Alignment : Teori Sudah, Prakteknya?

Print
Category: Opinion
Published Date Written by Heru Legowo

Alignment, rasanya tidak ada kata bahasa Indonesia yang cocok dan pas menggambarkan maksudnya. Apakah selaras atau menyelaraskan dapat mewakili makna dan nuansa dari kata alignment tersebut? Baiklah saya tidak akan mengulas tentang itu. Saya hanya mencoba men-share kembali mengenai alignment tadi. Mudah-mudahan tulisan ini mengingatkan kembali dan menjadi sarana introspeksi.

Menjelang akhir tahun 2013, rasanya adalah waktu yang tepat jika kita merenungkan kembali mengenai alignment ini. Apakah kita terutama pejabat pada jajaran manajemen sudah melakukan alignment tersebut dengan serius dan bersungguh-sungguh? Apakah kita hanya mengerti teorinya, kemudian lupa dalam menerapkan dalam praktek yang nyata?

Jangan kuatir, perusahaan anda tidak sendirian. Dari survey ditemukan bahwa hanya 14% strategi yang dapat difahami oleh karyawan, sampai pada jajaran yang paling bawah. Dan yang memprihatinkan, kurang dari 10% perusahaan yang sukses menjalankan strategi yang ditetapkan. Apakah kita termasuk didalamnya? Marilah kita evaluasi.

Kita sudah belajar bahwa untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, semua unit kerja mesti bekerja dalam suatu irama dan arah yang sama untuk mencapainya. Ini berarti semua unit kerja mesti bekerjasama dalam suatu gerak yang seirama dan menggunakan "kompas" yang menunjuk arah yang sama. Kompasnya boleh berbeda-beda tetapi arahnya mesti sama. Kompas dalam hal ini dapat berupa SK, Peraturan, Arahan Direksi dan VP, juga berupa perintah dari GM dan Manager di lapangan. Marilah kita kalibrasi kompas kita masing-masing, sehingga arah yang ditunjukkan sama, antara yang satu dengan yang lainnya. Ini penting agar alignment yang kita harapkan benar-benar terjadi.

Pemahaman secara komprehensif atas strategi perusahaan harus dijelaskan sampai pada jajaran yang paling bawah. Dan seyogyanya ini perlu terus dan sering dilakukan, agar tidak terjadi interpretasi salah, yang mengarah kepada misleading. Kita bersama mesti dengan sadar menjaga agar jangan sampai misleading ini terjadi. Jika ini terjadi akan menyebabkan ouput yang tidak kita harapkan. Oleh karenanya Direksi, VP dan GM mesti lebih sering melakukan ini pada setiap kesempatan yang ada. Singkatnya sosialisasi adalah hal yang perlu terus kita lakukan untuk menyamakan persepsi ini.

 

 

TEAM YANG HANDAL

Kondisi ini hanya dapat dicapai, jika kita mempunyai team yang kuat, terpadu, solid dan mampu bekerja dengan ritme yang terjaga. Tanpa team yang baik seorang pemimpin tidak dapat menghasilkan sesuatu yang berharga. Dengan bekerjasama, setiap orang akan memperoleh hasil yang lebih banyak :

TEAM = Together Everyone Achieve More.  Ini tampaknya biasa saja, tetapi pada prakteknya, sebuah team membutuhkan komitmen bersama. Team-work perlu terus dibina. Rasanya perlu diingatkan lagi bahwa hasil akhir adalah tujuan bersama. Semua usaha dan daya upaya mesti diarahkan untuk mencapai target bersama.

Semua unit kerja bekerja optimal, saling menutupi kelemahan dan membangun  sinergi  untuk mengatasi kesulitan unit kerja lainnya. Komunikasi internal mesti berjalan dengan semangat mencari solusi bersama. Bukan malah menunjukkan keunggulan sendiri, meremehkan unit lain dan mengutamakan kepentingan masing-masing.

Pertanyaan untuk kita renungkan bersama adalah : "Apakah yang sudah kita – para pemimpin – lakukan, dalam menerapkan alignment ini?"

KEMAMPUAN MANAJERIAL

Alignment baru dapat berjalan baik jika dikendalikan oleh para pemimpin di setiap tingkatan manajemen. Di Cabang GM-lah yang bertanggung-jawab meng-alignment semua sumber daya yang ada. Strategi dari Kantor Pusat, mesti dijelaskan dan dijabarkan dengan bahasa yang lebih sederhana, agar mudah difahami. Situasi dibuat untuk membangun komitmen. Selanjutnya tugas GM adalah mengarahkan dan memotivasi staf untuk bertanggung-jawab, atas tindakan yang sudah disepakati bersama.

GM mesti mampu menempatkan orang sesuai kemampuannya : putting the right man on the right place. Pada beberapa kasus ada beberapa staf yang pintar, tetapi kontribusinya rendah. Sebenarnya bukan karena dia tidak mampu, tetapi karena dia ditempatkan pada posisi yang salah. Salah posisi membuat dia tidak maksimal dan alignment yang kita bahas tidak terjadi. Jika memang ada staf yang cerdas, kita mesti bisa memanfaatkannya dengan maksimal. Jika ada ide-idenya yang applicable, ambil saja dan minta dia melakukan idenya tersebut.

Tugas pemimpin sebenarnya jika disederhanakan hanya 3 hal : memberi arah kemana akan menuju, membantu jika ada kesulitan ditengah perjalanan mencapai tujuan, dan mengucapkan terimakasih ketika anak buah sudah sampai ke tujuan. Sebenarnya sederhana seperti itu, hanya saja kebanyakan pemimpin tidak begitu waspada untuk melakukan hal sederhana itu dengan serius dan sungguh-sungguh.

Oleh sebab itu, kebanyakan kegagalan suatu tugas, disebabkan karena pemimpinnya melalaikan ke 3 hal tersebut. Pemimpin alpa dalam hal : tidak mengarahkan anak buah kemana harus pergi, membiarkan anak buah jika ada kesulitan di jalan, dan marah-marah jika ternyata mereka tidak sampai ke tujuan.

Saya tidak berhak menyalahkan, jika ternyata ada pejabat yang gagal bertindak sebagai pemimpin. Itu menunjukkan, bahwa kualifikasinya sebagai pemimpin memang tidak cukup. Walaupun seseorang menjabat dan mendapat SK sebagai pemimpin formal, tetapi jika tidak memiliki leadership memadai, maka jajarannya tidak mampu menghasilkan output yang optimal.

Leadership dapat diajarkan dan dipelajari. Hanya saja, hasil optimal adalah jika seseorang memang memiliki bakat memimpin. Saya menghimbau kepada para leader, untuk terus mengasah kemampuan leadership-nya. Mesti juga diingat bahwa leadership selalu diikuti followership. Sangatlah menarik untuk mengevaluasi apakah anda cukup diikuti oleh follower anda. Sampai dimana anda benar-benar diikuti dengan senang hati, bukan dengan berat hati?

Renungkanlah lagi tentang leadership :

Selalu menarik membahas mengenai leadership. Alignment tidak akan pernah terjadi tanpa leadership. GM di lapangan berperan sangat besar dalam mengkondisikan dan mengkonsolidasikan, agar alignment ini berjalan dengan maksimal. Alignment akan menghasilkan kinerja optimal dalam mencapai target yang sudah ditetapkan.

Marilah kita bersama melakukan introspeksi, apakah sebagai pemimpin kita sudah benar melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk para staf kita? Atau kita justru malah mengambil hak mereka, demi kepentingan sendiri?

Astaghfirullah ....

Comments   

 
0 #10 HwaX 2017-07-07 16:15
I must say you have hi quality content here. Your posts
can go viral. You need initial traffic only.
How to get massive traffic? Search for: Murgrabia's tools go viral
Quote
 
 
0 #9 Anemonalove 2017-07-06 22:22
Hi fellas! Who wants to see me live? I'm live at HotBabesCams.co m, we
can chat, you can watch me live for free, my nickname is Anemonalove , here is my photo:


https://3.bp.blogspot.com/-u5pGYuGNsSo/WVixiO8RBUI/AAAAAAAAAFA/JWa2LHHFI2AkHParQa3fwwHhVijolmq8QCLcBGAs/s1600/hottest%2Bwebcam%2Bgirl%2B-%2BAnemonalove.jpg
Quote
 
 
0 #8 Muhammad 2017-05-08 09:13
This is the right blog for anybody who would like
to understand this topic. You realize a whole lot its almost tough to
argue with you (not that I personally will need to?HaHa).
You certainly put a brand new spin on a topic that has been written about for years.
Excellent stuff, just excellent!
Quote
 
 
0 #7 Mammie 2017-05-03 22:54
Hello my friend! I want to say that this post is amazing, nice written and include approximately all
important infos. I would like to look more posts like this.
Quote
 
 
0 #6 BHW 2017-04-16 11:20
Attractive section of content. I just stumbled
upon your weblog and in accession capital to assert that I acquire in fact enjoyed account your blog posts.
Any way I'll be subscribing to your feeds
and even I achievement you access consistently quickly.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Sunday the 18th. http://www.herulegowo.com. Joomla 3.0 templates. All rights reserved.