269)

Dalam Al-Qur’an Ulul Albab mempunyai berbagai arti tergantung dari penggunaannya. Dalam A Concordance Of The Qur’an yang dikutip oleh Dawam Rahardjo, kualifikasinya adalah :

  • Mempunyai pemikiran (mind) yang luas atau mendalam.
  • Mempunyai perasaan (heart) yang peka, sensitif atau halus perasaannya.
  • Memiliki daya pikir (intellect) yang tajam atau kuat.
  • Memiliki pandangan atau wawasan (insight) yang luas dan mendalam.
  • Memiliki pengertian (understanding) yang akurat, tepat atau luas.
  • Memiliki kebijakan (wisdom), mampu mendekati kebenaran, dengan pertimbangan-pertimbangan yang terbuka dan adil.

Ulul Albab memiliki ketajaman intuisi dan intelektual dalam berhadapan dengan dunianya, karena mereka telah memiliki potensi yang sangat langka yaitu hikmah dari Allah SWT. Seorang Ulul Albab mempunyai dorongan yang kuat untuk belajar banyak dan berfikir mendalam, mencari pengertian yang paling hakiki atau inti yang hanya dilakukan apabila seseorang itu berfikir secara radikal ke akar-akarnya. Dan akan mengantar seseorang sampai tingkat kebijaksanaan.

Ulil Albab adalah seseorang yang memiliki wawasan luas dan mempunyai ketajaman dalam menganalisis suatu permasalahan. Orang yang terbuka dengan semua masukan dari orang lain. Dan dengan kecerdasan dan pengetahuan yang luas, mereka tidak pernah melalaikan Rabb-nya.

Mereka menggunakan kelebihan yang dimiliki, selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengingat (dzikir) dan memikirkan (fikir) semua keindahan ciptaan dan rahasia-rahasia ciptaanNya.

Jika mereka hanya mengandalkan tafakkur-nya kemampuan berfikirnya yang luar biasa dan meninggalkan tadzakkur, maka alangkah berbahayanya bagi kehidupan ummat manusia. Orang semacam ini dapat berubah menjadi monster yang mengerikan, yang akan memberi mudharat bagi manusia.

Akhirnya, semogalah kita dapat sedikit meniru untuk mencapai  seperti itu, walaupun itu pasti amat sangat amat jauh. Paling tidak dalam skala  yang betapa pun masih sangat kecil sekali pun.

Wallahu’alam.
Mohon maaf jika salah.

KMO : Kamis Pon, 27 Juni 2019
KPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *