Aviation Security

Print
Category: Airports
Published Date Written by Heru Legowo

Security secara umum dianggap sebagai jaminan keselamatan. Jika ada masalah, hampir selalu yang dimintai tolong atau juga yang mudah disalahkan adalah petugas security. Kesan ini selalu muncul setiap kali kita menemui masalah. Di bandara masalah security ditangani dan diawaki oleh petugas Aviation Security (Avsec). 

Untuk sebuah bandara yang mengatur mengenai security, adalah Annex 17 dan Doc 8973. Untuk penanganan security penerbangan internasional diatur dalam Doc 8973. Doc 8973 itu kemudian diratifikasi oleh masing-masing negara, disesuaikan dengan kondisi geografis dan ancaman security masing-masing negara. Dokumen ini kemudian diambil dan diterapkan menjadi  pedoman pelaksanaan aviation security yang diatur dengan Peraturan Menteri Perhubungan atau Instruksi Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Selanjutnya secara operasional pelaksanaan aviation security di suatu bandara diatur dalam Dokumen Airport Security Program

 

Aviation Security Program

Acuan untuk melaksanakan secara operasional di Bandara, adalah Airport Security Program (ASP). Semua bandara harus memiliki ASP ini dan secara periodik diperbaharui sesuai dengan situasi, kondisi dan regulasi yang berubah di suatu bandara. ASP itu mengatur segala hal yang berkaitan dengan security. Dimana dan bagaimana proses pemeriksaaan security dilakukan, berapa petugas yang harus disediakan, peralatannya apa saja, prosedurnya bagaimana dan sebagainya. Di dalam ASP itu termasuk Dokumen Airport Contingency Plan. Dokumen itu mengatur bagaimana menangani situasi pada waktu terjadi kondisi darurat. Baik itu berupa kecelakaan penerbangan ataupun tindakan melawan hukum (unlawful interference). Semua itu dijelaskan dengan rinci pada Dokumen ASP.

Dan untuk memastikan agar ASP ini dijalankan dengan baik oleh semua pemangku kepentingan di bandara, maka dibentuk Airport Security Committe (ASC). Anggotanya adalah seluruh instansi yang berada dan bekerja di sebuah bandara, antara lain : airline, ground handling, CIQ, unsur kepolisian, TNI-AU, komunitas bandara dan sebagainya. ASC ini secara periodik biasanya 4 kali dalam setahun, saling bertemu untuk membahas pelaksanaan aviation security di suatu bandara. Seyogyanya ASC ini lebih sering bertemu untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dan ancaman dalam aviation security.

Jadi sebenarnya secara organisasi pelaksanaan aviation security di bandara telah diatur secara rinci dan detil. Hanya saja selalu saja masih ada celah, dimana beberapa proses mungkin saja tidak dilakukan dengan baik. Untuk itu ada mekanisme lain yang memastikan agar aviation security dilakukan secara benar. Bahasa kerennya : documented dan implemented. Bukanitu saja. Untuk memastikan bahwa semua prosedur itu benar-benar di dokumentasikan dan dilaksanakan, juga ada satu lagi yang mesti dipenuhi yaitu evidence. Bukti bahwa benar semua dokumentasi itu dilaksanakan dan ada bukti pelaksanaannya. Mekanisme itu dilakukan dengan pengawasan kualitas atau Quality Control. Tugas utamanya mengevaluasi apakah proses aviation security sudah memenuhi : documented,  implemented dan evidence.

 

Quality Control

Apa yang dilakukan Avsec untuk menjaga performansi dan kinerjanya diatur dalam urutan proses pengawasan kualitas atau quality control. Pertama, adalah audit Aviation Security. Ini dilakukan dengan memberitahukan lebih dahulu kepada unit kerja atau bandara yang akan diaudit. Hal ini untuk memberi kesempatan, sehingga yang unit kerja atau bandara yang akan diaudit dapat mempersiapkan lebih cermat hal-hal yang masih harus diperbaiki. Proses audit ini mencakup beberapa hal, petugas Avsec, peralatan Avsec, sistem operasi dan juga contigency plan jika terjadi keadaan darurat. Para petugas Avsec mesti memiliki STKP yang berlaku, sesuai bidang tugasnya masing-masing. Apakah jumkahnya cukup sesuai bidang tugasnya. Kemudian pemeriksaan kinerja peralatan Avsec. Apakah semua peralatan dalam kondisi baik dan benar-benar dalat berfungsi? Apakah peralatan walk through detector berfungsi dengan baik? Handheld metal detector apakah cukup sensitif dan dapat mendeteksi logam dengan baik?

 

Kedua, adalah Inspeksi Lapangan. Ini dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dulu, dan dilakukan oleh instansi resmi pemerintah. Dalam hal ini adalah dari Direktorat Keamanan Penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Biasanya dilakukan ketika ada laporan atau berdasarkan pengamatan dan evaluasi, ada sesuatu yang tidak berjalan dengan semestinya. Prosesnya dapat dilakukan secara mendadak. Ini untuk memperoleh gambaran nyata yang sebenarnya, bagaimana proses Avsec dilakukan di lapangan. Meliputi seluruh aspek yang dicurigai tidak dilakukan. 

Apakah dokumen prosedur operasinya ada? Jika ada, apakah sudah di update sesuai dengan konsisi yang terakhir? Lalu bagaimana pelaksanaan dari dokumen tersebut? Apakah secara konsisten dilakukan sesuai yang tertulis. Jika ada dokumennya dan juga pelaksanaannya, apakah ada bukti-bukti pelaksanaan dari dokumen tersebut? 

 

 

Ketiga, adalah dengan survey. biasanya dilakukan pada waktu ada perubahan bangunan atau terminal karena ada pembangunan terminal baru. Bagaimana menempatkan semua peralatan dan lokasi peralatan Avsec di sebuah bandara. Penentuan lokasi ini sungguh strategis karena harus memperhitungkan bangunan, letaknya yang tepat agar tidak mengganggu alur pergerakan penumpang. Di terminal penumpang penempatan Security Check Point misalnya, mesti di lokasi yang tepat dan strategis sehingga proses pemeriksaaan security dapat dilakukan dengan optimal, tanpa mengganggu alur penumpang. Peralatan Walk through mesti tidak terganggu oleh benda di sekitarnya yang mengandung logam, yang dapat mengganggu proses kerjanya. Di airside juga begitu menempatkan pos-pos jaga security pada beberapa tempat strategis, sehingga security dapat menjalankan tugasnya dengan efektif. Begitu pula di landside.

Keempat, adalah test atau pengujian lapangan. Ini untuk memastikan bahwa memang benar semua prosedur itu ada dokumentasinya, dan dilaksanakan dengan konsisten, juga ada bukti pelaksanaan dokumen tersebut. Selanjutnya para petugasnya. Pengujian lapangan ini untuk memastikan para petugas memiliki STKP yang masih berlaku, dan bekerja sesuai dengan STKP yang dimilikinya Apakah jumlahnya mencukupi untuk semua posisi yang harus diisi petugas Avsec, dan lain sebagainya. 

Saya yakin sepenuhnya hasil inspeksi akan banyak menemukan yang hal-hal belum standar. Itulah mengapa pelaksanaan inspeksi perlu terus dilakukan agar membuat Aviation Security selalu siap dan siaga, untuk memenuhi semua standar yang sudah  ditetapkan.

 

Airport Solution Indonesia

Dalam rangka membahas perkembangan dunia penerbangan Indonesia, telah diselenggarakan Airport Solution Indonesia (ASI) tanggal 6-7 Desember yang lalu di Jakarta Convention Centre. ASI ini menjadi ajang yang bagus untuk saling memahami dan mengerti hal-hal apa saja yang sudah terjadi dan apa saja yang akan terjadi di masa mendatang. Hanya sayang, pejabat dari Direktorat Jenderal Perhubungan tidak tampak hadir mengikuti pelaksanaan ASI ini. Beliau yang seyogyanya memberi arahan pada conference ini, hanya diwakili oleh Ibu Ary Winarni. 

Seyogyanya wakil dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara hadir dan mengamati apa saja yang sedang dibahas dan dibicarakan pada ASI ini. Dalam hal ini seyogyanya wakil dari Direktorat Keamanan Penerbangan. Saya fikir ini sungguh momen yang penting. Jika ada policy tertentu, segera dapat dikomunikasikan atau paling tidak diberitahukan. Dengan demikian ada kesepahaman untuk mengantisipasinya. Ini menjadi media, bagaimana policy dan kebijaksanaan pemerintah dieksekusi oleh pelaksana di lapangan. Dan dunia bisnis ikut mendukung dengan akselerasi menyiapkan diri termasuk dengan produk teknologi baru untuk memperbaiki kinerja operasional sebuah bandara.

Semoga pada kesempatan berikut lebih banyak pejabat terkait yang mengamati ASI ini. Harapannya akan diperoleh sinergi dalam menghasilkan sesuatu yang positif dan nyata bagi dunia penerbangan Indonesia.

 

Kemayoran, 9 Des 2017

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Add comment


Security code
Refresh

Sunday the 18th. http://www.herulegowo.com. Joomla 3.0 templates. All rights reserved.