IBADAH

Allah Swt menciptakan manusia di dunia ini dengan 4 tujuan yaitu :

  1. Beribadah (QS.51:56)
  2. Menjadi Khalifah-NYA (QS.2:30) (QS.6:165)
  3. Mengemban Amanah (QS.33:72) dan
  4. Mengetahui Kebesaran Allah (QS.65:12).

Sebab beribadah itu adalah tujuan pertama, maka sebagian besar orang lebih menekankan pada masalah ibadah ini. Hanya saja pengertiannya menjadi sempit, terbatas hanya kepada ibadah ritual, berupa shalat, zakat, puasa dan Haji di seputar itu saja.  Padahal makna ibadah itu, lebih jauh lagi daripada itu.

Makna ibadah dalam Islam adalah tunduk dan patuh sepenuh hati kepada Allah. Itu dapat mengandung arti yang luas. Ibadah meliputi segala amal perbuatan yang titik tolaknya ikhlas kepada Allah. Tujuannya keridlaan Allah, panduannya adalah amal saleh.

Jadi sebetulnya makna ibadah itu luas. Mari kita mencoba mencermatinya. Yang pertama tentu saja ibadah itu adalah perintah dari Allah. Secara wujud, ibadah itu dapat berupa fisik dan non fisik. Ibadah fisik adalah yang kelihatan mata. Dan yang non fisik yang tidak kelihatan mata atau kasat mata.

Ibadah juga selain bersifat pribadi yang dilakukan oleh masing-masing individu; juga berupa ibadah sosial yang dilakukan untuk kepentingan orang banyak. Pada kenyataannya orang lebih banyak konsentrasi kepada ibadah individu, sementara ibadah sosialnya terlupakan, dan tidak atau bukan menjadi prioritasnya.

Menurut hemat saya ibadah sosial itu bukan semata hanya yang bersifat material atau finansial saja. Ibadah sosial itu juga dapat berupa perilaku, tindakan, bantuan atau kontribusi untuk masyarakat sosial, yang lebih luas. Contohnya? Menghargai orang lain. Bersimpati dan berempati atas kesulitan orang lain. Kemudian merasa terpanggil untuk ikut membantu kesulitan orang lain, merasa prihatin dan membantu penderitaan orang lain, membantu mengatasi musibah yang dialami oleh orang lain, dan hal-hal yang semacam itu.

Dan ini yang penting, tidak semua yang disebutkan itu mesti berupa materi. Itu juga dapat berupa saran, masukan, pemikiran, nasehat atau enlightment. Kadang-kadang yang ini, justru sangat membantu mengurai suatu masalah.

Memperhatikan fenomena akhir-akhir ini, banyak orang tidak peduli kepada ibadah sosial. Contohnya? Orang sudah mulai kurang menghargai orang lain. Orang mau menang sendiri dan tidak mau kalah. Lalu memaksakan kehendak! Orang semakin tidak peduli atas penderitaan orang lain. Masak sih?

Bukti nyata dan yang terbaru adalah Kasus Ferdy Sambo dan Tragedi Kanjuruhan. Manusia yang semestinya menjadi khalifah-NYA dan memberi rahmat bagi alam semesta, justru mengakibatkan kematian orang lain.

Astaghfirullah

Kemayoran, 14 Oktoner 2022

KPA