Badan, Fikiran & Hati

Saya sering skeptis kalau ada yang sahabat yang menyarankan jika mengidap penyakit, mesti makan atau minum ini dan itu. Di jamin jika makan dan minum itu dan ini, akan sembuh dari penyakit tertentu. Alih-alih mempercayai itu, saya lebih percaya bahwa segala hal yang berkaitan fisik, selalu dimulai dari situasi jiwa dan spiritual. Semua yang terjadi pada fisik, mesti dimulai atau disebabkan dari spiritual dan kejiwaannya. Jadi semua hal yang terjadi pada fisik, dimulai dan diawali dari hati dan fikiran.

Saya bilang bahwa makan atau minum apa saja akan percuma saja, jika pikiran dan hatinya tidak dibereskan lebih dahulu. Segala macam obat hanya menjadi sarana saja. Hal pokok penting yang harus dibenahi adalah fikiran dan hati. Hati mesti bersih lebih dahulu, basuhlah segala macam iri, dengki dan sakit hati. Hati adalah tempat Nur Illahi bersemayam. Jangan memasukkan segala sesuatu selain Allah. Allah Swt sangat tidak suka dan akan murka jika diduakan!

Periksa sekali lagi, apakah ada sesuatu selain Allah yang bersemayam dalam hati? Keberadaan sesuatu yang selain dari Allah bisa sangat halus memasuki hati. Sampai-sampai seseorang tidak sadar ada yang lain selain Allah Swt. Contohnya? Kebanggaan! Kebanggaan akan sesuatu. Bisa bangga karena jabatan dan kekayaan, bangga karena kekuasaan, bangga merasa lebih pintar dari orang lain. Dan yang lebih serem adalah ketika di dalam hati merasa lebih alim dan lebih suci daripada orang lain.

Beberapa bentuk penyakit hati ini adalah : hasad, hasud, iri, dengki, pendendam, fitnah, ghibah, riya, ujub, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, su’udzon, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya  Semua “penyakit hati” itu harus dengan sadar dibasuh dan dibersihkan. Dan percayalah yang tahu itu semua, hanyalah diri sendiri. Orang lain tidak tahu.

Setelah hati, sekarang mulailah membersihkan fikiran. Berusaha untuk selalu berfikir positif, jangan berfikir negatif. Jangan mencurigai orang, jangan menduga orang akan berbuat buruk, jangan befikiran sesuatu yang buruk akan terjadi. Saya percaya adagium yang sering dikatakan orang : “You are what you think!” Kamu adalah apa yang kamu fikirkan. Setiap perbuatan adalah hasil dari fikiran.

Situasi hati dan kondisi fikiran kemudian mempengaruhi fisik. Hati dan fikiran yang bersih akan memancar melalui wajah. Airmuka adalah cerminan situasi hati dan fikiran seseorang. Airmuka seseorang yang hati dan fikirannya bersih, pasti bersinar bersih dan terang. Hati yang bersih menjadi tempat Nur Illahi, dan memberi efek positif ke seluruh bagian tubuh. Hati dan fikiran yang bersih menjadi sumber tenaga seluruh sel-sel tubuh. Ibarat batere sumbernya begitu kuat dan dayanya begitu tinggi sehingga menghasilkan sinar dan cahaya yang terang benderang. Itu keyakinan saya sejak semula. Kalau mau sehat, hati dan fikiran dulu diberesin, setelah itu baru badan.

Sampai pada suatu pagi hari di Jumat ini, tanpa sengaja saya menonton siaran TV MNC. Acaranya kalau tidak salah Bening Hati, dipandu oleh Irfan dengan nara sumber Ustadz Dhanu. Dalam acara itu ada seorang bapak mengeluh sakit diabetes. Ada seorang bapak yang lain yang merasa terkena santhet dan ilmu hitam dan mengaku memasang susuk di punggung dan kakinya.

Baru kali itu saya nonton acara ini, sehingga saya terkejut mendengar penjelasan beliau. Menurut beliau sakit diabetes itu bukan disebabkan karena fisik saja, tetapi ada sebab dari sisi akhlaknya. Lho? Beliau lalu menjelaskan dari sisi akhlak bahwa diabetes disebabkan, karena si penderita selalu merasa benar sendiri dan tidak pernah mau mendengar pendapat orang lain. Oh gitu toh?

Saya lalu googling mencari informasi mengenai Ustadz Dhanu. Nama lengkapnya Ir. Djoko Ismanu Herlambang lahir di Pati 4 Desember 1964. Alamat di Sleman-Yogyakarta. Sarjana Teknik Sipil UII Yogyakarta. Selama bertahun-tahun mempelajari, memperdalam dan mempraktikan isi AlQur’an dan Assunnah. Dari sanalah Allah SWT memberikan kepahaman, sehingga menemukan hubungan erat antara sakit dengan akhlak.

Menurut Ustadz Dhanu semua penyakit di dalam tubuh manusia pada  dasarnya  adalah  hasil  perbuatan  manusia  itu  sendiri sebagaimana  firman-Nya  dalam  Alquran  Surat  Asy-Syura-30 :  ”Dan  apa  musibah  yang  menimpa  kamu  maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.

Sebagai contoh Ustadz Dhanu mencontohkan penyebab akhlak dari beberapa penyakit. Contohnya Jantung koroner. Ini menurut beliau disebabkan karena  sering merasa jengkel dan mengomel pada suami, istri  atau anak. Juga cepat marah, dengan emosi tinggi. Bisa berupa  marah besar atau hanya marah dan jengkel, tetapi disimpan dalam hati.

Jadi sebaiknya melakukan refleksi dan introspeks ulang lebih dahulu ke dalam. Baru tindakan fisik. Menurut penelitian seorang Doktor di Jepang pengaruh fisik terhadap penyakit hanya 10%, sedangkan pengaruh terbesar adalah pengaruh Hati 50%. Sisanya yang bersifat Sosial 15% dan Psikis 25%.

Akhirnya marilah berusaha membersihkan hati dan fikiran. Jika hati bersih bagai cermin yang memantulkan Nur Muhammad, memberi terang ke sekeliling membuat sehat dan menjadi sebab semua orang berbahagia.

 Bismillah

KMO : Sabtu Kliwon, 27 Okt 2018
herulegowo@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *