Algoritma Ilahiah

Segala sesuatu di alam semesta ini diciptakan Allah dengan target dan tujuan yang terencana, serta diatur dengan kalkukasi yang sangat canggih (QS.2:29). Ada suatu algoritma yang begitu canggih dan ruwet yang mengatur semuanya. Dengan algoritma itu seluruh alam semesta dan segala macam isinya berjalan dengan ritmis, teratur dan sistematis. Bahasa spiritualnya adalah sunatullah.

Manusia adalah mahluk yang berfikir dan menggunakan akalnya. Dengan logikanya manusia mencoba menyingkap misteri alam semesta yang diatur dengan algoritma Ilahiah yang luar biasa. Kemampuan akal-logika dan daya nalar manusia ternyata tidak pernah mampu menyingkap misteri Ilahiah tersebut.

Kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir dan kisah Nabi Musa dengan Malaikat Jibril yang diceritakan oleh Pak Gunawan As. adalah metafora dan sekaligus wujud nyata dari algoritma yang sangat luar biasa itu.

Continue reading “Algoritma Ilahiah”

Siapakah Ulil Albab tu?

Allah Swt menciptakan alam semesta raya demi kemaslahatan ummat dan semua mahluk yang juga diciptakan-NYA. Dan alam semesta ini ternyata terus berkembang dari waktu ke waktu. Seperti balon yang ditiup, semakin lama semakin membesar. Jarak antar Galaxy, antar Nebula, antar bintang-bintang, semakin lama semakin menjauh. Dan jarak yang terbentang diantara benda-benda angkasa itu bisa ribuan bahkan jutaan tahun perjalanan cahaya. Luar biasa. Allahu Akbar …

Memperhatikan fenomena tersebut baru sadarlah kita, bahwa betapa sebenarnya kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Betapa kecilnya kita jika dibandingkan dengan alam semesta yang masih terus akan berkembang itu! Di alam semesta, mestinya ada ratusan, ribuan dan bahkan jutaan planet yang menyerupai bumi. Dan sangat besar kemungkinannya iklimnya serupa, sehingga ada mahluk lain ciptaan Allah, yang menyerupai manusia di sana.

Continue reading “Siapakah Ulil Albab tu?”

Guru dan Murid

Hubungan guru dan murid, dari dulu sampai jaman now tetap erat dan emosional. Diantara keduanya adalah ilmu. Tanpa ada ilmu tidak ada guru dan murid. Ilmu-lah yang menjadi perantara dan menghubungkan keduanya. Tidak ada guru, jika tidak ada murid. Juga sebaliknya, tidak ada murid jika tidak ada guru. Fenomena itu terus akan terjadi.

Pendidikan dalam Islam memiliki dua dimensi. Pada satu sisi pendidikan untuk memperoleh pengetahuan intelektual, melalui logika dan reasoning. Dan yang lain adalah pendidikan untuk mengembangkan pengetahuan spiritual, yang diperoleh melalui penyingkapan rahasia ilahi dan pengalaman rohani.

Menurut Al-Ghazali, tujuan umum pendidikan Islam tercermin dalam dua segi, yaitu : insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt.  Dan insan paripurna yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Continue reading “Guru dan Murid”

Dimanakah Level Kita?

Pada suatu komunitas, hampir selalu ada peringkat di bidang apa saja. Begitu juga dalam memahami sesuatu masalah tentang apa saja, selalu ada peringkatnya. Peringkat ini sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Kecerdasan, keseriusan, ketekunan, kemauan, semangat, passion, bakat, latihan dan yang tidak boleh dilupakan adalah ada petunjuk-NYA. Mereka yang melakukan suatu kegiatan dan memenuhi semua kriteria diatas, akan menjadi seseorang yang istimewa.

Piramida diatas menunjukkan peringkat seseorang dalam memahami sesuatu. Pada level tertinggi disebut sebagai Guru. Beliau faham dan mengerti dengan baik disiplin ilmu yang dikuasai. Dan selalu mencari dan meng-update pemahamannya. Para guru terus berusaha tahu mengenai hal-hal baru yang terjadi di sekelilingnya, kemudian mencari tahu penjelasan mengenai fenomena tersebut.

Pada peringkat ke dua adalah murid. Mereka orang-orang yang masih merasa perlu belajar untuk memahami sesuatu. Baik tentang hal yang baru, juga mengklarifikasi dan meluruskan pengertian atau pemahaman yang selama ini sudah diketahuinya. Oleh sebab itulah lalu dia secara aktif, mencari guru.

Pendengar berada di peringkat ke tiga. Dia mendengarkan segala hal yang membuat pengertian dan pemahaman baru. Bedanya dengan murid, mereka ini pasif. Mereka tidak aktif mencari tahu atau bertanya tentang sesuatu yang sudah didengar. Masih syukur juga apabila setelah mendengar, lalu merenungkan dan melakukan apa yang sudah didengarnya.

Yang ke empat penggemar, barangkali ini semacam follower. Hanya mengikuti apa atau siapa yang menjadi idolanya, tanpa berusaha tahu mendalam apa yang digemarinya. Yang dia tahu hanya hal-hal yang istimewa dari idolanya.

Kemudian masing-masing peringkat itu juga memiliki peringkat lagi yang lebih rinci, sesuai kapasitas dan kualitasnya masing-masing. Seorang guru misalnya, juga bertingkat terdiri dari beberapa level. Guru yang menuntun baca-tulis. Guru yang mengajarkan hal-hal yang praktis. Guru yang mengajarkan mengenai konsep tentang sesuatu. Dan guru sejati yang mengajarkan hal-hal yang bersifat ruhaniah.

Begitu juga pada peringkat lainnya. Murid, Pendengar dan Penggemar juga memiliki levelnya sendiri-sendiri, sesuai kaasits dan kualitasnya masing-masing.

Akhirnya manusia ditakdirkan memiliki kemampuan, kecerdasan dan passion berbeda, sehingga peringkatnya pun lalu menjadi berbeda-beda. Walaupun begitu, terpulang kepada anda mau berada di peringkat mana?

Wallahu’alam
Maaf jika salah.

KMO : Rabu Kliwon 19 Juni 2019
KPA

Bandara Internasional Yogyakarta

Bandar udara baru Yogyakarta yang terletak di Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo ini, semula dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 April yang lalu, dengan status minimal-operation. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, terutama karena belum siapnya pekerjaan konstruksi, maka akhirnya peresmian itu ditunda sampai pembangunan siap pada waktunya. Menurut rencana pada bulan Oktober mendatang.

Semula Bandar udara baru ini namanya gencar disebutkan dengan New Yogyakarta International Airport. Sekarang lebih sering disebut dengan Yogyakarta International Airport (YIA). Tampaknya setelah mendapat saran Ombudsman yang menyarankan agar nama bandara baru ini, dalam Bahasa Ind0nesia saja. Dalam surat resminya Ombudsman menyarankan agar namanya adalah Bandar Udara Baru Yogyakarta (BUBY). Apalah arti sebuah nama? Tapi kadangkala nama sangat penting juga deh.

Sementara itu pada hari Senin, 29 April 2019 yang lalu, saya sempat mengunjungi dan melihat persiapan operasi-minimal Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Di pintu masuknya sudah ada tulisan besar “Yogyakarta International Airport”. Rumput didepannya sedang ditanam dan mulai menghijau. Sebentar lagi pasti sudah apik dan asri.

Continue reading “Bandara Internasional Yogyakarta”

Kembali ke Illahi

Satu per satu rekan dan sahabat mendahului menghadap ke Illahi. Semua akan datang gilirannya masing-masing. Tidak harus yang tua lebih dahulu. Terserah kepada-NYA, Yang Maha Mengatur Segala Sesuatu.

Marilah bersiap menghadapi batas waktu itu. Yang semua tidak tahu kapan datangnya. Yang jelas suatu saat pasti akan tiba masanya. Akan ada berita melalui loudspeaker Masjid dan atau lewat WA, bahwa kita sudah tiada. Innalillahi wa ina ilaihi rajiun. Yang mendengar mungkin akan sedikit kaget barangkali, tapi setelah itu biasa saja bagi mereka yang mendengarnya.

Mulailah dengan menyiapkan mental. Sadar sepenuhnya saat itu akan tiba. Tidak bakal tertunda sedetik pun. Lalu perbaikilah perilaku, agar sesuai seperti keyakinan dan panduan agama kita masing-masing.

Continue reading “Kembali ke Illahi”

Sehat & Berfikir Positif

Sehat menjadi tujuan setiap manusia dalam menjalani hidup ini. Tanpa tubuh sehat, tidak mudah menikmati dan hidup di dunia. Oleh sebab itu, segala macam cara ditempuh manusia untuk menjadi sehat. Melalui makanan, nutrisi, protein. Ada juga yang vegetarian. Ada yang dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Termasuk juga melakukan olah nafas dengan metode tertentu dan khusus. Semua itu dilakukan demi menjaga kesehatan.

Jika menderita sakit, manusia berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi sakitnya itu. Lalu dibuatlah segala macam obat-obatan. Ada yang mimiawi dan ada juga ramuan herbal. Pendek kata manusia berusaha dengan segala macam cara, agar tetap sehat.

Continue reading “Sehat & Berfikir Positif”

Menerima dan Memberi

Alam semesta diciptakan Allah, dengan konsep dasar memberi dan menerima. Tidak ada yang independen. Hanya Allah Yang Maha Segalanya yang tidak tergantung kepada siapa dan apa pun juga. Begitu juga dalam kehidupan. Hidup adalah saling memberi dan menerima.

Itu adalah sunatullah. Allah menjadikan alam semesta berdasarkan konsep tersebut. Perhatikanlah sekeliling kita dan renungkanlah bagaimana konsep itu berjalan dengan kerumitan yang sangat canggih.

Yang sederhana saja, sinar matahari. Matahari memberi kehidupan yang luar biasa besar kepada alam semesta di bumi. Bahkan bisa dikatakan jika matahari berhenti bersinar, maka matilah kehidupan di bumi ini! Tanaman, pohon-pohon, binatang dan manusia memperoleh manfaat besar dari sinar matahari ini.

Juga matahari menjaga keseimbangan alam semesta, sinar matahari menjaga bumi sehingga tidak membeku. Tanaman tumbuh, pohon berbuah, binatang makan tanaman, manusia makan buah dan seterusnya.

Continue reading “Menerima dan Memberi”

Tiket Mahal

Saya mau crita yang ringan saja. Yang berat-berat, sudah ada ahlinya. Biar beliau-beliau yang ahli yang mikir, karena bisa pusing tujuh keliling tuh.

Dulu sekali yang naik pesawat masih jarang. Mereka yang naik pesawat biasanya kalau bukan pebisnis, turis, pemegang konsesi, ya para pejabat yang melakukan perjalanan dinas. Atau yang mereka mengalami keadaan darurat dan yang mendesak.

Masyarakat kelas bawah menggunakan bus dan kereta api. Pada waktu itu kereta api masih “jejel uyel-uyel”. Sangat tidak manusiawi. Dibawah kursi digelar koran dan mereka pun lalu tidur mendengkur. Yang masih melek, kalau ada kondektur lewat langsung pura-pura tidur. Kondekturnya faham : “Karcis mas! Jangan pura-pura tidur!” Hahaha …

Continue reading “Tiket Mahal”

Puasa, Shiyam & Shaum

Kita sudah berpuasa puluhan tahun tetapi barangkali ada yang terlewat. Kita kurang atau tidak cukup memperhatikan makna yang sebenarnya. Selama ini puasa difahami sebagai :  tidak makan, minum, bersebadan dan tidak melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa; sejak dari Imsak sampai dengan waktu Maghrib.

Dalam bahasa Al-Qur’an puasa yang kita kerjakan itu disebut dengan dua kata, yaitu shiyam dan shaum. Keduanya berarti menahan diri, tetapi maknanya berbeda.

Kata shiyam dalam Al-Quran disebut sembilan kali, dalam tujuh ayat. Yang paling sering disebut para ustadz dalam tausiah, adalah dalam surah Al-Baqarah ayat ke-183.

Continue reading “Puasa, Shiyam & Shaum”