MUSIBAH & BERKAH

Ki Pandan Alas

Allah menciptakan segala sesuatu selalu berpasang-pasangan: baik-buruk, gelap-terang, atas-bawah, kanan-kiri. Semua diciptakan berpasangan agar di dunia ini berjalan dengan harmonis, dan tercapai suatu keseimbangan. Demikian pula ketika berkaitan dengan kehidupan. Selalu ada musibah dan juga ada berkah. Di tengah-tengah musibah dan berkah itu selalu ada hikmah.

Siapa pun yang mengalami musibah, kalau dapat memahami apa hikmah di dalamnya; maka musibah itu dapat dimengerti sebagai suatu berkah. Ini gampang diucapkan dalam kata-kata, tetapi dalam prakteknya sulit.

Mari kita coba melihat dalam kejadian yang nyata. Tatkala seseorang mengalami musibah, katakanlah tabrakan di jalan tol. Musibah bagi seseorang, ternyata menjadi rezeki dan berkah bagi orang lain. Kok bisa? Sebab setelah kejadian itu akan ada proses penarikan mobil, ada perbaikan kendaraan, ada juga pembelian sparepart dan sebagainya. Jadi akibat dari suatu musibah yang dialami oleh seseorang, telah menjadi berkah bagi orang lain. Semua sudah diatur dalam algoritma-NYA yang rumit.

Kita lihat lain lagi contohnya, gunung meletus misalnya. Gunung meletus yang menimbulkan kerusakan, rumah roboh, pohon tumbang, sungai tertutup pasir, jembatan rusak dan lainnya. Pada satu sisi letusan gunung begitu menakutkan dan mengerikan, tetapi kalau diambil hikmahnya akan terlihat sisi positifnya. Setelah musibah itu berlalu, akan ada kegiatan pembangunan rumah-rumah, membangun kembali jembatan dan perbaikan fasilitas dan sebagainya. Ini artinya kegiatan ekonomi akan bergulir. Ada barang-barang yang dibeli, ada tenaga kerja yang terserap, ada proses pengangkutan barang, dan lainnya lagi.

Sungai-sungai yang terisi penuh pasir itu, artinya membuat harga pasir bisa menjadi lebih murah. Orang bisa memperoleh pasir dengan kualitas tinggi dari hasil letusan gunung berapi. Belum lagi dalam jangka panjang tanah yang tertutup lahar, akan menjadi subur. Pertanian akan menghasilkan banyak tanaman, akan banyak pohon yang tumbuh dengan subur, dan menghasilkan lebih banyak buah.

Dan mari memperhatikan kasus yang terakhir Irjen Ferdy Sambo. Itu adalah musibah bagi Irjen Ferdy Sambo. Tetapi itu sekaligus menjadi berkah bagi orang lain. Kok bisa begitu? Sebab ada puluhan orang, ada Perwira Atas, Menengah dan Bintara yang dimutasikan dan terancam dinonaktifkan. Itu berarti adalah berkah bagi generasi dibawahnya. Sebab terbuka kemungkinan untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh mereka yang mendapatkan musibah dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Memperhatikan beberapa kenyataan dan fenomena tersebut, hanya orang-orang yang mampu merenungkan dan mengambil hikmahnya yang mampu memetik rahasia di balik suatu musibah yang dijatuhkan oleh Allah.

Musibah seyogyanya jangan dilihat hanya dalam satu sudut saja, tetapi harus difahami dalam skala yang lebih luas. Siapa yang dapat mengambil hikmah, dia akan tahu –walau serba sedikit–; apa makna dibalik musibah yang diberikan oleh Allah.

Akhirnya, kira-kira begitulah renungan hari ini. Mudah-mudahan kita selalu dapat merenungkan dan mengambil hikmah atas segala sesuatu yang berlangsung di sekitar kita. Baik itu berupa musibah dan ataupun yang berupa hadiah. Dibalik keduanya, selalu ada hikmah yang bisa dipetik, direnungkan dan diambil esensinya, untuk kehidupan kita.

Wallahua’lam …

Kemayoran : Minggu, 28 Agustus 2022

KPA