Pertemuan Awal Adventure To Flores

Awal bulan April 2020 yang akan datang, para purna tugas – sebutan lain dari pensiunan – berencana untuk melakukan touring ke Flores dari Jakarta dengan mobil, nyetir sendiri bergantian. Saya diberitahu oleh Mas Untung Rahayu. Surprise juga. Hebat nih bapak-bapak yang masih punya semangat, kesehatan dan juga yang penting adalah : biaya.

Rencana touring ini rasanya disemangati oleh keberhasilan para senior itu ketika melakukan perjalanan darat dari Jakarta sampai ke Sabang dan kilometer nol di  Pulau Weh, ujung utara Indonesia. Berangkat dari rute pantai barat dan pulangnya melalui jalur timur Sumatera. Luar biasa !

Untuk mematangkan rencana tersebut kami ber lima, berkumpul di MGK Kemayoran : Untung Rahayu, Yon Sugiono, Eko Diantoro, Rian Hadihito dan saya. Saya senang para senior itu tampak sehat, ceah dan penuh semangat. Modal yang sangat baik untuk melakukan kegiatan semacam ini.

Continue reading “Pertemuan Awal Adventure To Flores”

KEMELEKATAN

Manusia diciptakan mempunyai keterikatan yang sangat kuat kepada apa saja yang disenangi dan dicintainya. Begitu kuatnya keterikatan itu, sehingga berubah bukan lagi hanya terikat, tetapi kemudian menjadi melekat dengan sangat kuat. Akibatnya manusia (sesuai dengan takdirnya), sulit melepaskan diri dari keterikatan yang begitu kuat itu. Dan keterikatan itu kemudian berubah menjadi kemelekatan. Melekat dan sulit melepaskannya. Selanjutnya karena tidak mampu melepaskan, maka semua yang melekat itu justru menjadi beban bagi dirinya.

Kemelekatan yang begitu kuat itu biasanya kepada tiga hal pokok. Itu sering disebut dengan metafora “Tiga TA” yaitu : harta, takhta dan wanita. “Tiga TA” tadi sering menjadi lambang keberhasilan dan pencapaian seorang laki-laki dalam menjalani kehidupan ini. Oleh sebab itu orang berusaha keras untuk mencapai apa yang akan menjadikannya eksis, dihargai dan diperhitungkan masyarakat, dimana dia berada. Wajar saja.

Continue reading “KEMELEKATAN”

Allah, Masalah & Musibah

Allah SWT yang Maha Segala, mengatur alam semesta dengan menentukan hukum-hukum-NYA. Planet Bumi tempat kita hidup ini, hanyalah noktah kecil di alam semesta raya yang tak terkirakan besarnya. Dan alam semesta itu masih terus berkembang entah sampai kapan. Itu karya-NYA yang luar biasa besar. Sebaliknya, Allah Swt juga menciptakn karya-NYA yang sangat kecil, superkecil. Manusia membutuhkan bantuan mikroskop yang super, untuk dapat melihatnya. Allahu Akbar …

Semua itu adalah sunattullah. Allah menentukan hukum-NYA. Setelah itu  derivatif dari hukum-hukum itulah, yang mengatur kehidupan alam semesta dan memberi hidup dan kehidupan bagi mahluk-mahluk ciptaan-NYA. Terlalu banyak ciptaan-NYA yang begitu sangat luar biasa. Marilah kita perhatikan yang tampak paling sederhana dari hukum-hukum-NYA yang dapat kita lihat dan amati, sebab diluar itu masih begitu sangat banyak yang di luar akal kita!

Bumi diciptakan dan berputar pada porosnya. Dan bumi beredar mengelilingi matahari dengan kemiringan tertentu. Dari dua sunatullah itu, ternyata muncul ribuan derivatifnya, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi.

Continue reading “Allah, Masalah & Musibah”

Mengenang Kembali Curug

Pada tahun 1975-an dapat sekolah di Curug pada waktu adalah sesuatu yang masih langka. Orang ngertinya itu adalah sekolahnya para pilot. Masyarakat di luar Curug kebanyakan tidak tahu, bahwa di Curug itu ada berbagai macam pelatihan keahlian di bidang penerbangan. Itulah mengapa namanya PLP singkatan dari Pendidikan Pelatihan Penerbangan, adaptasi dari Civil Aviation Training Centre.

PLP Curug berada dalam suatu wilayah bersama dengan Bandara Budiarto, bandara khusus untuk melatih pilot. Sebuah papan besar  melintang di pintu masuk Bandara Budiarto, yang pasti diingat semua siswa Curug : The best pilots are trained here! Tetapi sekarang, statemen itu mesti dikonfirmasi lagi. Masih benar nggak tuh?

PLP benar-benar menghasilkan tenaga kerja ahli yang siap pakai. Dilatih paling lama 1,5 tahun. Lulusannya benar-benar langsung dapat bekerja di lapangan. Tahun segitu, tetapi fasilitas pendidikannya sangat lengkap. Untuk pilot fasilitasnya seperti sebuah bandara, dilengkapi dengan simulator, flops, hanggar dan lainnya. Bagi siswa jurusan lain tidak kalah juga. Ada ruangan kelas, ruangan film, laboratorium bahasa, bengkel praktek, perpustakaan, fasilitas olahraga, kolam renang, ruangan makan bersama, barak tempat tinggal siswa.

Continue reading “Mengenang Kembali Curug”

Pesan Dibalik Film FROZEN II

Hari Senin kemarin malam aku diajak anakku nonton film Frozen II. Ini kelanjutan dari Frozen I, itu film yang sangat diminati dan ditonton banyak orang. Penasaran ingin melihat bagaimana sutradara dan penulis scenario membuat lanjutan film berdasarkan cerita fiksi anak-anak, jadilah aku ikut menonton. Kebetulan Studio XXI di Citra Tower, dekat rumah sedang menayangkan film itu.

Dan di layar lebar itu Putri Elsa, Anna, bersama Olaf, Sven dan Kristoff kembali berpetualang dalam cerita arahan sutradara Jennifer Lee dan Chris Buck. Itu kisah baru yang lebih kompleks dan mengundang emosi.

Elsa (Idina Menzel) diceritakan telah menjadi ratu di Arendelle dan Anna (Kristen Bell) hidup bahagia bersama orang-orang yang ia sayangi. Sayang, kebahagiaan mereka harus terhenti, sebab ada misteri yang terus membuat Elsa merasa terpanggil untuk memecahkannya. Pada saat-saat tertentu, alunan lagu selalu terdengar di telinganya. Dan itu membuatnya penasaran dan ingin tahu.

Continue reading “Pesan Dibalik Film FROZEN II”

Syukur & Terimakasih

Pada suatu saat ketika duduk di meja makan dan bersiap menyuapkan makanan ke dalam mulut, setiap orang yang beriman pasti mengucapkan syukur. Baik terucap maupun di dalam hati. Rasa syukur dilangitkan sebab atas karunia-NYA lah, rezeki berupa makanan itu sekarang berada di depan meja dan siap untuk dinikmati. Selanjutnya diteruskan dengan doa, semoga yang akan dimakan berguna bagi tubuh dan kesehatannya.

Sungguh ritual yang tampak sederhana, tetapi menenteramkan hati. Sampai disitu “adegan” itu hanya seperti kesalehan spiritual biasa. Padahal jika direnungkan lebih dalam, proses itu tidaklah tampak sederhana seperti itu. Lho kok bisa?

Marilah kita mencoba mengamati dan memahaminya. Makanan yang hendak disuapkan ke dalam mulut, – misalnya saja sesuap nasi – sebelum siap dimakan, nasi itu telah melalui proses yang panjang. Sangat panjang!

Nasi yang sekarang ada di piring itu, ketika masih berujud tanaman padi barangkali ditanam di  Cianjur, Krawang, Wonosobo atau entah dimana. Jika itu beras impor, berarti di suatu tempat di Kamboja atau Thailand; entah dimana? Dalam proses penanaman padi itu, melibatkan banyak orang. Setelah ditanam, perlu pemeliharaan agar padi dapat dipanen dengan baik.

Continue reading “Syukur & Terimakasih”

Catatan Akhir Tahun 2019

Tahun 2019 hampir berakhir, tinggal menghitung hari. Dunia aviasi terus berkembang dan menjadi sarana transportasi yang menjadi andalan karena cepat dan akurat. Di antara kesibukan transportasi udara yang terus  berkembang, rasanya menarik jika sekedar melakukan flash back beberapa kejadian penting di dunia aviasi ini.

Marilah kita mulai dengan mengingat kembali musibah mengerikan yang membawa korban nyawa begitu banyak, yang dialami oleh pesawat Lion Air Boeing B-737 Max 8.

Pesawat Lion Air JT-610 tinggal landas dari Bandara Soekarno-Hatta tanggal 29 Oktober 2018 pukul 06:20 WIB dengan tujuan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang. Hanya berselang sekitar 13 menit, pesawat jatuh di lepas pantai Tanjung Karawang sekitar 63 di lepas pantai Tanjung Karawang di perairan berkedalaman 35 meter.

Continue reading “Catatan Akhir Tahun 2019”

Menikmati Dunia dan Mempersiapkan Akhirat

Namanya Leksmono Santoso, kami biasa memanggilnya Mon. Di lingkungan bisnisnya dikenal sebagai Leks Santoso. Dia lahir di Malang, putra pamanku yang ke dua dari empat bersaudara. Isterinya bule dari Amerika, namanya Linda Hahn. Mon semula bekerja sebagai Tour Leader.

Pada tahun 1990 Mon mendirikan perusahaan tour sendiri, yang  diberi nama Remote Destinations Indonesia (Redestin Tours). Perusahaannya bergerak di bidang tour yang bersifat adventur di daerah-daerah destinasi terpencil di bagian timur  Indonesia. Selain itu juga destinasi di dunia. Di Asia Tenggara : Myanmar, Vietnam, Kamboja, Afrika Timur dan Tengah, Eropa Timur dan Tengah, China, Mongolia, Russia, Bhutan, Antartica, Arctic, India, Nepal, Amerika Latin, Asia Timur, termasuk Iran dan Kyrgysztan, Israel, Cuba, Yunani, Georgia, Mesir dan Jordania.

Selain sebagai pemilik, Mon juga seringkali menjadi Tour Leader dan memimpin perjalanan tour itu sendiri. Hampir seluruh pelosok Indonesia dan dunia sudah pernah dia jelajahi. Dia bahkan sudah sampai ke Antartica di Kutub Selatan dan memotret beruang es di Kutub Utara. Luar biasaa …

Continue reading “Menikmati Dunia dan Mempersiapkan Akhirat”

Mempersiapkan Anak-Anak Muda

Sangat menarik ketika membaca, memperhatikan dan menyimak bagaimana Jokowi memilih Staf Khusus Presiden yang dari generasi millenial. Sebagai orang tua dan pernah mengelola organisasi yang cukup kompleks, saya sungguh salut keputusan Presiden merekrut 7 orang anak-anak muda.

Dan saya yakin sepenuhnya mereka itu akan memberi semangat, inovasi, kecepatan berfikir kepada Tim Kepresidenan. Mari kita simak siapa mereka:

  1. Adamas Belva Syah Devara (29) master Harvard University dan Stanford University, pendiri sekaligus CEO Ruang Guru.
  2. Putri Indahsari Tanjung lulusan Academy of Art di San Fransisco. CEO Creativepreneur Event Creator dan CBO Kreavi.
  3. Andi Taufan Garuda Putra (32), lulusan Harvard Kennedy School, entrepreneur CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha.
  4. Ayu Kartika Dewi (36), memiliki misi merekatkan persatuan di tengah kebinekaan. Pendiri Sabang-Merauke. MBA Duke University Amerika.
  5. Gracia Billy Mambrasar (31), putra Papua lulusan S2 Australian National University (ANU), dalam proses Doktoral di Harvard. CEO Kitong Bisa.
  6. Angkie Yudistia (32), anak muda penyandang disabilitas aktif bergerak di sosiopreneur Thisable Enterprise. Juru bicara bidang sosial.
  7. Aminuddin Ma’ruf (33), santri muda pernah menjadi Ketua Umum (PMII) (2014-2016), bertugas ke pesantren-2 menebar gagasan dan inovasi baru.

Saya jadi teringat ketika pertama kali ditugaskan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dua minggu awal bertugas, saya mengumpulkan 10 anak-anak muda staf biasa yang menurut feeling saya memiliki talenta, kecerdasan dan kemauan kuat untuk bekerja dan berbuat sesuatu yang melebihi ekspektasi.

Setelah itu kami bertemu secara periodik, dan saya “memaksa” mereka untuk menunjukkan kemampuannya. Banyak tugas dan assignment yang sulit yang sengaja saya coba berikan kepada mereka. Dan ternyata mereka bekerja bagus, memiliki kebersamaan, saling peduli kuat dan tidak mudah menyerah.

Delapan tahun setelah itu, sebagian mereka sudah menduduki jabatan penting di beberapa bandara. Salah satu diantaraya bahkan mengikuti jejak dan menjabat sebagai Co. GM Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dan seorang yang lainnya menjabat Deputi Direktur di Kantor Pusat, menjalankan tugas seperti  yang saya kerjakan pada dekade yang lampau. Luar biasaaa …

Sebuah anak panah sakti selalu membutuhkan busur yang kuat untuk melesatkan mereka ke sasaran dengan baik dan tepat sasaran!  Menjadi anak panah yang kuat dan dapat dan diandalkan adalah satu hal yang penting dilakukan. Hal yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah mencari busur yang mampu mengantarkan anda ke sasaran dengan tepat …

Selamat ya mbak dan mas … Keep going, be brave and success …

KMO, Sabtu 23 Nov 2019
HL

Pertemuan PSAPI ke 11

Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) melaksanakan pertemuan rutin bulanan yang ke 11, tanggal 7 November 2019 di Executive Club Persada Halim. Termakasih keada Marsekal Pertama Fajar Adriyanto Kadispen AU yang telah mem-fasilitasi pertemuan tersebut. Pertemuan berlangsung antara jam 13.00 sampai dengan 15.00. Pembahasan dan diskusi berjalan dengan lancar, padat dan bernas.

Ketua PSAPI Bpk. Chappy Hakim membuka pertemuan dengan mengatakan ada 3 hal strategis yang sudah dibahas PSAPI : FIR Singapura, Kasus Boeing B-737 MAX dan Asuransi Korban Kecelakaan pesawat. Masing-masing topik diharapkan ada tulisan dan pembahasannya, sehingga menjadi masukan bagi yang membutuhkannya,

Untuk kategori pertama kita akan minta Prof. I Bagus R. Supancana, Prof. Makarim Wibisono, DR. Supriabu dan Ridha Widya Nugraha untuk menyumbangkan tulisan dan pemikirannya.

Continue reading “Pertemuan PSAPI ke 11”