Reinkarnasi Fakta atau Mitos?

Reinkarnasi hampir semua orang mengerti. Dan selama ini kita hanya mengenal dari kepercayaan Agama Hindu. Reinkarnasi menurut Wikipedia berasal dari bahasa Latin untuk “lahir kembali” atau “kelahiran semula” atau t(um)itis, bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukan wujud fisik seperti badan saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut, yang mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu.

Ada dua keyakinan. Yang pertama mereka yang mempercayai manusia akan terus menerus lahir kembali. Yang ke dua mereka yang mempercayai manusia pada suatu waktu akan berhenti lahir, apabila mereka melakukan kebaikan yang mencukupi; atau apabila mendapat kesadaran agung (Nirvana) atau apabila menyatu dengan Tuhan (moksha). Agama Hindu menganut aliran yang kedua.

Bagaimana dengan Islam? Rasanya hal ini masih menjadi wilayah yang abu-abu. Ada yang menolak ada yang membenarkan. Dan sayangnya yang membenarkan, belum sepenuhnya memberikan uraian dan penjelasan yang lebih terbuka bagaimana reinkarnasi itu terjadi. Jadi reinkarnasi masih menjadi topik yang mengandung misteri bagi orang awam. Kecuali bagi yang memang sudah benar-benar faham esensinya.

Marilah kita tidak mempersoalkan hal tersebut. Biarlah pada saatnya nanti ada ulama yang lebih terbuka menjelaskannya, sehingga mampu mencerahkan kita semua.

Kita mengetahui bahwa ayat-ayat dalam Al-Quran mempunyai makna yang sangat dalam dan luas.  Makna yang terkandung didalamnya begitu plastis, tergantung kemampuan orang yang membaca, mengartikan dan memahaminya juga hidayah-NYA. Ibarat mengupas bawang merah selapis demi selapis, belum sampai ke tengahnya orang yang mengupas sudah berurai airmata. Ketika terus mengupas dan sampai ditengahnya: kosong!
Subhanallah …

Kemampuan membaca, mengerti, merenungkan dan mencerna apa yang terkandung didalamnya menjadi syarat mutlak, jika kita ingin sampai kepada pemahaman tertentu. Disinilah arti pentingnya pengajian. Peng-kaji-an, adalah mengaji segala hal yang belum difahami agar memasuki pemahaman yang lebih komprehensif dan mencerahkan.

Dan ayat Al-Qur’an yang sering menjadi pegangan dalam menjelaskan mengenai reinkarnasi adalah :

(QS. An-Naam 6 : 122) Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.

Allah Swt memberi Cahaya kepada orang yang sudah mati dalam ayat tersebut, sehingga dia mampu menerangi orang-orang disekelilingnya dan membawa mereka kepada arah yang benar. Sementara banyak yang masih berada dalam kegelapan. Sudah tentu orang tersebut adalah pilihan Allah Swt. Orang itu pasti memiliki kualitas dan kriteria khusus, sehingga dia mampu mendapatkan Cahaya-NYA. Seperti yang kita dambakan dan panjatkan, melalui doa-doa kita.

Dalam beberapa ayat lain, Allah Swt mengatakan bahwa setelah dibangkitkan, manusia berubah dan dijadikan menjadi benda-benda, mahluk yang tidak terbayangkan sebelumnya, sesuai kehendak-NYA. Marilah kita cermati ayat-ayat berikut ini :

(QS. 17:50) dijadikan batu atau besi. (QS. 21:15) dijadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (QS.69:36) dijadikan mahluk yang memakan darah dan nanah. (QS. 7:166) : dijadikan kera. (QS. 5:60) dijadikan babi. (QS. 56: 60-61) dijadikan dalam bentuk yang tidak di ketahui.

Pada ayat yang lain Allah Swt telah mengisyaratkan mengenai kebangkitan kembali setelah mati ini, dengan jelas :

“Kami menentukan kematian di antara kamu dan Kami berkuasa mengubah rupa kamu dan menciptakan dalam (bentuk) yang tidak kamu ketahui”
(QS. Al-Waqi’ah : 60-61).

Seorang sufi Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri atau Jalaluddin Rumi (1207-1273), dalam maddah-nya mengatakan mengenai proses ini dengan lebih jelas dan rinci sebagai berikut :

Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan,
Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku mesti takut? Maut tak menyebabkanku berkurang!
Namun sekali lagi aku harus mati sebagai manusia,
Dan melambung bersama malaikat;
dan bahkan setelah menjelma malaikat
aku harus mati lagi;
segalanya kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali.
Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini,
Aku akan menjelma sesuatu yang tak terpahami.

Akhirnya pemahaman mengenai Reinkarnasi dalam Islam masih terus menjadi kontroversi, antara yang percaya dan yang tidak. Fakta yang tertulis dalam ayat-ayat tersebut masih juga belum dapat meyakinkan bagi yang tidak mempercayainya. Dan itulah yang masih terjadi di masyarakat.

Dan hal menjadi yang penting bagi kita setelah memahami hal tersebut adalah agar lebih berhati-hati dalam memperlakukan alam semesta. Jangan-jangan batu dan besi yang kita tendang adalah mereka yang sudah berubah bentuk? Jangan-jangan pohon yang kita tebang, juga mereka? Jangan-jangan kera, babi dan binatang lainnya juga? Astaghfirullah …

Jadi Reinkarnasi Fakta atau Mitos? Wallahu’alam bi sawab.

Mohon maaf jika salah.

Kemayoran, 28 Feb 2019
Ki Pandan Alas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *