BANJIR & AIR

Sekarang sedang banjir hampir di mana-mana. Dan jika diperhatikan, penyebabnya ada tiga hal : karena kehendak Allah, karena alam dan karena manusia. Jika kehendak Allah, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa pasrah dan berserah diri. Seperti kisah Nabi Nuh.

Jika karena alam, manusia masih bisa berusaha untuk mengendalikan dan mengatur air, sehingga air tidak menjadi musibah. Contohnya? Bangsa Belanda terkenal bangsa yang sangat piawai mengendalikan air. Banyak permukaan tanah di negeri Belanda yang lebih rendah dari permukaan air, tetapi mereka tidak pernah mengalami banjir. Berkat ilmu manajemen air dan kesadaran tinggi menjaga alam.

Jika karena manusia, ini yang sulit. Manusia memperlakukan alam dengan semena-mena. Manusia memaksa alam untuk memenuhi kebutuhannya, tanpa kira-kira. Dorongan nafsu dan keinginannya begitu menguasai, sehingga menghalalkan segala cara. Akibatnya alam menjadi rusak. Dan akhirnya alam pun marah, lalu membalas kepada manusia. Salah satunya dalam bentuk banjir, yang menimbulkan musibah mengerikan!

Jadi harus bagaimana? Manusia yang cerdas memang dapat mengevaluasi dan mencari solusi atas akibat buruk yang dideritanya. Tetapi dorongan materi dan nafsu, juga hedonisme yang berlebihan dalam memenuhi kepuasan hidupnya, seringkali membuat manusia lupa diri. Apalagi jika ada unsur serakah dalam perilakunya. Jika masih begitu, maka akan sulit mencari solusinya, walaupun tahu caranya!

Australia juga dilanda banjir besar

Ada ungkapan hiduplah seperti air.  Salah satu wujud dari Hasta Brata yang diwejangkan Sri Kresna kepada Arjuna, di padang Kurusetra pada waktu Perang Bharata Yudha. Air membuat dingin dan sejuk. Air menghidupi. Air selalu mengalir ke tempat yang rendah. Jika diam, air bisa menjadi cermin. Jika mengalir dalam jumlah besar, air punya kekuatan dahsyat, yang melibas apa saja yang merintanginya.

Jadi, bijaksanalah memperlakukan alam, agar alam tidak marah. Lalu membalas dan membuat manusia mendapat musibah. Juga waspadalah jika engkau sedang “menjadi” air.  Jangan berbuat sesuatu yang dapat membuat petaka, di luar sana.

Jadilah air suci yang memberi berkah. Air yang menjadi syarat, agar engkau sah menghaturkan sembah, kepada Sang Pencipta Alam Semesta.

Bismillah

KPA : 20 Okt 2022