Pahala, Ridha & Mahabbah

Allah Yang Maha Segalanya telah mem-format mahluk ciptaan-NYA sesuai kehendak-NYA. Kun faya kun. Jadilah! Semua yang ada di alam semesta ini sudah tercetak dengan pasti. Beranjak dari pemahaman itu, segala sesuatunya sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh Dan manusia hanya sekedar tinggal menjalankan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt.

Manusia adalah mahluk yang diciptakan Allah dan ditakdirkan untuk menjadi khalifah-NYA di dunia. Dan Allah Maha Besar menjadikan manusia dengan berbagai tipe dan karakter masing-masing. Begitu pun dalam menjalankan perintah-NYA dan menjauhi larangan-larangan-NYA.

Allah SWT menjanjikan untuk memberi pahala bagi semua mahluk-NYA. Dan semua tertulis dengan jelas dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-NYA. Dari sinilah kemudian orang menempati maqam-nya masing-masing. Maqam ini terbentuk sesuai logika, pola fikir, pengetahuan dan juga kesadaran dalam diri masing-masing. Dan sudah tentu karena ketentuan Allah Swt juga.

Continue reading “Pahala, Ridha & Mahabbah”

Bagaimana Agar Menang

Mencermati proses pengajuan menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, sungguh menarik. Saya bukan politician, saya tidak begitu peduli proses yang sedang berlangsung itu. Hanya saja saya suka mengamati sesuatu yang sedang terjadi, lalu berusaha untuk memahaminya.

Entah mengapa saya merasa proses yang sedang berlangsung itu, seperti orang yang sedang main catur. Kebetulan saya suka catur dan bisa main catur. Dua orang yang mewakili dua kubu dengan segala gengsi dan prestisenya tengah berhadapan. Targetnya adalah sebuah kemenangan akhir. Bagaimana caranya memenangkan pertandingan! Dan segala cara ditempuh untuk dapat menjadi pemenang.

Sementara dua orang bertanding timnya di luar menganalisa setiap langkah yang diambil oleh para pecatur itu. Tentu saja strateginya sudah dibahas bersama pada saat latih tanding dan pasti sudah didiskusikan bagaimana cara memenangkan pertandingan.

Continue reading “Bagaimana Agar Menang”

Energize Yourself

Dunia mengajak anda berubah. Para pakar mengatakan jika ingin menghadapi masa depan dengan lebih baik, maka anda harus berubah. Change or die! Lalu bertaburanlah anjuran untuk keluar dari cara berfikir lama : out of the box. Banyak yang sudah melakukan hal ini, sayangnya walaupun mereka sudah berfikir out of the box, but they still in the box! Tampaknya memang sungguh tidak mudah untuk keluar dari box lama, dimana anda sudah nyaman berada didalamnya.

Begitu juga pada sisi spiritual. Prosesnya mirip seperti itu. Untuk memperoleh sesuatu yang baru, mendapatkan wawasan dan pemahaman yang lebih luas, seseorang harus mampu keluar dari pemikiran orthodox. Mesti kreatif mencari dan belajar lagi sesuatu yang baru. Sesuatu yang benar dan hakiki yang sudah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah belajar dan mengaji. Ini adalah proses yang harus dilakukan untuk memperoleh pemahaman baru. Kesadaran untuk mempelajari sesuatu lebih baik dan benar itu, perlu ditanamkan sejak dini. Bukan saja kepada anak-anak tetapi yang paling penting adalah kepada diri sendiri. Selanjutnya pilihlah guru atau mursyid yang mumpuni. Seorang mursyid yang memahami benar yang disampaikan dan selalu meng-update pemahaman-nya. Beliaulah yang akan menjadi panduan dan arah kemana kita belajar. Jika arahnya salah, kita akan sampai ke tujuan yang salah pula. Astaghfirullah …

Continue reading “Energize Yourself”

Mencari Gua

Dunia ini penuh dengan hiruk-pikuk, gegap-gempita dan riuh-rendah. Juga sarat dengan emosi dan syahwat. Dunia yang fana dan sementara ini banyak sekali memberi tawaran dan iming-iming yang menggiurkan. Ditambah dengan bisikan syaitan, seringkali dunia justru menjadi tujuan manusia dalam memanjakan fisiknya. Manusia menjadi lupa tujuan akhirnya. Manusia sebenarnya bukan mahluk dunia. Dunia hanyalah awal dimulainya perjalanan panjang di akhirat yang entah kapan dan dimana berakhirnya. Manusia yang sadar lalu berusaha mencari jatidirinya. Lalu berusaha untuk menemukan jalan terbaik untuk menghadap keharibaan Allah Swt.

Di jaman dahulu, kita sering mendengar cerita dan membaca orang-orang tua kita bertapa, menyingkir dari hiruk-pikuk dunia, membersihkan hati nuraninya dalam usaha mencari sangkan-paraning dumadi. Para nenek moyang kita dahulu melakukan itu sambil melakukan tapa-brata di gua-gua, tidak makan-minum, mengheningkan cipta dan karsa. Ketika jasmani berada pada titik terendah, justru nuraninya bersinar, memberi inspirasi dan menunjukkan arah kehidupan.

Dalam cerita pewayangan ada juga gambaran semacam itu. Ketika mendapat masalah yang tidak dapat diatasi, Arjuna selalu bertapa di gua yang terpencil dan jarang didatangi manusia. Pada saatnya Arjuna selalu mampu mendapatkan pencerahan dan diberi pusaka untuk menyelesaikan masalahnya. Setiap selesai menyelesaikan tapa-brata-nya, menyingkir dari kehidupan dunia. Arjuna selalu menjadi lebih sakti, lebih baik dan lebih bijaksana. Dan hampir selalu anak dari gurunya kepada siapa dia menimba ilmu, kemudian menjadi istrinya. Barangkali itu buah dari keberhasilannya.

Continue reading “Mencari Gua”

Rejeki & Wifi

Wifi bukan barang baru lagi. Tiada hari tanpa wifi. Warung-warung kopi tempat nongkrong bakal sepi, jika tidak ada fasilitas wifi. Oleh sebab itu mereka memasang tulisan di dindingnya : Free Wifi. Itu jurus ampuh mengundang pelanggan datang dan nongkrong sambil minum kopi. Wifi yang kuat selalu membutuhkan jaringan yang handal. Kemudian untuk meng-aksesnya dibutuh-kan password tertentu. Tanpa password kita tidak dapat memanfaatkan wifi. Terpaksa menggunakan pulsa, agar memasuki dunia maya.

Kecanggihan itu sekarang sudah menjadi hal yang biasa. Dan kecanggihan untuk memasuki dunia maya, sangat tergantung kepada password-nya. Jika tidak memiliki password, kita tidak akan mampu berselancar memasuki dunia maya dengan begitu banyak tawaran dan pilihan yang menggiurkan.

Seperti itu jugalah kira-kira berlangsungnya berkah dan ridha Illahi. Berkah dan ridha Allah melimpah-ruah, tidak terhingga dan tidak terhitung banyaknya. Semua itu tersedia bagi siapa saja yang membutuhkan. Tinggal bagaimana caranya mendapatkan berkah dan ridha Allah Swt tersebut. Dan semua bakal mendapatkannya, dengan satu syarat. Harus tahu password-nya!

Continue reading “Rejeki & Wifi”

Toba Yang Misterius

Danau Toba adalah salah satu tujuan wisata penting di Indonesia. Pemerintah berusaha keras menjadikan Toba menjadi daerah tujuan utama setelah Bali dan Jogjakarta. Usaha yang nyata adalah dengan membangun Bandara Silangit sebagai akses tercepat ke Danau Toba. Bandar ini malah sekarang sudah diterbangi langsung dari Singapura. Toba memiliki keindahan yang eksklusif, danau terluas di Indonesia berukuran sekitar 100X40 Km. Jika mengelilingi Danau Toba dengan mobil, akan membutuhkan waktu sekitar 14 jam! Luas banget.

Danau Toba konon terbentuk dari kaldera gunung purba yang meletus ribuan tahun lalu. Oleh karena itu kedalamannya mencapai 300-500 meter. Malah di-claim sekarang kedalamannya mencapai lebih dari 1600 meter! Alangkah dalamnya!

Masih begitu banyak misteri yang belum terungkap dari keberadaan Danau Toba. Selain keindahan alamnya, misteri Danau Toba juga banyak mengundang rasa ingin tahu. Danau Toba adalah salah satu dari 10 tujuan wisata utama. Dan dirancang sebagai alternatif untuk menarik banyak wisatawan, setelah Bali dan Yogyakarta. Pemerintah sudah meningkatkan kualitas Bandara Silangit yang ditujukan menjadi akses udara ke Toba. Bandara Silangit semakin memudahkan wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Danau Toba.

Continue reading “Toba Yang Misterius”

Perancis Juara Piala Dunia 2018

Piala dunia berakhir sudah. Hujan turun cukup deras di Luzhniki Stadium Moskow, pada acara penutupan. Hujan yang seakan menyejukkan dan menenangkan semua sorak-sorai, riuh-rendah dan gegap-gempita puluhan ribu penonton di stadion, juga sorakan di panggung-panggung nonton bareng. Belum lagi teriakan-teriakan di depan televisi di warung-warung dan di rumah-rumah. Kejuaraaan dunia sepak bola selalu meriah, riuh-rendah dan membuat sensasi tersendiri. Perancis menjadi juara dunia yang ke dua kalinya setelah tahun 1998, mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2.

Pertandingan final kali ini tanpa gemerlapnya bintang-bintang lapangan. Cristiano Ronaldo, Lionell Messi, Neymar sudah duluan pulang. Pertandingan final antara Perancis dan Kroasia adalah antara tim papan atas dan tim kuda hitam, underdog. Tim-tim papan atas sudah berguguran sejak awal. Jerman juara dunia tahun 2014, malah tidak dapat melewati babak 16 besar, dipermalukan Korea Selatan dan kalah 0-2. Argentina, Brasil, Spanyol, Inggris juga sudah duluan pulang.

Continue reading “Perancis Juara Piala Dunia 2018”

Selamat Ulang Tahun IATCA

IATCA berulang tahun ke 19, pada 29 Juli 2018 yang lalu. Dan dirayakan bersama dengan para senior dan semua ATC lintas angkatan. Kali ini diselenggarakan di Puri Denbencingah Klungkung Bali. Acara yang sangat meriah dan sangat akrab. Sebagai mantan ATC saya sungguh gembira dan bangga dapat ikut serta pada acara tersebut. Salut kepada Panitia. Para anak-anak muda yang enerjik, smart, multi talent dan yang utama adalah mampu menghargai seniornya dan para orang tua. Juga terimakasih kepada Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, yang mengijinkan dan memberi dukungan untuk menggunakan fasilitas di Puri Denbencingah pada penyelenggaraan acara tersebut. Itu sungguh sebuah acara yang penuh keakraban. Semua mantan dan ATC yang aktif bersama-sama begitu akrab, seakan itu berlangsung di halaman Main Building PLP-Curug. Luar biasaa ..

Selamat kepada IATCA dan semoga sukses untuk masa mendatang. Saya tidak ingin mengulangi semua apresiasi yang sudah disampaikan atas berhasil-nya acara ini. Saya ingin sekedar memberi masukan bagi keberlangsungan IATCA di masa mendatang.

Menjemput masa depan dan mempersiapkan segala sesuatunya adalah hal yang mudah dikatakan, tetapi selalu sulit dalam implementasinya. Saya mencoba menyampaikan itu kepada para generasi muda. Anak-anak muda adalah generasi mendatang. Kalian yang merasa sebagai anak muda dan memiliki tanggung jawab untuk membangun masa depan agar lebih baik daripada yang ada, mesti mempersiapkan diri mulai sekarang. Starts now, otherwise it will be too late.

Continue reading “Selamat Ulang Tahun IATCA”

Lupa Tuhan & Lupa Diri

Ditengah-tengah hiruk-pikuk suasana politik yang memanas, terasa sejuk dan menenteramkan hati melihat acara Mata Najwa, dengan tema Negeri Teka-Teki. Bintang tamunya KH. Mustofa Bisyri yang akrab dipanggil Gus Mus. Seorang ulama dan juga seorang penyair. Beliau adalah ulama pertama yang meraih penghargaan Yap Thian Hien.

Mengawali acara Gus Mus membacakan puisinya Negeri Teka Teki yang ditulis pada tahun 1997 pada awal reformasi. Sudah lama, tetapi maknanya masih relevan sampai saat ini. Salah satu baitnya berbunyi : Jangan tanya apa, Jangan Tanya siapa, Jangan tanya mengapa.Tebak saja!

Ketika ditanya Najwa, bagaimana perasaannya menerima penghargaan Yap Thian Hien? Gus Mus menjawab biasa saja. Itu barangkali karena Panitianya lebay. Beliau menjelaskan, siapakah dan apalah dia itu? Seorang dari kampung belajar di kampung dan gurunya juga dari kampung. Dia hanya menerima dan menjaga pesan gurunya : “Indonesia itu rumahmu, jaga dan rawatlah!”. Oleh sebab itu, jika ada orang yang melempari rumahnya sendiri, berarti dia itu orang gila!

Najwa lalu bertanya apakah benar Panitia Yap Thian Hien lebay? Todung Mulya Lubis Ketua Yayasan Yap Thian Hien menjawab, bahwa panitia telah melakukan survey mendalam. Gus Mus memang tidak pernah mengatakan tentang HAM, tetapi semua tindakan dan perbuatannya termasuk puisi-puisinya adalah perjuangan untuk HAM. Beliau tidak banyak bicara tetapi berbuat. Menurut Todung Gus Mus adalah seorang sufi. Pemahamannya sudah diatas para pakar HAM.

Gus Mus menjelaskan bahwa dalam hidup ini ada Al Haq, yang berarti hak dan juga kewajiban. Manusia punya hak tapi punya kewajiban, jangan hanya berpikir hak, tapi pikirkan kewajibanmu terhadap hak orang lain. Orang lain mempunyai hak sebagai manusia, maka hargailah itu sebagai tanggung jawabmu!

Sebagai ulama beliau mengingatkan agar ditengah kesibukan dunia, tetaplah selalu mengingat Allah. Manusia sering lupa, dan begitu tidak tahu diri meminta Allah menuruti segala kemauannya. Padahal dia bukanlah apa-apa. Beliau membuat perbandingan. Allah begitu besar. Maha Besar. Sedangkan bumi hanya sebesar biji kacang hijau. Gus Mus membesarkan ukuran bumi menjadi sebesar kacang hijau, agar lebih nyata. Padahal sebenarnya bumi hanyalah sebutir debu di alam semesta raya ini. Di butiran debu itulah, hidup 7,5 Milyar manusia! Pemirsa diminta membayangkan sendiri perbandingan itu. Manusia bukanlah apa-apa dilihat dari berbagai macam kriteria. Tetapi manusia sering merasa dirinya begitu hebat, merasa bisa berbuat apa saja dan mampu memperoleh apa saja. Pada saat itulah, dia lupa kepada Penciptanya. Lalu dia menjadi lupa diri.

Pada akhir acara Gus Mus mengatakan bahwa seseorang yang melupakan Tuhan, akan membuat dia lupa dirinya sendiri. Dia lupa siapa dia sebenarnya. Dia, lupa sebagai apa dia. Jika orang Indonesia dia lupa sebagai orang Indonesia. Jika ulama dia lupa bahwa dia seorang ulama. Konotasinya bisa beraneka-ragam. Jika dia lupa diri, maka tindakannya akan bertentangan dengan fitrahnya sebagai khalifah Allah di dunia. Astaghfirullah 

Ditengah krisis kepemimpinan, di era semua pemimpin ingin muncul dan unggul, dengan mencela dan menjelekkan orang lain; sosok Gus Mus memberi inspirasi. Dan juga sekaligus menyejukkan. Seorang yang tidak ingin menonjol, merasa biasa saja tetapi terus berjuang dalam senyap. Bagaimana Gus Mus mengkritik tajam, dengan teduh tanpa kebencian. Dan beliau tetap dihargai karena membela warga yang dikalahkan.

Gus Mus mengatakan bahwa manusia punya hak, tetapi juga punya kewajiban. Jangan hanya berpikir dan menuntut hak, tetapi pikirkan juga kewajibanmu terhadap hak orang lain. Sebuah kalimat yang sederhana, tetapi menyentakkan kesadaran, karena sekarang orang lebih mementingkan diri sendiri dan tidak peduli orang lain.

Semoga Gus Mus tetap hadir dan mencerahkan kita semua.

Selamat menyambut Idul Fitri 1439H.
Minal aidin wal faidzin.

 Kemayoran, Kamis Kiwon, 14 Juni 2018
herulegpwo@mail.com