Ojo Ndhisiki Kerso

Salah satu petuah dari para sesepuh dan orang tua yang selalu saya ingat adalah : “Ojo ndhisiki Kerso”. Jangan mendahului (keputusan) Allah! Saya sangat menjunjung tinggi nasehat ini. Allah Swt memang sudah menetapkan apa saja dan semuanya di alam semesta. Tidak ada satu pun atau sekecil apapun yang terlewat, yang tidak tercatat di dalamnya. Catatan itu terdapat dalam Lauhul Mahfudz.

Dan semua yang ada didalamnya sangat rahasia. Hanya Allah Swt yang mengetahui. Dan barangkali ada juga segelintir mahluk-NYA, yang diberi ijin untuk tahu – sangat sedikit sekali – apa yang tertulis di dalamnya. Wallahu’alam.

Saya merenung dan merasakan. Barangkali yang tercatat Lauhul Mahfudz disana, ada juga sedikit copy-nya. Dan copy-nya berada di dalam hati sanubari. Oleh sebab itu semua rahasia terletak didalam hati. Begitu banyak rahasia hati.

Bahkan untuk mengenal Allah, pun seseorang harus tahu hatinya lebih dulu. Sabda Rasulullah : “man arrafa nafsahu, faqad arrafa rabbahu”. Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.

Hati adalah rahasia. Tetapi hati berbisik tentang apa saja. Jika ditanya, hati menjawab dengan jelas. Dan sungguh bisikan hati itu selalu benar. Yang membuat hati menjadi “salah” adalah karena pikiran! Pikiran yang tidak sinkron, dengan apa yang dibisikkan hati. Ada deviasi antara suara hati dan analisis pikiran. Seyogyanya kita harus menjaga dengan ketat, agar deviasi itu menjadi nol! Tidak ada deviasi antara hati dan pikiran. Fully syncronized!

Hati tidak pernah salah. Pikiran yang didorong oleh ambisi dan kepentingan dapat membelokkan suara hati. Mestinya yang diikuti adalah suara hati, tetapi manusia lebih cenderung mengikuti jalan pikirannya. Mengapa? Itu adalah sarana untuk memenuhi kebutuhan, kepentingan dan ambisinya.

Kembali kepada nasehat diatas : “Ojo ndhisiki Kerso!” Pengalaman hidup mengatakan, hati berkata tentang sesuatu. Dan pada saatnya apa yang “dikatakan” hati itu terbukti! Hanya jika masih menjadi suara hati, simpanlah (lebih dulu) bagi dirimu sendiri. Jagalah dan jangan diumbar ke luar! Karena bisa jadi, Allah tidak suka rahasia-NYA diumbar terlebih dahulu. Biarlah tunggu dulu sampai tiba saatnya kelak. Kapan itu? Tergantung pada usahamu!

Fenomena ini sedang berlangsung di depan mata. Ada calon Presiden yang begitu yakin menang. Kemudian mendeklarasikan kemenangannya. Bapak itu sadar atau tidak, ternyata sudah “ndhisiki Kerso”. Mari kita lihat bersama, hasil akhirnya.

Mohon maaf jika salah … []

KMO : Ahad Legi, 21 April 2019
herulegowo@gmail.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *