The Beginning of The End

Akhirnya tiba juga waktunya menghadiri acara Sumpah Dokter, anakku lanang. Dan baru menyadari dengan sebenarnya bahwa untuk menyelesaikan kuliah di Fakultas Kedoteran butuh bukan hanya otak yang cedas, tetapi juga butuh semangat, stamina dan keuletan yang berlapis. Selain itu biaya kuliahnya membuat para orang tua meringis dan kadang-kadang bahkan sampai harus merelakan asetnya terkikis.

Perjuangan panjang sudah selesai, tetapi itu baru suatu awal dari tahap berikutnya. The beginning of the end.

Ya sudah. Yang penting sudah sampai dititik ini. Alhamdulillah … Dan untuk mengawali tahap berikutnya biarlah dia berusaha sendiri. Hanya tinggalmengawasi, bagaimana dan sampai dimana kiprahnya. Orangtua tinggal dari belakang memberi semangat dan mengiringi dengan doa. Semoga semuanya berjalan lancar dan mampu memberi manfaat kepada semuanya.

Rasanya baru kemarin melihat dia masih kecil, dan main bola di dalam rumah. Ibunya marah dan mengancam. Awas kalau sampai memecahkan vas bunga kristalnya. Belum selesai ibunya ngomong, sudah terdengar : “Praaanggg …. !!!” Vas bunga kristal kebanggaan ibunya, yang dibeli dengan menyisihkan sebagian uang belanja; pecah berantakan! Sambil ketakutan dan menangis, anakku lanang memunguti pecahan kristal itu. Dengan berlinang air mata dia bernjanji besok kalau sudah gede, akan menggantinya dengan vas yang lebih bagus lagi.

Waktu begitu cepat berlalu. Tidak terasa, sekarang tiba-tiba saja dia selesai mengucapkan Sumpah Dokter bersama teman-temannya. Dan dia telah mampu memberikan kebanggaan yang luar biasa kepada ibunya dan bapaknya. Mudahmudahan Allah Swt meridhai sesuai namanya Akbar Ainur Pamungkas, semoga NUR-NYA selalu menyinarinya agar dia mampu menyelesaikan semua tugasnya dengan baik dan tuntas.

Semoga Allah Swt menuntun dan meridhainya menjadi seorang dokter yang telah bersumpah untuk tidak membedakan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, gender, politik, kedudukan sosial dan jenis penyakit dalam dalam menangani pasiennya. Dokter yang bermanfaat bagi sesama dan juga bagi masyarakat sekelilingnya.

Amin Ya Rabbal Alamin

KMO, Sabtu Pon 20 Okt 2018|
herulegowo@gmail.com

 

SUMPAH DOKTER

Sumpah Dokter Indonesia adalah sumpah yang dibacakan oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter Indonesia secara resmi. Sumpah Dokter Indonesia didasarkan atas Dekarasi Jeewa (1948) yang isinya menyempurnakan Sumpah Hipokrates.

Lafal Sumpah Dokter Indonesia pertama kali digunakan pada 1959 dan diberikan kedudukan hukum dengan Pearturan Pemerintah No.26 Tahun 1960. Sumpah mengalami perbaikan pada1983 dan 1993..

LAFAL SUMPAH

Demi Allah saya bersumpah, bahwa:

  1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.

  2. Saya akan menjalankan tugas dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter.

  3. Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur profesi kedokteran.

  4. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena keprofesian saya.

  5. Saya tidak akan menggunakan pengetahuan saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan, sekalipun diancam.

  6. Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai saat pembuahan.

  7. Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan pasien, dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.

  8. Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, gender, politik, kedudukan sosial dan jenis penyakit dalam menunaikan kewajiban terhadap pasien.

  9. Saya akan memberi kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.

  10. Saya akan perlakukan teman sejawat saya seperti saudara kandung.

  11. Saya akan mentaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

  12. Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *