Keajaiban Angka Nol

Angka atau bilangan menjadi tanda atas segala sesuatu. Manusia mencoba memudahkan semua dengan bantuan angka-angka. Bahkan jika ada sesuatu hal atau kondisi yang bukan berdasarkan dengan angka, orang berusaha membuatnya atau menganalogikan dalam bentuk angka, kuantifikasi katanya.

Sejak sedari kecil semua belajar angka dan bilangan. Dan biasanya pelajaran yang mengenai angka ini tidak disukai oleh sebagian murid-murid. Matematika malah kadang-kadang menjadi momok. Dan semua murid sibuk belajar khusus atau harus les untuk menguasainya.

Jika menyimak angka-angka, yang menarik adalah angka nol. Angka ini kurang diperhatikan, karena tidak ada yang peduli. Orang lebih suka pada angka yang menunjukkan bobot dan peringkat, sehingga tidak suka angka nol; yang dianggap sebagai tidak ada.

Padahal Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke 17, sudah menemukan system bilangan biner atau sistem bilangan hanya menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner menjadi dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital.

Marilah mencoba menyimak tentang angka-angka ini. Dalam semua perhitungan semua angka jika dikurangi dan ditambahkan dengan nol, akan tetap tidak berubah. Tetapi jika dikalikan dengan nol, berapa pun besarnya akan menjadi nol! Sebaliknya semua angka jika dibagi dengan nol, hasilnya tidak terhingga!

Fakta dari perhitungan diatas menyadarkan kita, bahwa nol adalah manifestasi dari Allah Swt. Jika kita menambahkan atau mengurangi dengan Allah, maka tidak berpengaruh apa-apa karena DIA tidak berwujud. Secara fisik tidak menambah atau mengurangi perhitungan yang kita lakukan.

Namun  jika kita membagikan kepada Allah Swt. Hasilnya tidak berhingga dan tidak dapat dibayangkan. Kita memperoleh sesuatu yang tidak terduga dan di luar jangkauan akal. Dari sinilah bermula pepatah : semakin banyak anda memberi, semakin banyak pula anda memperoleh. The more you give, the more you get. Pernah kan anda mengalami hal ini? 

Sebaliknya sehebat apa pun dan siapa pun, jika mencoba beradu dengan Allah; maka akan menjadi nol. Hilanglah eksistensinya, lenyaplah keberadaannya dan hancurlah wujudnya sebagai mahluk. Kemudian menjadi nol. Tidak ada!

Lenyapnya terserah kepada-NYA. Bisa lenyap dan hancur dengan konotasi negatif atau positif. Hancurlah dan menjadi bahan bakar api neraka, atau justru bersatu dengan diri-NYA.

Nol adalah manifestasi Allah Swt. Semua dimulai dari nol dan akan berakhir dengan nol pula. Semua bermula dari tidak ada dan akan berakhir menjadi tidak ada juga. Dan segala sesuatu  yang berada di alam semesta pada hakikatnya adalah wujud-NYA.

Menyimak angka-angka biner Gottfried Wilhelm Leibniz yaitu angka nol dan satu, menyadarkan kita bahwa sebenarnya di alam semesta ini hanya dua : ada dan tiada. Yang ada akan menjadi tiada, yang tadinya tidak ada akan menjadi ada. Begitulah seterusnya …

Allahu Akbar …

KMO, Kamis Kliwon 6 Des 2018
herulegowo@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *