Melewati Enam Empat

Waktu berkelebat begitu cepat, bagaikan kilat. Tidak sempat curhat, tahu-tahu sudah enam empat. Puji dan syukur kepada Yang Maha Penentu atas segala sesuatu, masih diberi waktu agar tidak lagi menggerutu. Masih diberi ijin menghirup udara dan menikmati nikmat-NYA yang melimpah, yang sering tidak terduga dan tidak terkira.

Sebulan yang lalu mengurus perpanjangan SIM. Lima tahun lagi. Tidak tahu apakah masih bisa dan sempat nyetir lagi, dalam lima tahun mendatang. Semoga saja masih bisa, bregas, awas dan trengginas.

Teringat ketika berusaha memahami alam. Dengan nekad, sudah aku puncaki sepuluh gunung. Tidak mudah melakukan pendakian yang sulit, yang memakan tenaga, mengikis mental dan semangat. Saat tertunduk sujud dan menangis di puncak Rinjani. Di sana baru mengerti dan memahami betapa hebatnya, Allah Yang Maha Mencipta.

Juga bersyukur sudah mengunjungi hampir seluruh penjuru nusantara dari Sabang sampai Merauke. Bertemu banyak jenis manusia dan etnis dengan keunikan dan kepribadiannya. Mengunjungi suku Badui di Cikertawana-Banten. Sampai suku asli Papua yang tinggal bersama mummi nenek moyangnya, di dalam honai di Wamena.

Selain itu paling tidak pernah juga ngopi di New York, London dan di Paris. Menyeberangi Golden Gate. Juga sempat melangitkan doa di Gua Hira, dan memasuki piramida buatan Fir’aun. Ini bukan takabur. Hanya wujud mewakili rasa syukur.

Khayalan melayang ke beberapa tahun silam. Lalu sayup-sayup terdengar alunan lagu “My Way”. Liriknya ditulis Paul Anka, dipopulerkan Frank Sinatra tahun 1969. Lagu yang abadi. Liriknya seakan mewakili para senior se-usia aku dan yang lebih sepuh lagi.

Lagu yang sangat ekspresif. Tentang seorang lelaki yang telah melewati masa-masa sulit, duka-bahagia. Meskipun begitu dia tetap tegar, melewati segala macam kesulitan dengan caranya sendiri.
Seperti sahabatku, yang sedang membaca tulisan ini.

Waktu melompat begitu cepat. Mudah-mudahan masih semangat dan tetap taat, menghitung saat liang lahat. Kini menyiapkan diri menghadapi tirai terakhir. Mengalir menuju batas akhir.

Semoga Allah Swt memberi berkah dan husnul khatimah.
Amin Ya Rabbal Alamin.

KMO : Kamis Legi, 16 Mei 2019
KPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *