Berhala Baru

Manusia dikarunia Allah Swt kecerdasan yang luar biasa. Kemampuan manusia dalam berfikir dan meng-eksplorasi rahasia alam semesta sungguh luar biasa. Barangkali itu juga menjadi salah satu sebab mengapa iblis menjadi iri hati ketika mereka diminta tunduk kepada Adam, karena merasa diciptakan dengan materi yang lebih tinggi.

Kecerdasan biasanya identik dengan teknologi. Sebelum sesuatu terwujud, selalu dimulai dari sebuah keinginan yang berubah menjadi rencana. Kemudian dengan bantuan teknologi, keinginan itu menjadi wujud yang nyata baik berupa benda atau yang bukan. Jadi teknologi menjadi indikasi peradaban suatu kaum. Dengan teknologi yang berkembang pesat, manusia dapat melakukan hampir apa saja.

Teknologi sekarang merasuki dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Marilah kita perhatikan sekeliling kita. Hampir tidak ada yang bukan karya teknologi. Teknologi mengubah hampir segalanya. Termasuk cara kita bekerja dan berinteraksi.

Seperti ketika saya mengetikkan ini, layar iPad menangkap sentuhan jari-jari saya dan mengubahnya menjadi huruf. Prosesnya begitu cepat hampir tanpa jeda. Dan dalam sekejap sebentar lagi, tulisan ini sudah dapat anda baca pada layar ponsel anda. Luar biasa. Sebegitu tergantungnya manusia kepada teknologi, dan tanpa disadari itu membuat teknologi menjadi berhala baru bagi manusia.

Definisi Berhala adalah objek berbentuk makhluk hidup atau benda yang didewakan, disembah, dipuja dan dibuat oleh manusia. Sebenarnya yang membuat berhala harus dihindari adalah karena berhala membuat manusia berpaling dari Sang Khalik!

Berhala membuat manusia mempunyai pelindung lain, selain Sang Khalik! Ini terlibat sangat sepele, tetapi sangat berbahaya sekali. Itu adalah perbuatan syirik, yang tidak ada ampunan Allah Swt. Periksalah peringatan Allah Swt ini :

(QS : Al-An’aam 6:74) Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”

 

Jadi marilah kita melakukan introspeksi. Jangan-jangan ada berhala-berhala baru dalam kehidupan kita. Marilah kita cermati. Berhala konvensional kebanyakan masih berupa jimat, batu atau keris; yang dipercayai mempunyai kekuatan khusus dan diyakini mampu melindungi si pemakainya.

Berhala modern adalah HP (salah satunya), yang begitu menguasai kehidupan kita. HP membuat kita tergantung sepenuhnya kepadanya. HP hampir selalu kita lihat setiap saat. Kita lebih banyak memperhatikan dan mengelus-elus HP, daripada memperhatikan anak-anak atau keluarga. Tanpa sadar kita mendewakan HP. Jangan dibandingkan dengan waktu untuk ke masjid, itu mah malah lebih jarang lagi.

Itu baru yang berwujud benda mati. Ada juga berhala yang hidup. Jika ada mahluk hidup dimana anda mendewakannya selain dari Allah Swt berarti itu berhala hidup. Apabila seseorang begitu memuja dan mendewakannya sehingga tanpa sadar, dia merasa ada kekuatan lain yang dipercayai selain Allah Swt. Itulah berhala.

Semua yang dituliskan diatas semula tampaknya biasa saja. Tetapi berhati-hatilah dengan persepsi dan keyakinan anda sendiri. Jika ada sebersit perasaan sekecil apa pun terhadap mahluk atau benda-benda — yang kemudian menguasai Anda sedemikian rupa — sehingga ada percaya selain Allah Swt, maka berhati-hatilah! Itulah (barangkali) berhala baru!

Secara nyata itu dapat berwujud sebagai : harta-kekayaan, jabatan-kekuasaan, posisi dan eksistensi di masyarakat, kealiman-kesalihan, merasa lebih baik dan lebih alim daripada orang lain; dan sebagainya. Jika beberapa yang disebut itu, membuat seseorang merasa mempunyai kekuatan lain dan menyandarkan kepadanya serta melupakan Allah Swt. Itulah dia berhala baru.

Semoga kita semua dan terutama yang sedang membaca artikel ini, terhindar dari berhala-berhala baru ini. Amin Ya Rabbal Alamin

Mohon maaf jika salah. Bismillah …

KMO : Rabu Pon, 19 Desember 2018
herulegowo@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *