Kasih Sayang

Kasih sayang adalah memberi dan menerima. Barangkali kita lebih banyak mengingat jika menerima sesuatu, daripada yang kita berikan kepada orang lain. Jika begitu. Itu berarti kita sudah benar. Sebaiknya yang sudah diberikan tidak perlu diingat-ingat. Biarlah itu menjadi bekal kita kelak di alam sana. Insya Allah

Cobalah diingat-ingat pemberian apa yang begitu diingat dan membuat merasa sangat spesial. Atau ketika masih kecil,  saat masih anak-anak. Pemberian apa yang membuat begitu senang dan bahagia. Bagi saya sesuatu yang menyenangkan adalah ketika diajak pergi melancong ke luar kota, atau kalau dibelikan buku. Tentu saja persepsi masing-masing orang berbeda tentang pemberian yang membuatnya bahagia.

Dengan berjalannya waktu, orang menjadi semakin tua. Bentuk hadiah yang diterima juga berubah menyesuaikan dengan usia yang menerima dan yang mengirimkannya. Hadiah-hadiah yang berbentuk fisik juga berubah. Lebih kepada yang menunjukkan simpati atau mewakili perasaan tertentu. Juga yang bersifat mengingatkan bahwa dengan semakin bertambah usia, mesti bersiap-siap dan mencari bekal yang cukup untuk menjalani masa keabadian.

Saya lebih memilih bentuk yang terakhir ini. Pada kesempatan yang baik, saya selalu berusaha menyampaikan ini. Terutama bagi saudara dan keluarga. Itu barangkali seperti yang diwahyukan dalam Surat Al-Quran, bahwa manusia diwajibkan untuk saling mengingatkan :

Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran, dan (saling menasihati) dalam kesabaran.”(Al Ashr:1-3)

Hanya saja niat baik ini memang kadang-kadang harus disampaikan dengan bijaksana dan berhati-hati. Seringkali ini tidak mudah diterima dan malah membuat seseorang menjadi merasa terganggu, dengan niat baik untuk mengingatkan ini. Mengapa?

Usia yang sudah cukup, pengalaman hidup dalam menjalani asam garan kehidupan dan pola pikir yang sudah terbentuk lama, membuat orang tidak mudah menerima sesuatu yang baru. Apalagi sesuatu yang berbeda dari yang sudah diyakini selama ini. Hal-hal itu ibarat tutup yang menghalangi masuknya saran dan pemikiran baru. Apalagi jika tidak ada keinginan untuk menerima dan belajar.

Meskipun begitu, niat baik untuk menyampaikan sesuatu yang sudah semestinya diketahui, sesuatu yang akan memperkaya atau bahkan mengoreksi sesuatu yang kurang tepat, memang perlu terus disampaikan. Itu adalah bentuk kasih-sayang yang menyelamatkan, bukan hanya sekedar menyenangkan.

Bismillah

KMO :  Rabu Pahing 2 Januari 2019
herulegowo@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *