Puasa, Shiyam & Shaum

Kita sudah berpuasa puluhan tahun tetapi barangkali ada yang terlewat. Kita kurang atau tidak cukup memperhatikan makna yang sebenarnya. Selama ini puasa difahami sebagai :  tidak makan, minum, bersebadan dan tidak melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa; sejak dari Imsak sampai dengan waktu Maghrib.

Dalam bahasa Al-Qur’an puasa yang kita kerjakan itu disebut dengan dua kata, yaitu shiyam dan shaum. Keduanya berarti menahan diri, tetapi maknanya berbeda.

Kata shiyam dalam Al-Quran disebut sembilan kali, dalam tujuh ayat. Yang paling sering disebut para ustadz dalam tausiah, adalah dalam surah Al-Baqarah ayat ke-183.

Sedangkan kata shaum disebutkan hanya satu kali, dalam surah Maryam ayat ke-26. Kata shaum di sini dalam ayat itu berarti menahan diri tidak berbicara, karena tidak ada manfaat dari pembicaraan itu.

Jadi perbedaan antara shaum” dengan shiyam adalah shaum bersifat umum. Sedangkan shiyam bersifat khusus. Shiyam hanya digunakan untuk arti berpuasa yang selama ini kita kerjakan, tidak makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa.

Shaum digunakan untuk semua hal, yang dimaksudkan untuk “menahan diri”. Menahan diri berbicara (walaupun benar), jika hal itu akan menimbulkan sakit-hati atau keributan. Menahan diri dari angkara murka, menahan diri dari nafsu amarah, iri, dengki, berburuk-sangka, mencaci-maki dsbnya. Semua perilaku “menahan diri” tersebut  disebut shaum.

Shiyam adalah bagian dari arti shaum. Dalam niat puasa yang digunakan adalah “shaum” bukan “shiyam” : Nawaitu shauma ghadin ‘an adai fardhi syahri ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Maksudnya agar manusia tidak hanya berpuasa secara fikih saja. Tetapi juga berpuasa dari segala hal dan menahan diri dari segala macam sifat buruk. Menahan diri tidak makan-minum-seks hanyalah sebagian kecil dari shaum.

Akhirnya menjalankan shaum terasa lebih berat daripada shiyam. Shiyam diwajibkan sejak Imsak sampai dengan Maghrib di bulan Ramadan. Sedangkan shaum sejak bangun tidur sampai tidur lagi, sepanjang hidup. Berat kan?

Jadi shaum pada hakikatnya adalah output atau pencapaian dari shiyam.

Wallahu’alam

KMO, Ahad Wage 19 Mai 2019
Puasa hari ke 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *