Menerima dan Memberi

Alam semesta diciptakan Allah, dengan konsep dasar memberi dan menerima. Tidak ada yang independen. Hanya Allah Yang Maha Segalanya yang tidak tergantung kepada siapa dan apa pun juga. Begitu juga dalam kehidupan. Hidup adalah saling memberi dan menerima.

Itu adalah sunatullah. Allah menjadikan alam semesta berdasarkan konsep tersebut. Perhatikanlah sekeliling kita dan renungkanlah bagaimana konsep itu berjalan dengan kerumitan yang sangat canggih.

Yang sederhana saja, sinar matahari. Matahari memberi kehidupan yang luar biasa besar kepada alam semesta di bumi. Bahkan bisa dikatakan jika matahari berhenti bersinar, maka matilah kehidupan di bumi ini! Tanaman, pohon-pohon, binatang dan manusia memperoleh manfaat besar dari sinar matahari ini.

Juga matahari menjaga keseimbangan alam semesta, sinar matahari menjaga bumi sehingga tidak membeku. Tanaman tumbuh, pohon berbuah, binatang makan tanaman, manusia makan buah dan seterusnya.

Jadi jika anda memberi sesuatu baik berupa materi maupun bukan. Suatu saat itu akan kembali kepada anda dalam bentuk lain yang berbeda. Allah yang mengatur semua proses yang rumit itu. Pada waktu anda memperoleh sesuatu yang berharga apa pun bentuknya – berarti suatu saat entah kapan – pasti anda pernah memberi sesuatu, yang sudah tidak anda ingat lagi.

Memberi sebenarnya adalah safety valve. Dengan memberi selain bermanfaat bagi orang lain juga membuat anda sehat. Metafora yang sederhana tampak pada seekor kambing atau sapi. Setelah makan kenyang, maka kambing dan sapi menghasilkan susu yang banyak dan tersimpan pada kandung susunya.

Susu yang melimpah itu harus dikeluarkan! Jika tidak kambing atau sapi itu justru akan sakit. Pada proses memerah susu, sebenarnya selain memanfaatkan susu; tetapi yang lebih penting, itu membuat kambing dan sapi menjadi sehat.

Kita sudah mengerti tentang ini. Tinggal melakukannya saja. Hanya saja barangkali yang sering terlupa, kita selalu ingat ketika memberi, tetapi kurang mengingat ketika diberi. Terutama pemberian dari Allah Swt. Yang sederhana saja, ketika menghirup udara. Proses itu seakan itu berjalan begitu saja. Cobalah anda merasakan seorang penderita sakit asma. Ketika mereka kesulitan bernafas, menghirup udara itu terasa sangat begitu sukar! Dan itu bisa membuat panik.

Akhirnya, semoga Allah Swt memberikan kesehatan dan melapangkan rezeki yang kebetulan membaca tulisan ini.
Amin Ya Rabbal Alamin …

Kemayoran, 25 Mei 2019
Ki Pandan Alas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *