Haji Bagi Yang mampu

Jutaan jemaah haji dari seluruh pelosok dunia, perlahan-lahan mulai mengosongkan Mina. Berangsur-angsur Mina bakal kosong kembali. Mina sungguh luar biasa, tetap mampu menampung jutaan jemaah haji; padahal jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Haji adalah Arafah. Semoga para jemaah haji juga benar-benar mampu mengosongkan hati, ketika mereka Wukuf di Arafah. Kemudian Allah membersihkan kotoran hati, sehingga muncul Nur CahayaNYA yang Maha Cemerlang, Cahaya diatas Cahaya. Semoga mereka yang terpilih menjadi Haji Mabrur. Amin Ya Rabbal Alamin

Haji secara syariat segera berlalu. Dampaknya begitu luar biasa, secara fisik maupun spiritual. Ada yang kembali dari Tanah Haram dengan dada tegak dan tengadah, bertambah predikatnya : Haji. Dan dia akan memasang predikat itu di depan namanya. Itu bekal untuk banyak hal. Di kantor tempat kerjanya dan juga di lingkungan masyarakat sekitarnya. Ada pula yang tampak biasa-biasa saja. Padahal di Arafah sana dia menangis tersedu-sedu. Dia mengingat semua dosa dan kesalahannya kepada Sang Khalik, dan memohon ampun kepadaNYA. Dia merasa Allah telah membersihkan hatinya dan kembali seperti kala pertama dilahirkan. Subhanallah ...

Read more: Haji Bagi Yang mampu

Rejeki Mengejar Pembaginya

 Rejeki mengejar yang membagikannya. Siapa saja yang membagikan rejekinya kepada yang berhak dan sesuai dengan tuntunan Allah, rejeki kemudian akan mengejarnya. Rejeki akan mengejar siapa yang ikhlas dan tanpa pamrih membaginya, dan tidak digunakannya sendiri. Dan jumlahnya bisa begitu banyak bahkan berlipat ganda. 

Seperti janji Allah pada (QS Al Baqarah ayat 261) : 

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui”

Kebanyakan kita selalu berfikiran bahwa rejeki itu selalu berupa materi. Yang tidak  berupa materi, kurang disadari dan dimengerti sebagai rejeki. Contohnya : jarang orang sadar mensyukuri kesehatan yang diberikan oleh Allah Swt. Dia baru sadar, ketika bezoek ke rumah sakit. Ketika melihat disana banyak pasien yang tergeletak sakit. Sudah sakit, tetapi masih harus membayar biaya yang tidak sedikit. Astaghfirullah.

Read more: Rejeki Mengejar Pembaginya

Sunday the 18th. http://www.herulegowo.com. Joomla 3.0 templates. All rights reserved.