LALU LINTAS KERETA

Oleh : Heru Legowo

Saya beruntung mendapat kesempatan melihat Operation Control Centre PT. KAI di Manggarai. Terimakasih kepada Pak Edie Haryoto Direktur Utama PT. KAI (1999-2002) yang telah mengajak saya –mantan Air Traffic Controller–, agar tahu bagaimana mengatur perjalanan kereta api.

Sebenarnya karena waktu yang singkat dan terbatas, saya belum sepenuhnya mengerti prosesnya, tetapi dengan membaca artikel dan publikasi resmi, saya sedikit banyak jadi mengerti proses pengendalian perjalanan kereta itu.

Di udara dimana langit tak terbatas, pilot dapat membawa pesawat dengan bebas walau terbatas dan dibatasi. Beda halnya dengan kereta api. Rangkaian kereta tidak mudah bergeser, atau berpindah jalur dan harus mengikuti jalur dimana kereta itu terletak.

Operation Control Centre Manggarai – PT. KAI

Selain itu dan memerlukan jarak pengereman yang panjang. Faktor lain yang menyulitkan pengendalian kereta api adalah cuaca buruk dan kondisi geografis jalur kereta api. Beberapa hal ini menjadi faktor penting, dalam pengaturan perjalanan kereta api.

Belum lagi jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), disebabkan oleh kereta rusak, rel kereta bergeser, bencana alam dan sebagainya, Disinilah menariknya proses pengaturan perjalanan kereta, unik dan menarik.

Pada kunjungan ke Operation Control Centre (OCC) Manggarai, di dinding yang lebarnya sekitar 10 meteran, ada sebuah layar berwarna hitam dengan jalur-jalur kereta yang tersusun rapi. Di depan layar ada beberapa petugas yang terlihat berkonsentrasi penuh melihat layar komputer didepannya dan sesekali melihat dan mencermati jalur kereta pada monitor yang lebar itu.

Saya memperhatikan ada jalur yang berwarna merah, kuning dan abu-abu.  Lalu saya lalu bertanya kepada Pak Kukuh Pejabat di OCC mengenai makna dari warna-warna itu.

Bersama Pak Kukuh di Operation Control Centre Manggarai

Pak Kukuh kemudian menjelaskan warna merah, artinya ada kereta yang berhenti yang berada di petak atau blok itu. Jika kereta itu mulai bergerak, maka warnanya berubah menjadi kuning. Warna kuning ini bergerak sepanjang jalur rel, dan jika kereta sudah melewati suatu blok dengan aman, maka blok yang ditinggalkan itu berubah warnanya menjadi abu-abu.

Jadi dengan memperhatikan warna-warna itu, dapat diketahui kondisi blok-blok tersebut dan rangkaian kereta yang berada diatasnya.

Para mantan Air Traffic Controller di OCC Manggarai

PETAK JALAN

Dalam perkeretaapian, dikenal apa yang disebut dengan petak jalan atau petak blok. Ini adalah salah satu sistem pendukung jalannya operasional perkeretaapian. Tujuan utamanya untuk mencegah tabrakan antar kereta.

Prinsip dasar dari petak jalan adalah membagi jalur kereta api menjadi beberapa bagian yang disebut “petak” atau “blok”. Umumnya, satu petak jalan dimulai dari akhir stasiun atau sinyal menuju stasiun berikutnya atau sinyal blok selanjutnya. Panjang satu petak jalan, harus memungkinkan kereta api untuk berhenti, ketika terjadi keadaan darurat; tanpa membahayakan rangkaian kereta di petak jalan lainnya.

Jadi “blok” itu sebenarnya adalah jarak aman, antar rangkaian kereta api. Dalam pengaturan lalu lintas udara, itu adalah “separation” yang dipergunakan oleh ATC, dalam menjaga jarak aman antar pesawat terbang.

GAPEKA

Proses pengendalian perjalan kereta ini didukung dengan apa yang dinamakan sebagai Gapeka. Grafik perjalanan kereta api (Gapeka) digunakan untuk mewakili pergerakan kereta api dan waktunya, terhadap posisi masing-masing alat transportasi. Operasi perjalanan kereta, secara grafis ditampilkan dan direncanakan menggunakan Gapeka.

Aplikasi Gapeka ini yang tertua dibuat pada tahun 1840-an di Compagnie des chemins de fer du Nord, Perancis, yang disusun oleh Léon Lalanne bersama Jules Petiet.

Gapeka dibuat menggunakan koordinat Kartesius dengan sumbu vertikal adalah jarak tempuh atau tempat, dan sumbu horizontal menunjukkan waktu tempuh. Dan garis-garis itu dapat diwarnai dan dibuat tebal dan tipis, berdasarkan kategori kereta dan jumlah kereta, dan hari perjalanan.

Dengan memperhatikan Gapeka dapat diketahui proses perjalanan kereta. Dalam Gapeka, pemberhentian, persilangan dan persusulan kereta, dapat dilihat secara sekilas. Gapeka juga tersedia dalam bentuk cetak atau elektronik.

Aplikasi operasional dari representasi grafis dari rangkaian kereta api ini juga digunakan dalam pemantauan operasi waktu riil, yaitu dengan mempertimbangkan gangguan dan keterlambatan dan mengambil tindakan yang tepat.

Pak Edie Haryoto Direktur Utama PT. KAI (1999-2002)

SINYAL

Kemudian operasi perjalanan kereta api didukung dengan sistem persinyalan. Biasanya, sistem persinyalan digunakan untuk mengatur lalu lintas kereta api antar petak. Ketika sebuah rangkaian menempati suatu petak, maka sinyal di kedua ujung petak akan menunjukkan indikasi bahwa petak tersebut tidak aman dilalui.

Apabila bagian depan rangkaian kereta api baru saja memasuki sebuah petak, tetapi bagian belakang rangkaian belum memasuki petak tersebut, maka kedua petak yang ditempati oleh kereta api berstatus tidak aman. Petak yang dilalui baru akan berstatus aman ketika seluruh bagian rangkaian kereta api telah meninggalkan petak tersebut.

Selalu ada kemungkinan sebuah kereta api mengalami gangguan hingga berhenti di tengah lintas, kemudian kereta api lain datang dari depan atau belakangnya. Pada situasi seperti ini, kereta api mungkin terlalu dekat untuk dapat berhenti, terlebih apabila letak kereta api yang berhenti berada dekat tikungan atau lengkungan. Oleh karena itu, diterapkan sistem petak, untuk menjamin bahwa jarak antar kereta api memenuhi nilai minimum tertentu.

Tim Avia Lovers di Operation Control Centre Manggarai

Selain itu masinis juga harus mengetahui sinyal-sinyal yang mekanis, elektris dan juga semboyan-semboyan kereta yang terpancang di sepanjang rel kereta api. Terutama ketika akan memasuki dan keluar dari stasiun kereta.

Semboyan adalah marka-marka kereta dengan gambar dan tulisan khusus sebagai pembantu dan pemandu masinis, dalam menjalankan kereta agar berjalan lancar, aman dan selamat.

Begitulah secara garis besar proses pengaturan perjalanan kereta api. Untuk lebih detilnya mesti dijelaskan oleh ahlinya. Tulisan ini hanya sebagai pengenalan dasar tentang bagaimana pengaturan perjalanan kereta api itu dilakukan.

Kemayoran : 19 Nov 2022

Heru Legowo