Lombok & Gempa

Di suatu pagi kami sedang duduk bersama di meja belakang rumah, sambil ngopi. Anakku Akbar Ainur Pamungkas baru saja pulang menjadi sukarelawan gempa di Lombok Utara, dan dia dengan antusias menceritakan pengalamannya. Akbar bersama 12 orang temannya sedang menunggu pengumuman hasil ujian akhir Fakultas Kedokteran. Oleh Ikatan Dokter Bhineka Tunggal Ika mereka dikirim ke Lombok, menjadi sukarelawan untuk meringankan beban pasca gempa ke Lombok. Dan mereka ditempatkan di Desa Akar-Akar, Bayan Lombok Utara. Persis di kakinya Gunung Rinjani.

Saya merasa pengalaman mereka cukup spektakuler. Rasanya sayang kalau tidak di-share, agar lebih dimengerti oleh orang banyak. Jadi saya mencoba menceritakannya kembali pengalaman mereka. Begini …

Kelompok mereka terdiri dari dua belas orang, 3 laki-laki dan 9 perempuan. Sesuai jadwal sebenarnya mereka harus naik pesawat Hercules TNI-AU, tetapi karena tidak kebagian seat, jadi mereka naik pesawat komersial biasa. Padahal saya ingin agar mereka benar-benar merasakan bagaimana sebuah operasi kemanusiaan dilakukan. Naik pesawat Hercules lebih bisa memberi pengalaman sesungguhnya. Sayang tidak kebagian seat. Ya sudahlah.

Continue reading “Lombok & Gempa”

Mengunjungi Gua Hira

Makkah, Kamis, 10 Maret 2011 jam 4 pagi menjelang Subuh. Sesuai janji Asep menjemput saya di hotel. Kami mencari taksi dan sepakat ongkosnya 20 real menuju ke Jabbal Nur dimana Gua Hira terletak. Jabbal Nur kira-kira 10 km dari Masjidil Haram. Sengaja memilih waktu pagi hari untuk mendaki ke Gua Hira. Dengan perhitungan, jika siang sedikit udara pasti akan sangat panas. Jalanan masih sangat sepi, tidak banyak kendaraan lalu lalang. Dalam waktu 20 menit, taksi sudah sampai di lokasi. Lalu bergerak menanjak perlahan kemudian berhenti pada titik awal pendakian ke Jabbal Nur.

Suasana masih gelap. Hanya ada lampu yang menerangi lapak-lapak yang berjualan souvenir dan tongkat, untuk membantu mendaki. Saya menaikkan kerah baju. Udara dingin pagi lebih dari sejuk, mengelus kulit. Tidak menyangka se pagi ini, ternyata sudah ada beberapa jamaah yang dari logat bicaranya tampaknya dari Turki.

Satu demi satu mereka berjalan beriringan. Beberapa dari mereka adalah nenek-nenek yang jalannya sudah setengah terbungkuk. Saya merasa salut kepada semangat mereka. Barangkali pembimbing umrahnya cukup kuat menyarankan agar mereka mendatangi Gua Hira. Sementara itu saya hanya sendirian, karena rekan-rekan tidak ada yang berminat untuk bersama-sama naik ke Jabbal Nur ini.

Menjelang titik awal pendakian, jalanan sudah mulai tegak. Saya membeli tongkat aluminium untuk membantu mendaki keatas. Harganya 10 real. Ini pasti berguna diatas sana nanti, ketika melalui tebing berbatu.

Continue reading “Mengunjungi Gua Hira”

Ketangkap KPK

Operasi Tangkap Tangan dari Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menemukan korbannya. Seakan OTT ini tidak akan berhenti. Dan seperti yang saya tebak, OTT ini akan terus memakan korban. Tinggal menunggu giliran saja. Marilah kita lihat. Tinggal menunggu waktu saja dan OTT pasti kembali akan mendapatkan korbannya.

Pertanyaannya kemudian adalah : mengapa OTT ini terus mendapat korban? Mengapa yang bakal menjadi korban, seakan tidak atau kurang memperhatikan bahwa pada suatu saat daya jangkau OTT akan menghampiri dirinya? Sungguh mengherankan sudah puluhan lebih OTT memakan korban, tetapi tidak membuat jera atau takut. Mereka tetap melakukan sesuatu, yang pada saatnya nanti membuat mereka terpaksa memakai rompi oranye keluar dari gedung KPK dan disorot oleh semua media pemberitaan. Dan yang aneh juga mengherankan mereka tampak biasa-biasa saja, bahan tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Hadeehhh …

Continue reading “Ketangkap KPK”

Menerima Perbedaan

Kyai Haji Ahmad Mustofa Bisri yang dikenal sebagai Gus Mus sangat tepat dan cermat menilai kecenderungan ummat Islam untuk merasa benar sendiri. Puisi ringkasnya sangat telak menohok dan menggambarkan situasi dengan sangat tepat, dan menjadi viral beberapa waktu yang lalu. Beliau mengatakan :

Atheis dimusuhi karena tidak ber-Tuhan
Bertuhan dimusuhi karena Tuhannya beda
Tuhannya sama dimusuhi karena Nabinya beda
Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda
Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda
Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda
Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda

Begitulah yang terjadi. Apalagi menjelang tahun 2019, gambaran tersebut semakin nyata di masyarakat. Masing-masing merasa benar sendiri, dan menganggap yang lain salah. Padahal mereka semua mengerti bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar mereka saling mengenal (QS 49:13). Meskipun demikian ego dan kepentingan masing-masing membuat mereka seakan buta dan tuli, dan tidak dapat mengamalkan esensi yang terkandung dalam Surat Al-Quran yang disebut diatas.

Continue reading “Menerima Perbedaan”

Bisnis Penerbangan Carter Indonesia

Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menyelenggarakan Indonesia Business & Charter Aviation Summit  (IBCAS) di Hotel Grand Mercure Harmoni, tanggal 29 dan 30 Agustus 2018. Menteri Perhubungan diwakili oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Praminto Sukarno, membuka secara resmi acara ini. Adapun keynote speaker-nya adalah Denon Prawiraatmaja Chairman of Non Schedule Flight INACA. Para pembicara adalah M. Pramintohadi Sukarno DGCA,  Yuris Hasibuan Airnav, Capt. Imron Siregar Chairman AOPA Indonesia, Arief Wibowo Managing Director PT. Airfast Indonesia, Muhammad Awaluddin Direktur Utama PT. Angkasa Pura I, Capt. Novianto Herupratomo Manager QSHES PT. Airfast Indonesia, Capt. Rama Valerino Noya IPI.

Selain itu pembicara dari para praktisi operasi dan manajemen internasional, antara lain : Kurt H. Edwards, Patrick C. Dunn, Gary Moran, Alan Hung, Colin Weir, Alan Hung, David D. Leithner dan beberapa orang lainnya.

IBCAS yang diselenggarakan kali ini adalah yang ke tiga kalinya. Beberapa topik yang dibahas dari kondisi terakhir dunia penerbangan diantaranya adalah :

Continue reading “Bisnis Penerbangan Carter Indonesia”

Nabi Ibrahim

Hari Raya Idul Adha baru saja berlalu. Hari yang selalu mengingatkan kembali bagaimana Nabi Ibrahim memberi tauladan tentang kualitas taqwa kepada Allah SWT. Barangkali memang tidak ada nabi yang diuji begitu berat, seberat Nabi Ibrahim jika dilihat dari kepentingan manusia. Nabi Ibrahim lahir sekitar 2995 tahun sebelum Masehi. Dan Rasullullah Muhammad SAW lahir tahun 571 M. Ada rentang waktu selama 3.566 tahun, atau sekitar 35 abad diantara Nabi besar yang sangat luar biasa itu.

Dari sejarah, kisah dan ayat-ayat di dalam Al Quranul Karim, kita tahu bagaimana Nabi Ibrahim benar-benar seorang Nabi yang luar basa, sehingga wajarlah jika Allah Swt menyayanginya (QS-4:125). Marilah kita mencoba menyimak kembali sejarah dan track-record beliau. Biar lebih membumi dan tidak terlalu “tinggi”, kita akan memahaminya dari sisi dan kepentingan manusia.

Yang pertama, adalah ketika Ibrahim berani merusak puluhan berhala (QS-21:58). Ketika itu Ibrahim hanya sendirian melawan masyarakat yang semua penyembah berhala, bahkan ayahnya sendiri adalah pembuat berhala. Marilah kita membayangkan dari dua sisi. Siapa yang mampu dan berani melawan masyarakat padahal hanya sendirian, dalam keadaan seperti itu? Bahkan ayahnya sendiri juga tidak mendukungnya? Kemudian alih-alih melawan berhala, jangan-jangan barang-kali kita juga berada dalam lingkungan penyembah berhala seperti itu?

Continue reading “Nabi Ibrahim”

Pahala, Ridha & Mahabbah

Allah Yang Maha Segalanya telah mem-format mahluk ciptaan-NYA sesuai kehendak-NYA. Kun faya kun. Jadilah! Semua yang ada di alam semesta ini sudah tercetak dengan pasti. Beranjak dari pemahaman itu, segala sesuatunya sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh Dan manusia hanya sekedar tinggal menjalankan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt.

Manusia adalah mahluk yang diciptakan Allah dan ditakdirkan untuk menjadi khalifah-NYA di dunia. Dan Allah Maha Besar menjadikan manusia dengan berbagai tipe dan karakter masing-masing. Begitu pun dalam menjalankan perintah-NYA dan menjauhi larangan-larangan-NYA.

Allah SWT menjanjikan untuk memberi pahala bagi semua mahluk-NYA. Dan semua tertulis dengan jelas dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-NYA. Dari sinilah kemudian orang menempati maqam-nya masing-masing. Maqam ini terbentuk sesuai logika, pola fikir, pengetahuan dan juga kesadaran dalam diri masing-masing. Dan sudah tentu karena ketentuan Allah Swt juga.

Continue reading “Pahala, Ridha & Mahabbah”

Bagaimana Agar Menang

Mencermati proses pengajuan menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, sungguh menarik. Saya bukan politician, saya tidak begitu peduli proses yang sedang berlangsung itu. Hanya saja saya suka mengamati sesuatu yang sedang terjadi, lalu berusaha untuk memahaminya.

Entah mengapa saya merasa proses yang sedang berlangsung itu, seperti orang yang sedang main catur. Kebetulan saya suka catur dan bisa main catur. Dua orang yang mewakili dua kubu dengan segala gengsi dan prestisenya tengah berhadapan. Targetnya adalah sebuah kemenangan akhir. Bagaimana caranya memenangkan pertandingan! Dan segala cara ditempuh untuk dapat menjadi pemenang.

Sementara dua orang bertanding timnya di luar menganalisa setiap langkah yang diambil oleh para pecatur itu. Tentu saja strateginya sudah dibahas bersama pada saat latih tanding dan pasti sudah didiskusikan bagaimana cara memenangkan pertandingan.

Continue reading “Bagaimana Agar Menang”

Energize Yourself

Dunia mengajak anda berubah. Para pakar mengatakan jika ingin menghadapi masa depan dengan lebih baik, maka anda harus berubah. Change or die! Lalu bertaburanlah anjuran untuk keluar dari cara berfikir lama : out of the box. Banyak yang sudah melakukan hal ini, sayangnya walaupun mereka sudah berfikir out of the box, but they still in the box! Tampaknya memang sungguh tidak mudah untuk keluar dari box lama, dimana anda sudah nyaman berada didalamnya.

Begitu juga pada sisi spiritual. Prosesnya mirip seperti itu. Untuk memperoleh sesuatu yang baru, mendapatkan wawasan dan pemahaman yang lebih luas, seseorang harus mampu keluar dari pemikiran orthodox. Mesti kreatif mencari dan belajar lagi sesuatu yang baru. Sesuatu yang benar dan hakiki yang sudah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah belajar dan mengaji. Ini adalah proses yang harus dilakukan untuk memperoleh pemahaman baru. Kesadaran untuk mempelajari sesuatu lebih baik dan benar itu, perlu ditanamkan sejak dini. Bukan saja kepada anak-anak tetapi yang paling penting adalah kepada diri sendiri. Selanjutnya pilihlah guru atau mursyid yang mumpuni. Seorang mursyid yang memahami benar yang disampaikan dan selalu meng-update pemahaman-nya. Beliaulah yang akan menjadi panduan dan arah kemana kita belajar. Jika arahnya salah, kita akan sampai ke tujuan yang salah pula. Astaghfirullah …

Continue reading “Energize Yourself”

Mencari Gua

Dunia ini penuh dengan hiruk-pikuk, gegap-gempita dan riuh-rendah. Juga sarat dengan emosi dan syahwat. Dunia yang fana dan sementara ini banyak sekali memberi tawaran dan iming-iming yang menggiurkan. Ditambah dengan bisikan syaitan, seringkali dunia justru menjadi tujuan manusia dalam memanjakan fisiknya. Manusia menjadi lupa tujuan akhirnya. Manusia sebenarnya bukan mahluk dunia. Dunia hanyalah awal dimulainya perjalanan panjang di akhirat yang entah kapan dan dimana berakhirnya. Manusia yang sadar lalu berusaha mencari jatidirinya. Lalu berusaha untuk menemukan jalan terbaik untuk menghadap keharibaan Allah Swt.

Di jaman dahulu, kita sering mendengar cerita dan membaca orang-orang tua kita bertapa, menyingkir dari hiruk-pikuk dunia, membersihkan hati nuraninya dalam usaha mencari sangkan-paraning dumadi. Para nenek moyang kita dahulu melakukan itu sambil melakukan tapa-brata di gua-gua, tidak makan-minum, mengheningkan cipta dan karsa. Ketika jasmani berada pada titik terendah, justru nuraninya bersinar, memberi inspirasi dan menunjukkan arah kehidupan.

Dalam cerita pewayangan ada juga gambaran semacam itu. Ketika mendapat masalah yang tidak dapat diatasi, Arjuna selalu bertapa di gua yang terpencil dan jarang didatangi manusia. Pada saatnya Arjuna selalu mampu mendapatkan pencerahan dan diberi pusaka untuk menyelesaikan masalahnya. Setiap selesai menyelesaikan tapa-brata-nya, menyingkir dari kehidupan dunia. Arjuna selalu menjadi lebih sakti, lebih baik dan lebih bijaksana. Dan hampir selalu anak dari gurunya kepada siapa dia menimba ilmu, kemudian menjadi istrinya. Barangkali itu buah dari keberhasilannya.

Continue reading “Mencari Gua”