Dimanakah Level Kita?

Pada suatu komunitas, hampir selalu ada peringkat di bidang apa saja. Begitu juga dalam memahami sesuatu masalah tentang apa saja, selalu ada peringkatnya. Peringkat ini sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Kecerdasan, keseriusan, ketekunan, kemauan, semangat, passion, bakat, latihan dan yang tidak boleh dilupakan adalah ada petunjuk-NYA. Mereka yang melakukan suatu kegiatan dan memenuhi semua kriteria diatas, akan menjadi seseorang yang istimewa.

Piramida diatas menunjukkan peringkat seseorang dalam memahami sesuatu. Pada level tertinggi disebut sebagai Guru. Beliau faham dan mengerti dengan baik disiplin ilmu yang dikuasai. Dan selalu mencari dan meng-update pemahamannya. Para guru terus berusaha tahu mengenai hal-hal baru yang terjadi di sekelilingnya, kemudian mencari tahu penjelasan mengenai fenomena tersebut.

Pada peringkat ke dua adalah murid. Mereka orang-orang yang masih merasa perlu belajar untuk memahami sesuatu. Baik tentang hal yang baru, juga mengklarifikasi dan meluruskan pengertian atau pemahaman yang selama ini sudah diketahuinya. Oleh sebab itulah lalu dia secara aktif, mencari guru.

Pendengar berada di peringkat ke tiga. Dia mendengarkan segala hal yang membuat pengertian dan pemahaman baru. Bedanya dengan murid, mereka ini pasif. Mereka tidak aktif mencari tahu atau bertanya tentang sesuatu yang sudah didengar. Masih syukur juga apabila setelah mendengar, lalu merenungkan dan melakukan apa yang sudah didengarnya.

Yang ke empat penggemar, barangkali ini semacam follower. Hanya mengikuti apa atau siapa yang menjadi idolanya, tanpa berusaha tahu mendalam apa yang digemarinya. Yang dia tahu hanya hal-hal yang istimewa dari idolanya.

Kemudian masing-masing peringkat itu juga memiliki peringkat lagi yang lebih rinci, sesuai kapasitas dan kualitasnya masing-masing. Seorang guru misalnya, juga bertingkat terdiri dari beberapa level. Guru yang menuntun baca-tulis. Guru yang mengajarkan hal-hal yang praktis. Guru yang mengajarkan mengenai konsep tentang sesuatu. Dan guru sejati yang mengajarkan hal-hal yang bersifat ruhaniah.

Begitu juga pada peringkat lainnya. Murid, Pendengar dan Penggemar juga memiliki levelnya sendiri-sendiri, sesuai kaasits dan kualitasnya masing-masing.

Akhirnya manusia ditakdirkan memiliki kemampuan, kecerdasan dan passion berbeda, sehingga peringkatnya pun lalu menjadi berbeda-beda. Walaupun begitu, terpulang kepada anda mau berada di peringkat mana?

Wallahu’alam
Maaf jika salah.

KMO : Rabu Kliwon 19 Juni 2019
KPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *