Musibah dan Rejeki

Manusia sesuai kodratnya selalu mencari rejeki dimana pun berada.
Segala usaha dan upaya dilakukan untuk mengendus, mencari,
menemukan dimana rejekinya. Dan kemudian menjemputnya dengan
segala cara.

Lalu dengan kebesaran dan sifat rahman-rahim-NYA, Allah Swt membagikan rejeki kepada semua mahluk-NYA; tanpa pilih kasih. Dari manusia sampai ikan kecil di dasar samudera, semut yang tersembunyi di hutan belantara bahkan sampai kuman dan virus yang tidak terlihat, semua mendapatkan bagiannya masing-masing.

Allah Swt sungguh maha penyayang dan pengasih. Allah memberikan rejeki kepada semua mahluk-NYA. Yang berdoa dan yang tidak, yang bersyukur dan yang tidak atau belum. Penjahat, koruptor, pelaku bom, pengedar narkotika, copet, ustadz, kyai, mubaligh, guru, pilot dan ATC  semua mendapat bagiannya. Tanpa terkecuali. Allahu Akbar …

Disisi lain manusia juga selalu menghindari musibah. Musibah yang hampir selalu dikembalikan kepada Allah, seakan-akan terjadinya disebabkan karena Allah. Astaghfirullah …

Padahal jika dicermati dan ditelisik dengan cermat, penyebabnya kembali lagi adalah manusia juga. Kok bisa? Coba saja musibah tanah longsor dan banjir, sebabnya juga manusia yang tidak memelihara alam dengan seyogyanya.

Walaupun juga ada musibah besar yang ditimpakan Allah kepada suatu kaum, disebabkan perilakunya bertentangan dengan kehendak-NYA. Tsunami, gunung meletus, liquifaction seperti yang di Palu, sampai banjir besar pada jaman Nabi Nuh, (barangkali) disebabkan Allah marah atas perilaku manusia yang tidak wajar.

Apabila dicermati dengan benar sebenarnya antara musibah dan rejeki adalah saling berkaitan dan berkelindan begitu ruwet dan canggih. Allah Swt mempunyai alogaritma yang membuat semua proses musibah dan rejeki itu berlangsung dengan lancar, tanpa kita tahu rahasia yang tersembunyi dibaliknya! Kok begitu?

Marilah kita ambil contoh sederhana. Ada beberapa mobil tabrakan di jalan
tol. Itu adalah musibah yang disesalkan dan merugikan bagi si pemilik mobil. Tetapi musibah itu menjadi ladang rejeki bagi pemilik bengkel dan teknisi mobil di situ.

Jadi musibah bagi pemilik mobil, secara tidak langsung adalah menjadi rejeki bagi pemilik bengkel dan teknisinya. Si pemilik mobil tidak menyadari, bahwa musibah yang dialami adalah rejeki bagi orang lain. Masya Allah …

Saya merenungkan hal ini. Itu hanya contoh kecil. Allah Swt memiliki alogaritma yang maha hebat, yang mengatur semuanya. Alogaritma itu mengatur rejeki, kehidupan, kematian dan pergerakan alam semesta. Sebuah super komputer yang luar biasa maha canggih.
Allahu Akbar …

KMO, Jumat 15 Mar 2019
herulegowo@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *