Makan Siang Bersama Gapura

Jumat tanggal 9 Agustus 2019 siang setelah Jumatan, saya menghadiri undangan DZ Gapura Angkasa Dewa Mahayana; untuk makan siang bersama. Itu bukan makan siang biasa. Sebab para mantan Direksi dan Komisaris PT. Gapura Angkasa, diundang juga.

Dan benar juga tampak hadir Pak Elisa Lumbantoruan, Capt. Novianto Herupratomo, Pak Arifin, Pak Kuntjoro, Pak Harjoso. Juga Pak Soebagyo, Pak Tharian, Pak Hariyanto, Pak Marco Umbas dan Pak Eko Diantoro.  Sudah diduga, bakalan seru.

Ketemu lagi teman-teman lama yang dulu mengelola PT. Gapura Angkasa.Benar-benar sebuah pertemuan, semacam reuni yang seru. Apalagi ada jagonya yang membuat suasana : Pak Tharian eh salah, Mas Andi! Jadi tambah heboh deh.

Continue reading “Makan Siang Bersama Gapura”

Waspadalah Musibah

Musibah bisa datang tidak terduga. Dan jika mengalami musibah, entah kecelakaan, barang hilang, kebakaran atau masuk penjara. Lakukanlah introspeksi. Telitilah. Barangkali ada barang yang haram atau tidak halal, yang telah terpakai atau tergunakan. Atau barangkali sedekahmu kurang atau tidak cukup.

Sadarilah sesuatu yang seharusnya menjadi hak orang lain tetapi telah terpakai dan belum sempat diberikan, akan diminta kembali. Juga sesuatu yang seharusnya diberikan, tetapi tidak diserahkan; akan ditagih oleh Allah. Oleh karena itu tunaikan kewajiban, sebelum diminta dan ditagih secara paksa. Tagihan paksa itu wujudnya bisa berupa MUSIBAH!

Continue reading “Waspadalah Musibah”

Kalkulator

Sebuah kalkulator memudahkan suatu perhitungan. Tinggal menekan tombol angka-angka yang diinginkan lalu memilih prosesnya : kali, bagi, tambah, kurang,  akar dan perhitungan rumit lainnya. Kemudian tekan tombol enter. Dengan seketika muncul hasilnya di layar. Langsung, mudah, cepat dan akurat.

Mengapa bisa secepat se akurat itu? Sebab dibalik kalkulator itu ada program software dan sistem perhitungan canggih, yang membuat sebuah perhitungan dapat diselesaikan dengan seketika dan benar. Apa pun input yang diinginkan pengguna, apa pun input yang dimasukkan dengan menekan tombol angka-angka, hasilnya segera dapat ditampilkan seketika. Program software yang ada dibalik bentuk fisik kalkulator itu, bekerja begitu sangat cepat dan akurat.

Kehidupan manusia di alam semesta sebenarnya mirip dengan ilustrasi kalkulator diatas tadi. Allah Swt meng-install program yang super canggih dalam kalkukator kehidupan. Siapa saja, dimana saja dan kapan saja, dapat menggunakan kalkukator-nya masing-masing.

Continue reading “Kalkulator”

Komunikasi

Sungguh menarik mengambil hikmah dari kasus perseteruan Rius Vernandes vs Garuda Indonesia. Rius Vernandes adalah seorang Youtuber dalam suatu penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta ke Sydney. Entah karena ingin berbagi atau ingin memberitakan penerbangan yang dialaminya, dia lalu mengunggah selembar menu makanan di kelas bisnis, dalam akun sosial media-nya.

Sebenarnya itu hal yang biasa saja. Yang tidak biasa karena menu di kelas bisnis itu berupa tulisan tangan. Akibat tindakannya itu Rius Vernandes dianggap menjelekkan Garuda Indonesia dan kemudian dilaporkan ke polisi.

Untunglah semuanya berakhir dengan happy ending. Salut kepada Direktur Utama Garuda Indonesia, yang turun langsung dan ikut terlibat aktif dalam proses recovery tersebut. Alih-alih anti kritik, Direktur Utama Garuda Indonesia malah meminta kepada Rius Vernandes memberi masukan, untuk memperbaiki yang “jelek-jelek”.

Continue reading “Komunikasi”

ATC & Jabatan Strategis

Diskusi di WAG ATS Indonesia pagi ini memunculkan wacana yang sudah lama ada, tetapi tidak pernah muncul dengan jelas ke permukaan. Hanya terbatas dalam diskusi dan rerasanan saja, diantara para senior ATC. Mengapa ATC belum memperoleh  kesempatan menjadi CEO?

Dalam lingkungan perusahaan LPPPNI atau Airnav sebenarnya atau seharusnya ATC-lah yang memegang peran sentral, dan menempati beberapa posisi strategis. Tetapi justru yang muncul ke permukaan adalah mereka yang bukan ber-latar belakang ATC. Kok bisa begitu? Padahal para senior ATC dikenal sangat menguasai dan mumpuni dan mahir pada bidang tugasnya. Seyogyanya mereka lah yang menjadi memimpin dan mengelola perusahaan yang berbasis navigasi udara ini. Mengapa bukan mereka?

Continue reading “ATC & Jabatan Strategis”

Algoritma Ilahiah

Segala sesuatu di alam semesta ini diciptakan Allah dengan target dan tujuan yang terencana, serta diatur dengan kalkukasi yang sangat canggih (QS.2:29). Ada suatu algoritma yang begitu canggih dan ruwet yang mengatur semuanya. Dengan algoritma itu seluruh alam semesta dan segala macam isinya berjalan dengan ritmis, teratur dan sistematis. Bahasa spiritualnya adalah sunatullah.

Manusia adalah mahluk yang berfikir dan menggunakan akalnya. Dengan logikanya manusia mencoba menyingkap misteri alam semesta yang diatur dengan algoritma Ilahiah yang luar biasa. Kemampuan akal-logika dan daya nalar manusia ternyata tidak pernah mampu menyingkap misteri Ilahiah tersebut.

Kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir dan kisah Nabi Musa dengan Malaikat Jibril yang diceritakan oleh Pak Gunawan As. adalah metafora dan sekaligus wujud nyata dari algoritma yang sangat luar biasa itu.

Continue reading “Algoritma Ilahiah”

Siapakah Ulil Albab tu?

Allah Swt menciptakan alam semesta raya demi kemaslahatan ummat dan semua mahluk yang juga diciptakan-NYA. Dan alam semesta ini ternyata terus berkembang dari waktu ke waktu. Seperti balon yang ditiup, semakin lama semakin membesar. Jarak antar Galaxy, antar Nebula, antar bintang-bintang, semakin lama semakin menjauh. Dan jarak yang terbentang diantara benda-benda angkasa itu bisa ribuan bahkan jutaan tahun perjalanan cahaya. Luar biasa. Allahu Akbar …

Memperhatikan fenomena tersebut baru sadarlah kita, bahwa betapa sebenarnya kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Betapa kecilnya kita jika dibandingkan dengan alam semesta yang masih terus akan berkembang itu! Di alam semesta, mestinya ada ratusan, ribuan dan bahkan jutaan planet yang menyerupai bumi. Dan sangat besar kemungkinannya iklimnya serupa, sehingga ada mahluk lain ciptaan Allah, yang menyerupai manusia di sana.

Continue reading “Siapakah Ulil Albab tu?”

Guru dan Murid

Hubungan guru dan murid, dari dulu sampai jaman now tetap erat dan emosional. Diantara keduanya adalah ilmu. Tanpa ada ilmu tidak ada guru dan murid. Ilmu-lah yang menjadi perantara dan menghubungkan keduanya. Tidak ada guru, jika tidak ada murid. Juga sebaliknya, tidak ada murid jika tidak ada guru. Fenomena itu terus akan terjadi.

Pendidikan dalam Islam memiliki dua dimensi. Pada satu sisi pendidikan untuk memperoleh pengetahuan intelektual, melalui logika dan reasoning. Dan yang lain adalah pendidikan untuk mengembangkan pengetahuan spiritual, yang diperoleh melalui penyingkapan rahasia ilahi dan pengalaman rohani.

Menurut Al-Ghazali, tujuan umum pendidikan Islam tercermin dalam dua segi, yaitu : insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt.  Dan insan paripurna yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Continue reading “Guru dan Murid”

Dimanakah Level Kita?

Pada suatu komunitas, hampir selalu ada peringkat di bidang apa saja. Begitu juga dalam memahami sesuatu masalah tentang apa saja, selalu ada peringkatnya. Peringkat ini sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Kecerdasan, keseriusan, ketekunan, kemauan, semangat, passion, bakat, latihan dan yang tidak boleh dilupakan adalah ada petunjuk-NYA. Mereka yang melakukan suatu kegiatan dan memenuhi semua kriteria diatas, akan menjadi seseorang yang istimewa.

Piramida diatas menunjukkan peringkat seseorang dalam memahami sesuatu. Pada level tertinggi disebut sebagai Guru. Beliau faham dan mengerti dengan baik disiplin ilmu yang dikuasai. Dan selalu mencari dan meng-update pemahamannya. Para guru terus berusaha tahu mengenai hal-hal baru yang terjadi di sekelilingnya, kemudian mencari tahu penjelasan mengenai fenomena tersebut.

Pada peringkat ke dua adalah murid. Mereka orang-orang yang masih merasa perlu belajar untuk memahami sesuatu. Baik tentang hal yang baru, juga mengklarifikasi dan meluruskan pengertian atau pemahaman yang selama ini sudah diketahuinya. Oleh sebab itulah lalu dia secara aktif, mencari guru.

Pendengar berada di peringkat ke tiga. Dia mendengarkan segala hal yang membuat pengertian dan pemahaman baru. Bedanya dengan murid, mereka ini pasif. Mereka tidak aktif mencari tahu atau bertanya tentang sesuatu yang sudah didengar. Masih syukur juga apabila setelah mendengar, lalu merenungkan dan melakukan apa yang sudah didengarnya.

Yang ke empat penggemar, barangkali ini semacam follower. Hanya mengikuti apa atau siapa yang menjadi idolanya, tanpa berusaha tahu mendalam apa yang digemarinya. Yang dia tahu hanya hal-hal yang istimewa dari idolanya.

Kemudian masing-masing peringkat itu juga memiliki peringkat lagi yang lebih rinci, sesuai kapasitas dan kualitasnya masing-masing. Seorang guru misalnya, juga bertingkat terdiri dari beberapa level. Guru yang menuntun baca-tulis. Guru yang mengajarkan hal-hal yang praktis. Guru yang mengajarkan mengenai konsep tentang sesuatu. Dan guru sejati yang mengajarkan hal-hal yang bersifat ruhaniah.

Begitu juga pada peringkat lainnya. Murid, Pendengar dan Penggemar juga memiliki levelnya sendiri-sendiri, sesuai kaasits dan kualitasnya masing-masing.

Akhirnya manusia ditakdirkan memiliki kemampuan, kecerdasan dan passion berbeda, sehingga peringkatnya pun lalu menjadi berbeda-beda. Walaupun begitu, terpulang kepada anda mau berada di peringkat mana?

Wallahu’alam
Maaf jika salah.

KMO : Rabu Kliwon 19 Juni 2019
KPA

Bandara Internasional Yogyakarta

Bandar udara baru Yogyakarta yang terletak di Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo ini, semula dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 April yang lalu, dengan status minimal-operation. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, terutama karena belum siapnya pekerjaan konstruksi, maka akhirnya peresmian itu ditunda sampai pembangunan siap pada waktunya. Menurut rencana pada bulan Oktober mendatang.

Semula Bandar udara baru ini namanya gencar disebutkan dengan New Yogyakarta International Airport. Sekarang lebih sering disebut dengan Yogyakarta International Airport (YIA). Tampaknya setelah mendapat saran Ombudsman yang menyarankan agar nama bandara baru ini, dalam Bahasa Ind0nesia saja. Dalam surat resminya Ombudsman menyarankan agar namanya adalah Bandar Udara Baru Yogyakarta (BUBY). Apalah arti sebuah nama? Tapi kadangkala nama sangat penting juga deh.

Sementara itu pada hari Senin, 29 April 2019 yang lalu, saya sempat mengunjungi dan melihat persiapan operasi-minimal Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Di pintu masuknya sudah ada tulisan besar “Yogyakarta International Airport”. Rumput didepannya sedang ditanam dan mulai menghijau. Sebentar lagi pasti sudah apik dan asri.

Continue reading “Bandara Internasional Yogyakarta”