WAKTU

Waktu begitu sangat berharga. Di alam semesta ini Allah Swt menciptakan parameter yang sungguh luar biasa yaitu waktu! Tidak ada yang dapat menundukkan dan mengalahkan Sang Waktu. Waktu begitu berkuasa, kepada siapa dan apa saja. Tidak ada yang mampu melawan Sang Waktu. Dengan perlahan dan pasti, waktu menelan apa saja dan siapa saja tanpa terkecuali. Semua yang ada di alam semesta ini tunduk kepada Sang Waktu.

Begitu hebatnya Sang Waktu. Orang Jawa menggambarkannya sebagai Bethara Kala, Dewa Raksasa yang mampu memakan apa saja. Jika sedang marah dia akan memakan matahari dan bulan. Jika itu terjadi, maka terjadilah gerhana matahari dan gerhana bulan. Barangkali dengan metafora Sang Bethara Kala itu, kemudian muncul kata baru dari waktu adalah kala. Sang Kala memakan apa saja, dan tidak ada yang mampu menunda atau menolaknya. Jika Sang Kala tiba, semua akan berakhir sesuai batas-batasnya.

Saya mencoba mengenang sejenak tentang waktu ini. Rasanya baru kemarin tinggal dan bekerja di Bandara Sepinggan dengan suka-dukanya. Minum air berwarna coklat susu. Air yang harus ditampung lebih dahulu di drum-drum lalu dibersihkan dahulu dengan dicampur tawas, baru dapat digunakan. Sekarang, tahu-tahu sudah pensiun. Waktu berlalu begitu cepat, dan perlahan-lahan waktu menelan kehidupan masa lalu.

Rasanya benar yang dikatakan para filsuf bahwa waktu akan terasa berjalan lambat jika sedang menunggu. Waktu berjalan cepat, jika sedang terlambat. Waktu terasa begitu singkat jika kita sedang senang dan bahagia. Dan waktu terasa panjang jika kita merasa bosan. Jadi sebenarnya waktu bukan ditentukan oleh jam. Jam hanya membuat hitungan berjalannya waktu. Tetapi waktu dirasakan dari perasaan dan kondisi psikologis orang yang bersangkutan. Kualitas waktu, cepat dan lambatnya waktu tergantung kepada anda sendiri yang menjalaninya.

Jadi harus bagaimana dong? Please have a nice time. Jagalah perasaan anda agar anda dapat menikmati waktu dengan baik. Marilah memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya. Berbuat baik kepada sesama, membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Syukur-syukur dapat membagikan sebagian rejeki yang diperoleh untuk kebutuhan orang lain.

Mengenai waktu ini, Allah Swt berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Muminun ayat 112 & 114 :

Dia (Allah) berfirman : “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”  Dia (Allah) berfirman : “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui”

Ya begitulah. Manusia sering tidak sadar dan terlupa, bahwa sebenarnya mereka hanya tinggal sebentar di bumi. Orang Jawa mengatakan : urip iku mung mampir ngombe. Hidup itu hanya sekedar mampir untuk minum. Perjalananan sesungguhnya adalah menuju kepada Allah Swt. Hanya saja barangkali karena sudah menjadi kodratnya, manusia sering lupa tujuan utamanya. Mereka lebih asyik-masyuk dengan permainannya ketika mampir untuk minum di dunia yang serba sementara ini.

Manusia sibuk berkutat dengan eksistensinya, rasa bangga dirinya, keluarganya, hartanya, kemegahan dan kekuasaannya. Buktinya? Peribahasanya juga menunjukkan itu : Time is money! Semua parameternya adalah uang dan harta untuk memuaskan kebutuhan fisiknya. Ibarat kapal penumpang kapal sibuk bersuka-ria dengan kemewahan diatas kapal dan kurang memperhatikan, kemana kapal sedang menuju. Jika tidak tahu arah, kapal  tidak akan sampai kemana-mana. Astaghfirullah

Oleh sebab itu, Allah Swt memberi gambaran mengenai perilaku manusia itu, dalam Al-Quran Surat Al-Ashr ayat 1-3 : Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran.

Akhirnya, marilah mengambil manfaat dari fenomena ini. Sang Kala terus bekerja. Dan dengan perlahan-lahan Sang Waktu terus memakan usia kita. Waktunya akan tiba dan itu tidak dapat diundurkan lagi. Jadi? Marilah dengan cermat menggunakan sisa waktu yang tersisa, untuk hal-hal yang bermanfaat. Bagi diri sendiri dan orang lain. Dan memohon semoga jika waktunya tiba kita mendapatkan husnul khatimah.

Amin Ya Rabbal Alamin.

Surokarsan, Rebo Legi 11 April 2018 
herulegowo@gmail.com