Musibah Gempa Donggala-Palu

Lombok baru saja sedikit reda, setelah digoyang gempa yang mengambil korban meninggal 563 orang dan lebih dari 390 ribu orang mengungsi. Tiba-tiba semua perhatian mengarah ke Palu dan Donggala. Pada hari Jumat Legi 28 September 2018 pada jam 17.02 waktu tengah, giliran gempa melanda Palu dan Donggala.

Kali ini ditambah dengan tsunami. Gempa yang disebabkan pergeseran lempeng bawah tanah itu, mengambil korban 386 orang, 29 hilang dan 540 orang luka-luka. Jumlah korban ini masih dimungkinkan akan bertambah lagi.

Begitu dahsyatnya gelombang tsunami. Gelombang pasang yang ditimbulkan  tingginya sekitar 3-5 meter. Begitu hebatnya daya dorong tsunami ini sampai membawa sebuah Kapal Sabuk Nusantara 38 yang berukuran 2000 Dwt, tersapu naik dan sandar di daratan. Saya tidak dapat membayangkan alangkah dahsyatnya daya sapu tsunami itu.

Continue reading “Musibah Gempa Donggala-Palu”

Mempersiapkan Generasi Muda

Jack Ma salah satu orang terkaya, founder dan CEO Ali Baba perusahan multi nasional China memberikan nasehatnya. Jika anda berusia 25 tahun, jangan takut berbuat salah. Suatu kesalahan adalah sebuah wonderful revenue. Anda dapat belajar banyak dari kesalahan yang anda buat. Jika anda berusia 30 tahun, ikuti dan belajarlah dari boss anda. Para boss memiliki pengalaman dan mengajar anda dengan cara yang berbeda-beda. Jika anda berusia 40-50 tahun bekerjalah di bidang dimana anda mahir di bidang itu. Jangan mudah berpindah. Dan jika anda 60 tahun, gunakan waktu anda untuk mengajar generasi muda agar mereka mampu mempersiapkan masa depan.

Secara sadar ternyata saya sudah dan sedang menjalankan, apa yang dinyatakan Jack Ma. Untunglah saya masih diberi kesempatan untuk membagikan pengetahuan, sharing pengalaman, berdiskusi dengan anak-anak muda generasi milleneals. Berada di antara mereka rasanya seakan kembali muda. Sungguh sangat menarik ketika berdiskusi, mencoba menyelami apa yang dipikirkan dan bagaimana mereka menyikapi hidup ini.

Continue reading “Mempersiapkan Generasi Muda”

Lombok & Gempa

Di suatu pagi kami sedang duduk bersama di meja belakang rumah, sambil ngopi. Anakku Akbar Ainur Pamungkas baru saja pulang menjadi sukarelawan gempa di Lombok Utara, dan dia dengan antusias menceritakan pengalamannya. Akbar bersama 12 orang temannya sedang menunggu pengumuman hasil ujian akhir Fakultas Kedokteran. Oleh Ikatan Dokter Bhineka Tunggal Ika mereka dikirim ke Lombok, menjadi sukarelawan untuk meringankan beban pasca gempa ke Lombok. Dan mereka ditempatkan di Desa Akar-Akar, Bayan Lombok Utara. Persis di kakinya Gunung Rinjani.

Saya merasa pengalaman mereka cukup spektakuler. Rasanya sayang kalau tidak di-share, agar lebih dimengerti oleh orang banyak. Jadi saya mencoba menceritakannya kembali pengalaman mereka. Begini …

Kelompok mereka terdiri dari dua belas orang, 3 laki-laki dan 9 perempuan. Sesuai jadwal sebenarnya mereka harus naik pesawat Hercules TNI-AU, tetapi karena tidak kebagian seat, jadi mereka naik pesawat komersial biasa. Padahal saya ingin agar mereka benar-benar merasakan bagaimana sebuah operasi kemanusiaan dilakukan. Naik pesawat Hercules lebih bisa memberi pengalaman sesungguhnya. Sayang tidak kebagian seat. Ya sudahlah.

Continue reading “Lombok & Gempa”

Mengunjungi Gua Hira

Makkah, Kamis, 10 Maret 2011 jam 4 pagi menjelang Subuh. Sesuai janji Asep menjemput saya di hotel. Kami mencari taksi dan sepakat ongkosnya 20 real menuju ke Jabbal Nur dimana Gua Hira terletak. Jabbal Nur kira-kira 10 km dari Masjidil Haram. Sengaja memilih waktu pagi hari untuk mendaki ke Gua Hira. Dengan perhitungan, jika siang sedikit udara pasti akan sangat panas. Jalanan masih sangat sepi, tidak banyak kendaraan lalu lalang. Dalam waktu 20 menit, taksi sudah sampai di lokasi. Lalu bergerak menanjak perlahan kemudian berhenti pada titik awal pendakian ke Jabbal Nur.

Suasana masih gelap. Hanya ada lampu yang menerangi lapak-lapak yang berjualan souvenir dan tongkat, untuk membantu mendaki. Saya menaikkan kerah baju. Udara dingin pagi lebih dari sejuk, mengelus kulit. Tidak menyangka se pagi ini, ternyata sudah ada beberapa jamaah yang dari logat bicaranya tampaknya dari Turki.

Satu demi satu mereka berjalan beriringan. Beberapa dari mereka adalah nenek-nenek yang jalannya sudah setengah terbungkuk. Saya merasa salut kepada semangat mereka. Barangkali pembimbing umrahnya cukup kuat menyarankan agar mereka mendatangi Gua Hira. Sementara itu saya hanya sendirian, karena rekan-rekan tidak ada yang berminat untuk bersama-sama naik ke Jabbal Nur ini.

Menjelang titik awal pendakian, jalanan sudah mulai tegak. Saya membeli tongkat aluminium untuk membantu mendaki keatas. Harganya 10 real. Ini pasti berguna diatas sana nanti, ketika melalui tebing berbatu.

Continue reading “Mengunjungi Gua Hira”

Ketangkap KPK

Operasi Tangkap Tangan dari Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menemukan korbannya. Seakan OTT ini tidak akan berhenti. Dan seperti yang saya tebak, OTT ini akan terus memakan korban. Tinggal menunggu giliran saja. Marilah kita lihat. Tinggal menunggu waktu saja dan OTT pasti kembali akan mendapatkan korbannya.

Pertanyaannya kemudian adalah : mengapa OTT ini terus mendapat korban? Mengapa yang bakal menjadi korban, seakan tidak atau kurang memperhatikan bahwa pada suatu saat daya jangkau OTT akan menghampiri dirinya? Sungguh mengherankan sudah puluhan lebih OTT memakan korban, tetapi tidak membuat jera atau takut. Mereka tetap melakukan sesuatu, yang pada saatnya nanti membuat mereka terpaksa memakai rompi oranye keluar dari gedung KPK dan disorot oleh semua media pemberitaan. Dan yang aneh juga mengherankan mereka tampak biasa-biasa saja, bahan tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Hadeehhh …

Continue reading “Ketangkap KPK”

Menerima Perbedaan

Kyai Haji Ahmad Mustofa Bisri yang dikenal sebagai Gus Mus sangat tepat dan cermat menilai kecenderungan ummat Islam untuk merasa benar sendiri. Puisi ringkasnya sangat telak menohok dan menggambarkan situasi dengan sangat tepat, dan menjadi viral beberapa waktu yang lalu. Beliau mengatakan :

Atheis dimusuhi karena tidak ber-Tuhan
Bertuhan dimusuhi karena Tuhannya beda
Tuhannya sama dimusuhi karena Nabinya beda
Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda
Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda
Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda
Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda

Begitulah yang terjadi. Apalagi menjelang tahun 2019, gambaran tersebut semakin nyata di masyarakat. Masing-masing merasa benar sendiri, dan menganggap yang lain salah. Padahal mereka semua mengerti bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar mereka saling mengenal (QS 49:13). Meskipun demikian ego dan kepentingan masing-masing membuat mereka seakan buta dan tuli, dan tidak dapat mengamalkan esensi yang terkandung dalam Surat Al-Quran yang disebut diatas.

Continue reading “Menerima Perbedaan”