Life Data Recorder

Selamat kepada Tim SAR pencarian pesawat Lion Air JT-610. Sersan Satu Hendra telah berhasil menemukan Flight Data Recorder (FDR), yang satunya Voice Cockpit Recorder masih dicari. Menemukan satu kotak yang hanya berukuran sekitar 15X25 Cm di dasar laut berlumpur di kedalaman 35 meter, pasti bukan pekerjaan yang mudah. Tetapi hanya dalam waktu 3 hari ternyata kotak kuning yang sering disebut sebagai black box itu dapat ditemukan.

Luar biasa …

Semua gerakan pesawat dan segala hal yang berhubungan dengan itu tercatat dengan baik pada FDR, sehingga dapat dianalisis faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya musibah dan membuat pesawat meledak dan masuk ke dalam laut.

Memperhatikan fenomena itu dan korelasinya dengan kehidupan manusia, Allah sudah menciptakan sistem pelaporan yang sangat canggih, daripada buatan manusia. Jika membuat analogi seperti manusia dalam membuat Flight Data Recorder, sebelum setiap manusia lahir masing-masing sudah diperlengkapi dengan Life Data Recorder. Lho apa itu?

Allah Swt sudah memerintahkan kepada dua orang malaikat di sebelah kanan dan kiri, untuk senantiasa bersiap setiap saat mencatat semua gerakan manusia. Gerakan itu bisa berupa gerak fisik maupun gerak ruhaniah. Agar mudah gerakan setiap manusia itu, diklasifikasi menjadi 2 hal : baik dan buruk.

Jadi setiap saat setiap detik, apa saja yang dikerjakan manusia baik badaniah dan ruhaniah tercatat dengan baik. Kemudian pada saatnya nanti di alam barzah, manusia harus bertanggung-jawab atas apa yang sudah dilakukannya di dunia. Disana giliran malaikat Munkar & Nakir yang akan menjalankan tugasnya.

Allah Swt sudah berfirman dalam Al Qur’an Surat Qaaf: 17–18 .

Allah Swt mengetahui setiap gerakan manusia baik fisik dan non fisik, bahkan baru dalam niat saja Allah sudah mengetahui. Manusia tidak akan mampu berdusta atau mengingkari apa yang sudah dilakukan dan tercatat pada Life Data Recorder yang di input oleh Raqib & Atid.

Chrisye menangis ketika rekaman dan menyanyikan lagu ciptaannya yang syairnya ditulis oleh Taufik Ismail :

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Akan datang hari
Mulut dikunci kata tak ada lagi
Akan tiba masa
Tak ada suara dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab, tiba
Rabbana
Tangan kami, kaki kami, mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah, kukuhkanlah
Di jalan cahaya sempurna
Mohon karunia
Kepada kami, hambaMu Yang hina

Manusia tidak mampu lagi berdusta, semua tercatat dan harus dipertanggung-jawabkan. Astaghfirullah…

KMO : Sabtu Pahing, 3 Nov 2018
herulegowo@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *