Malaikat Dan Iblis

Malaikat dan Iblis, dua mahluk yang dijadikan Allah dengan tugas berbeda bahkan bertolak belakang. Yang satu menjadi utusan Allah Swt untuk menyebarkan kebaikan dan kedamaian. Satunya lagi justru diijinkan menggoda manusia untuk tidak mengikuti perintah Allah Swt.

Manusia tinggal dan hidup di dunia. Manusia menjadi obyek Malaikat yang memberi kebaikan dan kedamaian. Juga manusia adalah obyek yang digoda oleh Iblis. Oleh sebab yang mahluk yang menggoda manusia dan juga yang memberi kebaikan, mestilah berada di dunia. Paling tidak dalam proses semuanya itu berada di dunia yang fana ini.

Pemahaman logis gambaran tersebut diatas, ternyata tidak mudah. Manusia cenderung  membayangkan atau berasumsi bahwa malaikat dan iblis adalah mahluk supra natural, tidak berwujud dan tidak berbentuk nyata sebagaimana manusia.

Ilustrasi dibawah ini barangkali menggambarkan situasi tersebut.

Pada kehidupan sehari-hari, sikap seperti si Marbot itu masih terus terjadi. Malah mungkin sebagian besar persepsi kita, masih seperti gambaran pemikiran si Marbot tadi. Jika dilakukan oleh manusia, itu bukan dari Allah. Atau dari sisi buruknya, jika dilakukan oleh manusia itu bukan Iblis!

Tentang malaikat, Al-Quran menyatakan dengan cukup jelas pada Surat Al-Mursalat ayat 1-6. Hanya saja sebagian besar manusia mengartikan atau mempersepsikan malaikat itu, ya seperti gambaran si Marbot diatas. Padahal bisa saja malaikat itu berwujud manusia, atas kehendak Allah Swt.

Mari kita simak Surat Al-Mursalat tersebut. Semua yang digambarkan itu, sekarang (sudah) dapat dilakukan oleh manusia. Manusia juga dapat terbang dengan kencang dan dengan bantuan teknologi, mampu berada di beberapa tempat dalam sehari. Manusia juga dapat menjalankan fungsi-fungsi seperti uraian pada ayat-ayat itu.

Jadi jika Allah Swt berkehendak, manusia juga bisa mengerjakan yang disebut dalam Surat Al-Mursalat tersebut. Bukan hanya malaikat saja! Sebenarnya malaikat bukan hanya seperti yang kita bayangkan selama ini, atau seperti ilusinya si Marbot tadi.

Jadi manusia yang diutus oleh Allah “menjadi” seperti malaikat. Kang Iip Syarif Hidayatullah dalam pengajian tadi malam menjelaskan dan menggambarkan bahwa atas Kehendak Allah, manusia dapat menjadi salah satu dari 5 kemungkinan seperti gambar ini.

Itu berarti apabila Allah menghendaki, manusia dapat menjadi seperti pribadi ini. Suatu ketika dapat menjadi khalifah, menjadi malaikat, juga bisa menjadi iblis, dihidupkan kembali untuk memberi rahmat kepada manusia, atau ya sudah jadi manusia biasa saja.

Pernah anda nonton acara di televisi Bedah Rumah? Itu adalah sebuah contoh yang nyata. Dulu saya bilang, itu adalah hasil pekerjaan malaikat yang berwujud manusia. Ternyata penjelasannya adalah seperti uraian diatas. Seorang miskin yang membiayai hidupnya saja sangat sulit, suatu saat tiba-tiba rumahnya disulap menjadi rumah yang bagus. Seperti : bim salabim! Hanya ditinggal sehari-semalam, besok harinya rumah itu sudah jadi!

Bagi stasiun Televisi, itu adalah acara biasa. Tetapi sadar atau tidak, mereka dijadikan Allah Swt untuk menyebarkan kasih-sayang-NYA.

Dan jangan lupa. Orang yang mendapat hadiah bedah rumah pasti berdoa kepada Allah. Mohon pertolongan bagaimana caranya agar rumahnya tidak bocor. Dan Allah Swt menjawab permintaannya. Melalui acara Bedah Rumah! Saya selalu ikut terharu dan meneteskan airmata, ketika mereka kemudian sujud dan menangis! Pasti itu diluar mimpi mereka, bisa mendapat rumah yang bagus! Masya Allah … Allahu Akbar.

Itu contoh dari sisi malaikat. Pasti banyak contoh yang lainnya. Bagaimana dengan Iblis? Ini justru lebih banyak dan mengerikan. Yang nyata adalah ketika manusia bertindak emosional dan diluar kendali nalarnya Mereka membunuh, menembaki orang tidak bersalah, menjarah, meledakkan gedung, membantai jamaah masjid dan sebagainya. Dan juga melakukan bom bunuh diri.

Yang terakhir ini adalah hasil dari indoktrinasi yang keliru dan salah. Merekrut orang, memberi pemahaman yang salah dan meminta melakukan bom bunuh diri. Ini sungguh jahat sekali.

Dalam skala yang lebih ringan, tetapi dampaknya besar adalah menyebarkan hoax! Tampaknya sederhana, hanya mengetikkan di WA dan kirim! Tetapi dampaknya sangat besar. Membuat orang saling membenci, mencaci-maki, merasa yang benar hanya dirinya sendiri. Akibatnya membuat perpecahan, permusuhan dan membuat dikotomi Aku dan Kamu. Teman dan Lawan. Silaturahmi putus.

Sekarang sedang terjadi di media sosial, FB, Twitter, televisi, WAG tersebar hoax yang isinya sangat mengerikan.Ada fihak-fihak yang sengaja menyebarkan tujuannya mengadu-domba. Iblis berwujud manusia. Di luar sana mereka tertawa-tawa, bertepuk-tangan melihat korbannya saling debat dan merasa benar sendiri, lalu saling bermusuhan.

Akhirnya kembali kepada kita dan juga kehendak Allah Swt. Mau jadi apa kita? Malaikat atau (tanpa sadar) menjadi Iblis! Berbuat baik dan menjadi bagian dari rahmatan lil alamin. Atau sebaliknya menyebarkan hoax, mencaci-maki orang, menyebarkan kabar buruk yang mendiskreditkan orang, mencari teman untuk saling bermusuhan.

Astaghfirullah …
Mohon maaf jika salah.

 Kemayoran, Rebo Wage 20 Maret 2019
KPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *