Badan, Fikiran & Hati

Saya sering skeptis kalau ada yang sahabat yang menyarankan jika mengidap penyakit, mesti makan atau minum ini dan itu. Di jamin jika makan dan minum itu dan ini, akan sembuh dari penyakit tertentu. Alih-alih mempercayai itu, saya lebih percaya bahwa segala hal yang berkaitan fisik, selalu dimulai dari situasi jiwa dan spiritual. Semua yang terjadi pada fisik, mesti dimulai atau disebabkan dari spiritual dan kejiwaannya. Jadi semua hal yang terjadi pada fisik, dimulai dan diawali dari hati dan fikiran.

Saya bilang bahwa makan atau minum apa saja akan percuma saja, jika pikiran dan hatinya tidak dibereskan lebih dahulu. Segala macam obat hanya menjadi sarana saja. Hal pokok penting yang harus dibenahi adalah fikiran dan hati. Hati mesti bersih lebih dahulu, basuhlah segala macam iri, dengki dan sakit hati. Hati adalah tempat Nur Illahi bersemayam. Jangan memasukkan segala sesuatu selain Allah. Allah Swt sangat tidak suka dan akan murka jika diduakan!

Continue reading “Badan, Fikiran & Hati”

The Beginning of The End

Akhirnya tiba juga waktunya menghadiri acara Sumpah Dokter, anakku lanang. Dan baru menyadari dengan sebenarnya bahwa untuk menyelesaikan kuliah di Fakultas Kedoteran butuh bukan hanya otak yang cedas, tetapi juga butuh semangat, stamina dan keuletan yang berlapis. Selain itu biaya kuliahnya membuat para orang tua meringis dan kadang-kadang bahkan sampai harus merelakan asetnya terkikis.

Perjuangan panjang sudah selesai, tetapi itu baru suatu awal dari tahap berikutnya. The beginning of the end.

Ya sudah. Yang penting sudah sampai dititik ini. Alhamdulillah … Dan untuk mengawali tahap berikutnya biarlah dia berusaha sendiri. Hanya tinggalmengawasi, bagaimana dan sampai dimana kiprahnya. Orangtua tinggal dari belakang memberi semangat dan mengiringi dengan doa. Semoga semuanya berjalan lancar dan mampu memberi manfaat kepada semuanya.

Continue reading “The Beginning of The End”

Hati-Hati Likuifikasi

Sebuah kata baru yang mulai ngetop : likuifikasi. Sepotong kata yang muncul bersamaan dengan terjadinya gempa di Palu dan Donggala. Likuifikasi menjelaskan fenomena struktur tanah keras yang berada diatas lapisan lembek berlumpur. Ketika terjadi gempa, lapisan lumpur mendesak keatas sehingga tanah keras diatasnya pecah berubah menjadi lembek dan mencair. Kemudian tanah keras itu runtuh membawa semua yang berada diatasnya, masuk ke dalam perut bumi.

Peristiwanya begitu cepat terjadi. Hanya dalam hitungan menit, semua yang tadinya tampak kokoh berada diatas tanah keras, tiba-tiba lenyap dari pandangan mata. Masuk ke dalam tanah, hilang dan lenyap bagaikan ditelan bumi! Sebuah fenomena yang luar biasa. Para ahli setelah kejadian itu, lalu membuat simulasi bagaimana kemungkinan terjadinya likuifikasi tersebut. Bagaimana tanah yang keras itu, ternyata berada di lapisan lembek dan berlumpur dibawahnya. Ketika terjadi gempa, tanah yang diatasnya retak dan lapisan lumpur mendesak ketas bagaikan air yang mencari jalan ke permukaan.

Continue reading “Hati-Hati Likuifikasi”