Followership

Dalam lingkup manajemen yang sering terdengar dan dipelajari banyak orang adalah tentang Leadership. Semua buku dan para motivator berbicara mengenai leadership. Tidak ada atau jarang sekali yang membahas mengenai kepengikutan atau followership. Padahal followership juga tidak kalah pentingnya dengan Leadership. Kok bisa?

Lha kalau tidak ada followership, maka Leadership menjadi tumpul dan mandul. Leadership hanyalah suatu bentuk kemampuan dan keahlian yang tidak banyak bermanfaat, tanpa adanya followership. Seorang pemimpin yang tidak memiliki pengikut, atau pengikutnya tidak lagi mau mengikutinya; maka dia sudah bukan pemimpin yang sebenarnya lagi.

Seorang pemimpin akan diikuti oleh pengikutnya, dipengaruhi oleh 4 hal. Kekuasaan, kepintaran, kekayaan dan perilaku & budi baiknya. Kombinasi dari ke empat hal itulah yang membuat orang mengikutinya. Jika ke empat hal itu sudah tidak dimiliki oleh seorang pemimpin, maka orang sudah tidak akan mengikutinya lagi.

Oleh sebab itulah penting bagi seorang pemimpin, untuk berhati-hati menjaga kepengikutan anak-buahnya. Jika tidak, dia akan ditinggalkan. Pertama, para pengikut akan mengikuti seorang pemimpin yang dapat melindunginya, baik secara fisik maupun kepentingannya. Jika pemimpin dapat memberikan perlindungan, dia akan diikuti. Apalagi jika pengikutnya terangkat harga diri dan value-nya. Kepengikutannya sangat kuat dan tidak mudah goyah.

Yang kedua, kecerdasan dan kepintaran penting pagi pemimpin. Pemimpin mesti dapat memberikan gambaran masa depan yang akan terjadi dan memberi solusi jika ada masalah. Pemimpin dituntut selalu mempunyai solusi.

Ketiga, pemimpin seyogyanya memiliki kekuatan finansial untuk mendukung dan melaksanakan ide, pemikiran dan cita-nya. Juga membiayai operasional kegiatan-kegiatan yang direncanakannya. Para pengikut yang memperoleh manfaat finansial, akan bertahan menjadi pengikut dan pendukungnya.

Ke empat, perilaku dan budi baik seorang pemimpin menjadi salah satu alasan dia diikuti. Pemimpin mesti berperilaku baik, bertanggung-jawab, religius, membela yang tertindas, egaliter, sosial, peduli kepentingan masyarakat dan kepentingan umum. Itu semua menjadi alasan mengapa pemimpin diikuti.

Akhirnya, bagi pemimpin atau yang sedang diberi amanah untuk memimpin, berhati-hatilah dalam menjaga followership ini dengan baik. Diantara para follower itu, banyak juga yang oportunis. Berhati-hatilah. Ketika pemimpin sedang terpuruk, mereka satu persatu meninggalkannya.

Bagaimana lagi … ?!

TSI-Yk, 29 April 2019
herulegowo@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *