Pesan Dibalik Film FROZEN II

Hari Senin kemarin malam aku diajak anakku nonton film Frozen II. Ini kelanjutan dari Frozen I, itu film yang sangat diminati dan ditonton banyak orang. Penasaran ingin melihat bagaimana sutradara dan penulis scenario membuat lanjutan film berdasarkan cerita fiksi anak-anak, jadilah aku ikut menonton. Kebetulan Studio XXI di Citra Tower, dekat rumah sedang menayangkan film itu.

Dan di layar lebar itu Putri Elsa, Anna, bersama Olaf, Sven dan Kristoff kembali berpetualang dalam cerita arahan sutradara Jennifer Lee dan Chris Buck. Itu kisah baru yang lebih kompleks dan mengundang emosi.

Elsa (Idina Menzel) diceritakan telah menjadi ratu di Arendelle dan Anna (Kristen Bell) hidup bahagia bersama orang-orang yang ia sayangi. Sayang, kebahagiaan mereka harus terhenti, sebab ada misteri yang terus membuat Elsa merasa terpanggil untuk memecahkannya. Pada saat-saat tertentu, alunan lagu selalu terdengar di telinganya. Dan itu membuatnya penasaran dan ingin tahu.

Continue reading “Pesan Dibalik Film FROZEN II”

Syukur & Terimakasih

Pada suatu saat ketika duduk di meja makan dan bersiap menyuapkan makanan ke dalam mulut, setiap orang yang beriman pasti mengucapkan syukur. Baik terucap maupun di dalam hati. Rasa syukur dilangitkan sebab atas karunia-NYA lah, rezeki berupa makanan itu sekarang berada di depan meja dan siap untuk dinikmati. Selanjutnya diteruskan dengan doa, semoga yang akan dimakan berguna bagi tubuh dan kesehatannya.

Sungguh ritual yang tampak sederhana, tetapi menenteramkan hati. Sampai disitu “adegan” itu hanya seperti kesalehan spiritual biasa. Padahal jika direnungkan lebih dalam, proses itu tidaklah tampak sederhana seperti itu. Lho kok bisa?

Marilah kita mencoba mengamati dan memahaminya. Makanan yang hendak disuapkan ke dalam mulut, – misalnya saja sesuap nasi – sebelum siap dimakan, nasi itu telah melalui proses yang panjang. Sangat panjang!

Nasi yang sekarang ada di piring itu, ketika masih berujud tanaman padi barangkali ditanam di  Cianjur, Krawang, Wonosobo atau entah dimana. Jika itu beras impor, berarti di suatu tempat di Kamboja atau Thailand; entah dimana? Dalam proses penanaman padi itu, melibatkan banyak orang. Setelah ditanam, perlu pemeliharaan agar padi dapat dipanen dengan baik.

Continue reading “Syukur & Terimakasih”

Catatan Akhir Tahun 2019

Tahun 2019 hampir berakhir, tinggal menghitung hari. Dunia aviasi terus berkembang dan menjadi sarana transportasi yang menjadi andalan karena cepat dan akurat. Di antara kesibukan transportasi udara yang terus  berkembang, rasanya menarik jika sekedar melakukan flash back beberapa kejadian penting di dunia aviasi ini.

Marilah kita mulai dengan mengingat kembali musibah mengerikan yang membawa korban nyawa begitu banyak, yang dialami oleh pesawat Lion Air Boeing B-737 Max 8.

Pesawat Lion Air JT-610 tinggal landas dari Bandara Soekarno-Hatta tanggal 29 Oktober 2018 pukul 06:20 WIB dengan tujuan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang. Hanya berselang sekitar 13 menit, pesawat jatuh di lepas pantai Tanjung Karawang sekitar 63 di lepas pantai Tanjung Karawang di perairan berkedalaman 35 meter.

Continue reading “Catatan Akhir Tahun 2019”

Menikmati Dunia dan Mempersiapkan Akhirat

Namanya Leksmono Santoso, kami biasa memanggilnya Mon. Di lingkungan bisnisnya dikenal sebagai Leks Santoso. Dia lahir di Malang, putra pamanku yang ke dua dari empat bersaudara. Isterinya bule dari Amerika, namanya Linda Hahn. Mon semula bekerja sebagai Tour Leader.

Pada tahun 1990 Mon mendirikan perusahaan tour sendiri, yang  diberi nama Remote Destinations Indonesia (Redestin Tours). Perusahaannya bergerak di bidang tour yang bersifat adventur di daerah-daerah destinasi terpencil di bagian timur  Indonesia. Selain itu juga destinasi di dunia. Di Asia Tenggara : Myanmar, Vietnam, Kamboja, Afrika Timur dan Tengah, Eropa Timur dan Tengah, China, Mongolia, Russia, Bhutan, Antartica, Arctic, India, Nepal, Amerika Latin, Asia Timur, termasuk Iran dan Kyrgysztan, Israel, Cuba, Yunani, Georgia, Mesir dan Jordania.

Selain sebagai pemilik, Mon juga seringkali menjadi Tour Leader dan memimpin perjalanan tour itu sendiri. Hampir seluruh pelosok Indonesia dan dunia sudah pernah dia jelajahi. Dia bahkan sudah sampai ke Antartica di Kutub Selatan dan memotret beruang es di Kutub Utara. Luar biasaa …

Continue reading “Menikmati Dunia dan Mempersiapkan Akhirat”

Mempersiapkan Anak-Anak Muda

Sangat menarik ketika membaca, memperhatikan dan menyimak bagaimana Jokowi memilih Staf Khusus Presiden yang dari generasi millenial. Sebagai orang tua dan pernah mengelola organisasi yang cukup kompleks, saya sungguh salut keputusan Presiden merekrut 7 orang anak-anak muda.

Dan saya yakin sepenuhnya mereka itu akan memberi semangat, inovasi, kecepatan berfikir kepada Tim Kepresidenan. Mari kita simak siapa mereka:

  1. Adamas Belva Syah Devara (29) master Harvard University dan Stanford University, pendiri sekaligus CEO Ruang Guru.
  2. Putri Indahsari Tanjung lulusan Academy of Art di San Fransisco. CEO Creativepreneur Event Creator dan CBO Kreavi.
  3. Andi Taufan Garuda Putra (32), lulusan Harvard Kennedy School, entrepreneur CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha.
  4. Ayu Kartika Dewi (36), memiliki misi merekatkan persatuan di tengah kebinekaan. Pendiri Sabang-Merauke. MBA Duke University Amerika.
  5. Gracia Billy Mambrasar (31), putra Papua lulusan S2 Australian National University (ANU), dalam proses Doktoral di Harvard. CEO Kitong Bisa.
  6. Angkie Yudistia (32), anak muda penyandang disabilitas aktif bergerak di sosiopreneur Thisable Enterprise. Juru bicara bidang sosial.
  7. Aminuddin Ma’ruf (33), santri muda pernah menjadi Ketua Umum (PMII) (2014-2016), bertugas ke pesantren-2 menebar gagasan dan inovasi baru.

Saya jadi teringat ketika pertama kali ditugaskan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dua minggu awal bertugas, saya mengumpulkan 10 anak-anak muda staf biasa yang menurut feeling saya memiliki talenta, kecerdasan dan kemauan kuat untuk bekerja dan berbuat sesuatu yang melebihi ekspektasi.

Setelah itu kami bertemu secara periodik, dan saya “memaksa” mereka untuk menunjukkan kemampuannya. Banyak tugas dan assignment yang sulit yang sengaja saya coba berikan kepada mereka. Dan ternyata mereka bekerja bagus, memiliki kebersamaan, saling peduli kuat dan tidak mudah menyerah.

Delapan tahun setelah itu, sebagian mereka sudah menduduki jabatan penting di beberapa bandara. Salah satu diantaraya bahkan mengikuti jejak dan menjabat sebagai Co. GM Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dan seorang yang lainnya menjabat Deputi Direktur di Kantor Pusat, menjalankan tugas seperti  yang saya kerjakan pada dekade yang lampau. Luar biasaaa …

Sebuah anak panah sakti selalu membutuhkan busur yang kuat untuk melesatkan mereka ke sasaran dengan baik dan tepat sasaran!  Menjadi anak panah yang kuat dan dapat dan diandalkan adalah satu hal yang penting dilakukan. Hal yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah mencari busur yang mampu mengantarkan anda ke sasaran dengan tepat …

Selamat ya mbak dan mas … Keep going, be brave and success …

KMO, Sabtu 23 Nov 2019
HL

Pertemuan PSAPI ke 11

Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) melaksanakan pertemuan rutin bulanan yang ke 11, tanggal 7 November 2019 di Executive Club Persada Halim. Termakasih keada Marsekal Pertama Fajar Adriyanto Kadispen AU yang telah mem-fasilitasi pertemuan tersebut. Pertemuan berlangsung antara jam 13.00 sampai dengan 15.00. Pembahasan dan diskusi berjalan dengan lancar, padat dan bernas.

Ketua PSAPI Bpk. Chappy Hakim membuka pertemuan dengan mengatakan ada 3 hal strategis yang sudah dibahas PSAPI : FIR Singapura, Kasus Boeing B-737 MAX dan Asuransi Korban Kecelakaan pesawat. Masing-masing topik diharapkan ada tulisan dan pembahasannya, sehingga menjadi masukan bagi yang membutuhkannya,

Untuk kategori pertama kita akan minta Prof. I Bagus R. Supancana, Prof. Makarim Wibisono, DR. Supriabu dan Ridha Widya Nugraha untuk menyumbangkan tulisan dan pemikirannya.

Continue reading “Pertemuan PSAPI ke 11”

INACA Annual General Meeting 2019

Diundang Sekjen INACA Pak Tengku Burhanuddin, saya hadir di Rapat  Umum Anggota INACA di Hotel Borobudur, tanggal 31 Okt 2019. Jadi semacam reuni bertemu teman-2 lama. Heboh ngobrol sana-sini.

Dapat Goody Bag isinya lengkap. Dan yang penting ada Buku “Menjelang Setengah Abad Industri Penerbangan Indonesia INACA Berkiprah” penulisnya Arifin Hutabarat. Di sampul luar belakang ada catatan dari  Chappy Hakim, Alvin Lie dan Agus Pambagio.

Jam 08.30 acara dimulai dengan sambutan dari Ketua INACA, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. setelah beliau, kemudian Menteri Perhubungan memberikan sambutan. Intinya beliau mengatakan INACA yang “high profile”, mesti juga “high performance”.

Kinerja transportasi udara dinilai dari On Time Performance (OTP). Dan itu adalah hasil kolaborasi dari berbagai fihak : Airline, Airport, Airnav dan fihak terkait lainnya.

Continue reading “INACA Annual General Meeting 2019”

Buku “Freeport : Catatan Pribadi Chappy Hakim”

Senin tanggal 28 Oktober 2019 bertempat di Perpustakaan Nasional Jalan Merdeka Selatan, Chappy Hakim kembali meluncurkan bukunya dengan judul “Freeport Catatan Pribadi Chappy Hakim”. Acara dipandu oleh putri sulungnya sendiri Tasya Liudmilla. Di layar backdrop yang lebar, tertulis nama para pembahas : Gayus Lumbuun, Ninok Leksono dan Jaya Suprana.

Sebelum acara dimulai, Chappy Hakim dan kelompok musik-nya memainkan dan menyanyikan beberapa lagu. Beberapa undangan datang terlambat, ternyata belakangan baru tahu ada demo di sekitar Patung Tani.

Buku Freeport ini merupakan catatan pribadi yang menuangkan pengalaman Chappy Hakim selama lebih dari 2 tahun bertugas sebagai Senior Advisor dan Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia. Juga sekaligus sebagai jawaban penulis atas munculnya banyak pertanyaan mengenai kesediaannya menjadi Presdir PT. Freeport Indonesia, padahal sudah 10 tahun pensiun sebagai KSAU.

Continue reading “Buku “Freeport : Catatan Pribadi Chappy Hakim””

Mewaspadai Zaman Cyber

Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas mengadakan FGD. Judulnya terasa sangat menjanjikan dan begitu luas perspektifnya : “Kolaborasi TNI, Polri, Pemerintah Sipil dan Elemen Masyarakat di segi interoperabilitas Operasi Penanggulangan Konflik Masif Dan Bencana Alam di Perkotaan”. FGD ini berlangsung Senin 7 Oktober 2019, bertempat di Soho D’Capital lantai 29. Dihadiri lebih dari  50 orang peserta, FGD berlangsung lancar dan banyak tanya-jawab yang mencerdaskan.

Prof. DR. Ir. Suhono Harso Supangkat sedikit datang terlambat dari Bandung. Beliau memulai acara FGD dengan memaparkan mengenai Smart  City. Ternyata terbang dengan Citilink begitu cepat, tetapi perjalanan darat dari bandara lebih lama dari waktu terbang. Ini juga adalah salah satu kasus dari Smart City.

Menurut beliau Smart City bukan kota yang dilengkapi dengan IT. Bukan! Smart City sebenarnya adalah terjemahan dari amanat para Pendiri Negara kita yaitu bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan itu adalah manifestasi dari masyarakat adil dan makmur.

Continue reading “Mewaspadai Zaman Cyber”

Masalah FIR Yang Tidak Kunjung Tuntas

Pertemuan ke 10 kali Pusat Studi Air Power Indonesia, bertempat di Press Room Forum Wartawan Perhubungan, Gedung Cipta Lantai 1 Kementerian Perhubungan, Jalan Merdeka Barat No. 8 Jakarta Pusat

Pertemuan yang dihadiri juga oleh para wartawan Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) yang juga wartawan dari berbagai media itu, menjadi sarana berbagi informasi dan pengetahuan. Walaupun ada beberapa pembahasan materi yang karena sifatnya, terpaksa dinyatakan sebagai off the record.

Chappy Hakim membuka pertemuan dengan mengatakan bahwa Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) adalah wadah tempat belajar, dari para pemerhati dan mereka yang peduli penerbangan. PSAPI menjadi forum untuk membahas pemikiran komprehensif atas isu-isu kekinian yang tengah berlangsung. Kemudian menyatukan pemikiran dari para praktisi dan akademisi tersebut. Continue reading “Masalah FIR Yang Tidak Kunjung Tuntas”