Menerima dan Memberi

Alam semesta diciptakan Allah, dengan konsep dasar memberi dan menerima. Tidak ada yang independen. Hanya Allah Yang Maha Segalanya yang tidak tergantung kepada siapa dan apa pun juga. Begitu juga dalam kehidupan. Hidup adalah saling memberi dan menerima.

Itu adalah sunatullah. Allah menjadikan alam semesta berdasarkan konsep tersebut. Perhatikanlah sekeliling kita dan renungkanlah bagaimana konsep itu berjalan dengan kerumitan yang sangat canggih.

Yang sederhana saja, sinar matahari. Matahari memberi kehidupan yang luar biasa besar kepada alam semesta di bumi. Bahkan bisa dikatakan jika matahari berhenti bersinar, maka matilah kehidupan di bumi ini! Tanaman, pohon-pohon, binatang dan manusia memperoleh manfaat besar dari sinar matahari ini.

Juga matahari menjaga keseimbangan alam semesta, sinar matahari menjaga bumi sehingga tidak membeku. Tanaman tumbuh, pohon berbuah, binatang makan tanaman, manusia makan buah dan seterusnya.

Continue reading “Menerima dan Memberi”

Tiket Mahal

Saya mau crita yang ringan saja. Yang berat-berat, sudah ada ahlinya. Biar beliau-beliau yang ahli yang mikir, karena bisa pusing tujuh keliling tuh.

Dulu sekali yang naik pesawat masih jarang. Mereka yang naik pesawat biasanya kalau bukan pebisnis, turis, pemegang konsesi, ya para pejabat yang melakukan perjalanan dinas. Atau yang mereka mengalami keadaan darurat dan yang mendesak.

Masyarakat kelas bawah menggunakan bus dan kereta api. Pada waktu itu kereta api masih “jejel uyel-uyel”. Sangat tidak manusiawi. Dibawah kursi digelar koran dan mereka pun lalu tidur mendengkur. Yang masih melek, kalau ada kondektur lewat langsung pura-pura tidur. Kondekturnya faham : “Karcis mas! Jangan pura-pura tidur!” Hahaha …

Continue reading “Tiket Mahal”

Puasa, Shiyam & Shaum

Kita sudah berpuasa puluhan tahun tetapi barangkali ada yang terlewat. Kita kurang atau tidak cukup memperhatikan makna yang sebenarnya. Selama ini puasa difahami sebagai :  tidak makan, minum, bersebadan dan tidak melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa; sejak dari Imsak sampai dengan waktu Maghrib.

Dalam bahasa Al-Qur’an puasa yang kita kerjakan itu disebut dengan dua kata, yaitu shiyam dan shaum. Keduanya berarti menahan diri, tetapi maknanya berbeda.

Kata shiyam dalam Al-Quran disebut sembilan kali, dalam tujuh ayat. Yang paling sering disebut para ustadz dalam tausiah, adalah dalam surah Al-Baqarah ayat ke-183.

Continue reading “Puasa, Shiyam & Shaum”

Melewati Enam Empat

Waktu berkelebat begitu cepat, bagaikan kilat. Tidak sempat curhat, tahu-tahu sudah enam empat. Puji dan syukur kepada Yang Maha Penentu atas segala sesuatu, masih diberi waktu agar tidak lagi menggerutu. Masih diberi ijin menghirup udara dan menikmati nikmat-NYA yang melimpah, yang sering tidak terduga dan tidak terkira.

Sebulan yang lalu mengurus perpanjangan SIM. Lima tahun lagi. Tidak tahu apakah masih bisa dan sempat nyetir lagi, dalam lima tahun mendatang. Semoga saja masih bisa, bregas, awas dan trengginas.

Continue reading “Melewati Enam Empat”

Makna Aksara Jawa

Sastra Jawa ternyata mempunyai nilai tinggi, tetapi sekarang mulai banyak dilupakan, ditinggalkan atau tidak diketahui orang yang semestinya menjadi pewaris. Diakui atau tidak, aksara Jawa merupakan alfabet paling unik di dunia ini. Ditinjau dari jumlah, aksara ini terdiri dari 20 jenis huruf yang melambangkan 20 jari manusia. Jari merupakan alat hitung manusia yang paling sederhana.

Hal ini melambangkan bahwa dalam menjalani kehidupannya, orang Jawa selalu menggunakan perhitungan matang, sebelum melangkah atau ketika akan mengambil keputusan penting.

Deretan ke dua-puluh aksara Jawa tersebut adalah seperti pada gambar di atas ini. Entah kebetulan atau disengaja, deretan huruf di atas ternyata bukan deretan huruf tanpa makna, tetapi membentuk empat kalimat yang mengandung filosofi yang sangat dalam maknanya, yang melambangkan perjalanan hidup manusia.

Continue reading “Makna Aksara Jawa”

Followership

Dalam lingkup manajemen yang sering terdengar dan dipelajari banyak orang adalah tentang Leadership. Semua buku dan para motivator berbicara mengenai leadership. Tidak ada atau jarang sekali yang membahas mengenai kepengikutan atau followership. Padahal followership juga tidak kalah pentingnya dengan Leadership. Kok bisa?

Lha kalau tidak ada followership, maka Leadership menjadi tumpul dan mandul. Leadership hanyalah suatu bentuk kemampuan dan keahlian yang tidak banyak bermanfaat, tanpa adanya followership. Seorang pemimpin yang tidak memiliki pengikut, atau pengikutnya tidak lagi mau mengikutinya; maka dia sudah bukan pemimpin yang sebenarnya lagi.

Continue reading “Followership”